Masyarkat Bali Kecewa Presiden Tak Buka Pesta Kesenian Bali 2017

Denpasar | Presiden RI Joko Widodo dipastikan tidak akan hadir membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39, Sabtu (10/6) hal tersebut telah dikonfirmasi melalui Kepala Dinas Kebudayaan Bali, Dewa Putu Beratha di Denpasar, Jumat (9/6).

“Kami sudah mendapat kepastian dari pusat lewat protokol kantor gubernur bahwa nanti yang akan melepas pawai adalah Menteri Dalam Negeri, akan hadir juga Menteri Pariwisata. Pak Presiden tidak hadir mungkin karena ada kegiatan yang penting, yang beliau tidak bisa tinggalkan,” ujanya

Hal tersebut telah memantik kekecewaan banyak kalangan di Bali. Presiden Jokowi memang tidak wajib hadir membuka PKB. Tapi masyarakat Bali sudah terlanjur merawat sejarah dan kebanggaan, bahwa pembukaan PKB biasanya selalu dibuka presiden. Tengok saja selama 10 tahun terakhir pelaksaan PKB, selalu dibuka presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY).

Selama dua periode menjadi presiden, SBY tak pernah absen membuka PKB. Kehadiran presiden membuka PKB telah memberikan kebanggaan luar biasa bagi masyarakat Bali. Namun, perlakuan berbeda terhadap masyarakat Bali ditunjukkan presiden Jokowi.

Pada tahun pertama kepemimpinannya, Jokowi juga tak hadir membuka PKB. Padahal beberapa hari sebelumnya, presiden Jokowi, sebagaimana diungkapkan gubernur Bali Made Mangku Pastika, sudah mengonfirmasi akan hadiri pembukaan PKB.

Sejatinya kehadiran presiden Jokowi pada Pembukaan PKB sangat dinanti-nantikan masyarakat Bali. Ternyata presiden Jokowi yang mendapat dukungan suara lebih dari 70 persen dari Bali pada Pilpres tahun 2014 itu hanya menugaskan tiga menterinya untuk hadir membuka acara tersebut diantaranya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo didamping Menteri Pariwisata Arief Yahya yang akan melepas pawai PKB di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon. Sedangkan Menteri Koordinator PMK Puan Maharani untuk membuka PKB pada malam hari di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar.

Walaupun mengutus tiga menteri, masyarakat Bali rupanya tetap kecewa terhadap sikap presiden Jokowi tersebut karena sudah dua kali sejak pemimpin Indonesia Jokowi tidak hadir.

Ketua LSM Jarrak Bali Pande Wacika mengatakan kekecewaannya dan menyayangkan ketidakhadiran presiden Jokowi pada pembukaan PKB. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa itu merupakan indikasi wakil-wakil Bali yang ada dipusaran pemerintahan  saat ini dirasa minim komitmen dan kemampuan untuk menyakinkan presiden tentang pentingnya Pesta Kesenian Bali bagi masyarakat Bali.
Menurut dia, masyarakat Bali selalu mengukur kepedulian seorang presiden untuk Bali, salah satunya dengan kehadirannya membuka PKB. PKB merupakan event besar bagi masyarakat Bali,  selain sebagai tempat pelestarian seni budaya Bali, juga sebagai alat untuk melakukan promosi wisata pada dunia internasional. Dalam PKB di Bali bukan hanya duta kesenian dari kabupaten kota di Bali saja yang unjuk kebolehan melainkan dari luar Bali bahkan Manca Negara juga ikut ambil bagian. Bahkan pada kegiatan upacara besar di Bali seperti Eka Dasa Rudra dan Panca Walikrama yang digelar di Besakih dan Pura Batur selalu dihadiri oleh presiden sebelumnya

“Ekspektasi rakyat Bali sangat besar terhadap presiden Jokowi karena rakyat Bali memberikan suara yang sangat signifikan mencapai 70 persen lebih pada Jokowi pada pilpres lalu. Namun kepedulian Jokowi terhadap Bali setelah terpilih tidaklah begitu besar. Indikator jelas yang bisa diukur rakyat adalah ketidakhadirannya  pada pembukaan PKB. Kita kecewa dan saya yakin masyarakat Bali juga sangat kecewa,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *