Mengenang Desak Putu Kari, Istri Pejuang Sejati dan Pahlawan Keluarga

Desak Putu Kari, istri Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai (alm).


DENPASAR, JARRAKPOS – Sepeninggal Desak Putu Kari, istri Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai (alm) 10 Desember lalu, anak dan cucunya sangat merasa kehilangan. Karena Desak Putu Kari sudah dianggap pahlawan tidak hanya bagi bangsa Indonesia, tapi juga keluarganya. Bagaimana tidak, dalam keadaan hamil besar, ia menjadi target sasaran penjajah Belanda. Karena diyakini mengetahui persembunyian suaminya, I Gusi Ngurah Rai.

Salah satu Cucu Desak Putu Kari, Indha Trimafo Yudha ditemui Selasa (26/12/2017) menuturkan saat mengenang Desak Putu Kari di tengah kondisinya yang berat, tetap berusaha agar bisa hidup untuk mengasuh dan membimbing anak-anaknya kelak. “Di usia yang ke-94 tahun nenek kami tercinta Desak Putu Kari meninggalkan kami untuk menyatu dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Timbul rasa banga kami terhadap niang. Di samping sebagai istri seorang pahlawan nasional, niang adalah seorang pejuang layaknya veteran dengan penderitaan yang tak kalah pedihnya,” beber Mantan Ketua BPD HIPMI Bali itu.

Di usia yang masih sangat belia tanpa tahu keberadaan sang suami, ibu dari 2 orang anak serta dalam kondisi hamil tua menanti kelahiran putra ke-3. Namun demikian, demi memberikan dukungan kuat kepada suami di dalam perang kemerdekaan, Desak Putu Kari dan anak-anaknya tidak luput dari penjara dan mendapatkan siksaan seperti tahanan pejuang-pejuang lainnya. Sebagai istri komandan pasukan gerilya, hidup dalam kejaran penjajah, ia berusaha mencari perlindungan dari satu rumah ke rumah yang lain.

Dalam kondisi seperti saat itu tidak semua berani menampung niang. “Tetapi syukurlah pada saat di Puri Satria dimana putra ke-3 akan segera lahir, niang diantarkan ke RS Wangaya, dibantu oleh Ibu Sri istri dari seorang Veteran I Gusti Ngurah Raka dari Puri Grana (pemilik Hotel Denpasar) yang saat itu bertugas sebagai bidan di RS Wangaya,” ujar Ketua PUTRI Bali itu seraya menyebutkan berita kelahiran putra ketiganya pun disampaikan kepada I Gusti Ngurah Rai yang saat itu sedang bergerilya di hutan. Berita bahagia itu disampaikan oleh Ibu Desak Raka Nadha (Istri Pendiri Pers Bali Post).

Betapa senang hati I Gusti Ngurah Rai mendengar berita tersebut. Namun karena keadaan, kerinduan akan anak-anaknya tidak tersalurkan. “Begitulah penderitaan niang sebagai istri komandan pasukan gerilya. Sesuai dengan cerita niang yang diturunkan kepada kami. Niang adalah bagian dari sejarah. Memiliki sifat yang keras namun terkenal sangat bijak. Niang tidak pernah berfikir untuk mengharap tanda jasa,” tutur Indha sedih mengenang jasa-jasa Desak Putu Kari melindungi I Gusti Ngurah Rai pun diakui Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Bali.

Menurut fakta di lapangan yang disampaikan Ketua LVRI Bali, I Gusti Bagus Saputera dalam surat, Desak Putu Kari adalah seorang pejuang wanita sejati. Di samping I Gusti Ngurah Rai sebagai suami yang hebat terdapat pejuang dari istri sejati. Pada tanggal 28 Desember 2017, jenasah Desak Putu Kari akan dipelebon di Setra Tua Carangsari. “Tanggal 28 nanti, jenasah akan diberangkatkan dari Denpasar ke Carangsari,” tutupnya. tra/tak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here