BAWEN – Lina (48) terkejut bukan kepalang, ketika melihat truk tronton melaju kencang ke arah warung tempat jualannya. Tanpa pikir panjang, pemilik warung di depan pabrik Apac Inti Corpora, Jalan Raya Semarang-Solo, Harjosari, Bawen, itu pun segera berlari meninggalkan warungnya.

“Tadi terdengar bunyi keras ‘duarrrr’, lalu saya lihat ada bodi truk (tronton) yang berjalan sendiri, posisinya miring. Dari arah turunan Bawen ke arah sini (warungnya),” kata Lina kepada Tribun Jateng.

Lina berada di lokasi kejadian, saat kecelakaan karambol terjadi di depan pabrik Apac Inti Corpora, Selasa (29/8) pukul 13.45 tersebut.

Dalam kejadian yang melibatkan truk tronton H 1636 BP, truk bermuatan kayu H 1578 RG, mobil box H 1847 HD, serta sejumlah sepeda motor itu, lima korban meninggal dunia dan beberapa orang lainnya luka-luka.Kecelakaan terjadi di jalan raya Semarang – Solo tepatnya di depan pabrik Apac Inti, Bawen, Kabupaten Semarang, Selasa (29/8/2017). (TRIBUNJATENG/SUHARNO)

Sopir truk tronton, yang belum diketahui identitasnya, meninggal di lokasi kejadian.

Lina mengaku masih syok atas peristiwa yang terjadi di depan matanya. “Melihat bodi truk yang mengarah ke warung saya. Saya kaget lalu lari. Pikiran saya lari ke jembatan penyeberangan (berada di depan Pabrik Apac Inti). Saya gak urus warung, dan mencoba lari,” sambungnya.

Dia bersyukur, warung sayuran miliknya tidak terkena body truk tronton tersebut. Bodi tronton berhenti dua meter dari warung tempatnya mengais rezeki. “Saya tidak tahu kejadian persisnya, yang saya pikir hanya untuk menyelamatkan diri. Ini kaki saya masih ngewel (gemetaran–Red),” tandasnya.

Sementara itu, sopir truk pengangkut kayu, Rohmad, menceritakan, dia kaget saat truk tronton menabrak truknya dari belakang.

“Truk saya terdorong dan akhirnya menghantam warung es degan. Untungnya, saat itu, warung dalam kondisi sepi,” katanya.

Selain menghantam truk yang dikendarainya, truk tronton yang diduga mengalami rem blong saat melintas di turunan Bawen, dikatakannya juga menghantam mobil box.