Validasi Data Nasabah, Bank Mantap Kerjasama Dirjen Dukcapil

Penandatanganan PKS antara Bank Mantap dengan Dirjen Dukcapil Kemendagri di Sanur, Denpasar, Senin (18/12/2017).


DENPASAR, JARRAKPOS – Bank Mandiri Taspen Pos atau dikenal dengan Bank Mantap untuk memastikan kebenaran data calon nasabah di dunia perbankan bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk memvalidasi data calon nasabah. Hal tersebut diungkapkan Direktur Bank Mantap, Josephus K. Triprakoso disela penandatanganan perjanjian kerjasama Bank Mantap dengan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Sanur, Denpasar, Senin (18/12/2017) malam.

“Validasi data awal penting, apalagi bisnis pensiunan arahnya lebih banyak ke arah konsumer, artinya personal,” jelas Jose begitu kerap disapa seraya mengakui Bank Mantap perlu melakukan validasi data awal untuk memastikan calon nasabah. Diakui memang selama ini verifikasi calon nasabah menggunakan banyak cara, tapi dengan masuknya data dari dukcapil data ini lebih valid lagi. “Dengan adanya Dukcapil ini artinya di depan kita bisa menghindari resiko-resiko, kita cegah sebelum diproses lebih lanjut,” ujarnya.

Dijelaskan, melalui kerjasama ini petugas bank hanya perlu memasukkan Nomor Induk Keluarga (NIK) dari data calon nasabah sudah bisa terlihat lengkap. Dikatakan dengan kemudahan ini, bisa lebih efektif dan efisien. Jose juga menyampaikan apa yang telah dilakukan pihaknya selama ini bukan tidak berjalan, tapi dengan validasi awal semua prosedur bisa disederhanakan. “Jadi ketika calon nasabah datang tinggal memperlihatkan KTP nya saja, petugas akan bisa melihat data nasabah yang sistemnya terhubung ke pusat data di Dukcapil,” ucap Jose menjelaskan.

Masyarakat harus membedakan antara validasi data dengan Sistem Informasi Debitur (SID). Dijelaskan, jika ingin mengetahui portofolio pinjaman seseorang bisa melalui SID, artinya telah ada proses validasi sebelumnya, tapi arah menuju ke sana awalnya mesti melewati proses validasi data terlebih dahulu. “SID kita masih jalan. Prinsipnya validasi data dan SID cara untuk memitigasi resiko, apalagi kedepannya ekspansi kita akan lebih agresif lagi,” tandas Jose sembari menambahkan, Bank mantap kedepannya akan menjadi digital bank dan ini memudahkan dalam proses. “Sistem sudah siap, harapannya tahun depan sudah bisa diterapkan,” tukasnya.

Dari tempat yang sama Dirjen Dukcapil Kemendagri, Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh, S.H.,M.H., menyampaikan, penandatangan perjanjian dengan bank Mantap bagian dari pemanfaatan data dan dokumen kependudukan untuk mendukung pelayanan publik. Jika dicermati dalam perbankan ada empat masalah yang kerap menghantui dunia perbankan seperti, tata kelola, permodalan, profabilitas, serta NPL. Lantas apa yang dilakukan dukcapil yaitu dengan memberikan akses tata kelola.

“Ketika tidak ada lagi data berbasis foto copy, KTP merupakan instrumen penting dalam validasi penduduk. Karena dengan hanya melihat NIK di KTP data sudah bisa dilihat. Jadi cukup NIK maka seluruh identitas akan ditampilkan,” ucap Zudan. Bahkan dikatakan pula jika sistem validasi data sudah terintegrasi ke semua sektor, kedepannya masyarakat hanya cukup mengingat NIKnya saja, tidak perlu lagi memegang fisik KTP seperti sekarang. (kar/tak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *