Bom “Meledak” di Renon Denpasar, Begini Simulasi Penanganan Korban

DENPASAR – National Critical Care And Trauma Response Centre (NCCTRC) Australia bersama BPBD Provinsi Bali mengadakan pelatihan Major Incident and Medical Management Support (MIMMS) di lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Selasa (30/5/2017) sore.

Kepala BPBD Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang ikut menyaksikan kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan tersebut merupakan simulasi dalam hal menangani peristiwa atau krisis-krisis bencana seperti teror bom dan berbagai macam peristiwa massal lainnya terkordinasi dengan baik dan cepat.

“Ini merupakan simulasi untuk meningkatkan kemampuan manajemen dalam hal menangani sebuah peristiwa, insiden-insiden dengan baik dan cepat,” ujarnya.

Hal ini sangat penting untuk Bali maupun Australia.

Pelatihan ini melibatkan banyak instansi, seperti RSUP SanglahDenpasar, RS Kesdam, RS Polda, PMI, BPBD, RS di lingkup Sarbagita Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar.

Sekitar 25 peserta dari berbagai instansi yang mengikuti pelatihan tersebut, termasuk management ambulance, damkar dan polisi.

“Bukan hanya menolong dan mengobati, tapi bagaimana juga harus bisa mengidentifikasi korban mana yang harus pertama ditangani. Termasuk bagaimana menggerakkan ambulans. Seorang petugas Damkar atau polisi juga sama, harus bisa menangani langsung di tempat kejadian,” ujar Indra.

Sementara itu, Eko Wardani, anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Bali yang merupakan peserta dalam pelatihan tersebut menceritakan, simulasi yang digelar menggambarkan pertemuan antara pemimpin nasional dan internasional yang diselenggarakan di Bali.

Kemudian hadir juga para demonstran dalam negeri maupun luar negeri yang datang untuk melakukan aksi-aksinya.

Mendadak, saat itu juga terjadi suatu peristiwa ledakan bom.

“Di sinilah, kami ditugaskan untuk koordinasi dan melakukan pertolongan dengam baik dan cepat. Dalam skenario itu kami dibagi empat grup. Ternyata praktiknya tak seindah teori. Dalam pelatihan ini banyak yang harus kami perbaiki,” ujar Eko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *