Hitung Cepat Tim Litbang Kompas Diwarnai Ketegangan

TERIAKAN ‘Oke Oce’ membahana di pusat pengolahan data Litbang Kompas, Gedung Kompas Gramedia Lantai 7, Palmerah, Jakarta, Rabu (19/4/2017), pukul 16.16 WIB.

Saat itu, data sampel masuk untuk hitung cepat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua sudah mencapai 94 persen.

Seorang koordinator Litbang Kompas membacakan hasil sementara hitung cepat yang tertera di monitor untuk para anggota tim Litbang Kompas yang mengolah data perolehan hitung cepat.

Disebutkan pasangan calon (paslon) nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, untuk sementara unggul dengan perolehan 58,13 persen.

Sedangkan, paslon nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat sementara memperoleh 41,87 persen suara.

Untuk ke-12 kalinya Litbang Kompas menyelenggarakan hitung cepat.

Sebelumnya, Litbang Kompas pernah melakukan hal yang sama termasuk untuk Pemilu Presiden pada Juli 2014 dan Pilkada DKI Jakarta putaran satu untuk pada Februari lalu.

Meski judulnya “hitung cepat”, proses yang dilakukan cukup panjang dan melibatkan ratusan orang.

Sebanyak 470 tenaga lapangan (surveyor) disebar di 400 tempat pemungutan suara (TPS) yang jadi sampel di enam kota/kabupaten administratif Jakarta.

Tugas mereka adalah mewawancara langsung 1.600 pemilih yang sudah mencoblos dan mengumpulkan data-data hasil penghitungan suara di TPS-TPS yang dipilih secara acak.

Data-data tersebut berupa angka dan foto kertas hasil penghitungan suara.

Data-data itu lalu dikirim ke pusat sistem pengolahan data melalui perangkat elektronik.

Semua akan diterima dan dicek ulang oleh 50 anggota tim Litbang Kompas di pusat pengolahan data.

“Ada 40 orang konfirmator, enam orang verifikator, dan empat orang validator,” jelas Koordinator Pusat Data Hitung Cepat Litbang Kompas, Dwi Eriyanto.

Konfirmator, verifikator, dan validator bertugas untuk melakukan pengecekan dan konfirmasi ulang data.

Setelah dihimpun dan diolah, informasi hasil pilkada secara keseluruhan akan ditampilkan pada hari itu juga.

Publik dapat menyaksikannya secara real-time di Kompas TV serta situs-situs berita Kompas.com dan Tribunnews.com.

Selain hitung cepat, Litbang Kompas juga melakukan hitung langsung yang memantau langsung hasil penghitungan Pilkada DKI Jakarta di 10 TPS yang dianggap penting dan menarik untuk dipantau.

Termasuk di antaranya adalah TPS-TPS tempat para calon gubernur dan wakil gubernur mencoblos serta di daerah yang menjadi pusat kampanye masing-masing paslon.

Sejumlah TPS yang dimaksud adalah TPS 54 Kelurahan Pluit (Ahok), TPS 8 Kelurahan Kuningan Timur (Djarot), TPS 28 Kelurahan Cilandak Barat (Anies), TPS 1 Kelurahan Selong (Sandi), TPS 41 Kelurahan Cilandak Timur, TPS 16 Kelurahan Sunter Jaya, TPS 32 Kelurahan Marunda, TPS 16 Keljrahan Penjaringan, TPS 17 Kelurahan Petamburan, dan TPS 7 Kelurahan P Panggang.

Demi memastikan data benar dan akurat, pengecekan berlapis memang dilakukan oleh Litbang Kompas untuk hitung cepat ini.

Tak heran, wajah-wajah serius dan suasana tegang kerap dirasakan di jam-jam pengolahan data hitung cepat.

Apalagi jika volume arus perolehan data semakin besar dan mendekati jumlah 100 persen.

Para anggota tim bahkan sampai diminta untuk sementara tidak meninggalkan ruangan dan bergantian jika ingin ke kamar mandi atau salat.

Saking seriusnya menatap layar komputer, beberapa dari mereka yang memunggungi monitor penghitung data suara bahkan tidak tahu sudah berapa perolehan data yang mereka garap.

Karena itu, beberapa kali koordinator tim membacakan hasil terbaru perolehan suara.

“Kurang 24 TPS lagi. Yuk, semangat,” demikian pesan seorang dewan pemantau tim Litbang Kompas, di jam-jam terakhir proses hitung cepat.

Para anggota tim kemudian bersorak sembari saling menyemangati.

Mendekati perolehan data 100 persen, beberapa dari anggota tim yang sudah menyelesaikan tugasnya mulai meninggalkan kursi mereka dan berkumpul dekat monitor penghitung data suara.

Mereka bersiap untuk melakukan hitung mundur menuju perolehan data 100 persen, yang akan menandai selesainya proses hitung cepat.

“Tiga… Dua… Satu!,” sorak para anggota tim, sembari seorang validator memvalidasi data terakhir.

Hasil akhir hitung cepat Kompas berakhir diungguli Anies-Sandi dengan perolehan suara 58 persen. Sedangkan, Ahok-Djarot berakhir bertahan di 42 persen.

“Oke Oce! Oke Oce!,” sorak para anggota tim lagi, sambil membentuk simbol OK menggunakan jari, seperti yang sering dilakukan Anies-Sandi ketika berkampanye.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *