Jelang Musorkab, Demokrasi di Tubuh KONI Badung Dipertanyakan

BADUNG, JARRAKPOS – Menjelang Musyawarah olahraga Kabupaten (Musorkab) Badung tanggal 29 Desember 2017 kini mulai dipertanyakan, pasalnya ketua lama yang notabena mendapatkan dukungan tinggi untuk kembali menjabat dipatahkan oleh kebijakan Bupati Badung yang menginginkan ada satu calon tunggal lain. “Kepemimpinan Putu Raka dinilai sukses menghantarkan Kontingen Badung berturut-turut menjadi juara umum Porprov Bali, kenapa sekarang diminta mundur dari pencalonan ketua koni Badung?,” tanya salah satu Ketua Cabor di Badung yang enggan namanya disebutkan ditemui di Badung, Rabu (27/12/2017).

Berkenaan akan berakhirnya kepengurusan KONI Badung pada akhir tahun ini, pada tanggal 14 Desember 2017 telah dilaksanakan Pra Musorkab yang diikuti seluruh Cabor dan menghasilkan kesepakatan yang didukung hampir 90 persen suara yang menginginkan ketua KONI lama untuk kembali dicalonkan pada kepengurusan 4 tahun kedepan (masa bhakti 2017-2021). “Kemarin (14/12, red) seluruh cabang olahraga di Kabupaten Badung sudah sepakat untuk memilih ketua yang lama si putu raka, sepakat untuk memilih dia kembali menjabat sebagai ketua masa bhakti 2017-2021,” ujar salah satu Ketua Cabor yang meminta agar namanya tidak disebut,” bebernya.

Dia menilai, prestasi dan kinerja Ketua KONI Badung Putu Raka sudah berhasil menghantarkan Kontingen Kabupaten Badung sebagai juara umum Porprov di Singaraja dan Gianyar. Namun kejanggalan mulai terlihat pada pertemuan yang dirancang oleh Sekretaris KONI Badung yang juga saat ini menjabat sebagai Kadis Penda Badung. Dalam rapat terkait persiapan Musorkab Koni Badung tersebut malah muncul harapan yang menyarankan Ketua KONI Putu Raka untuk mengundurkan diri dari pencalonan sebagai Ketua KONI Badung 2017-2021, dengan alasan sudah ada calon tunggal yakni Made Naryana (Mantan Ketua KONI Bali) yang dikehendaki oleh Bupati Badung Nyoman Giri Prasta.

“Ini aneh, sudah pernah menjadi Ketua KONI Bali kok turun jabatan menjadi KONI Badung, apakah ini akan bisa menghantarkan Badung meraih dan meningkatkan prestasi atau malah stagnan, minimal atau malah turun. Jangan ibaratnya seperti mata uang Jepang yen, yen saja yen sing karena ini harapan dari pemerintah kabupaten Badung supaya di golkan satu calon yaitu Pak made Naryana,” celoteh sumber tadi.

Pada Musorkab yang akan diselenggarakan tanggal 29 Desember 2017 seluruh cabang-cabang olahraga yang bernaung di bawah KONI Kabupaten Badung memiliki hak suara untuk menentukan dan memilih nahkoda KONI Badung empat tahun kedepan. Adanya arahan dan kebijakan Bupati Badung dalam menentukan Ketua KONI baru dipandang seolah-olah sudah memberangus demokrasi yang ada di Badung. “Ya kan, kenapa tiba tiba ada pemilihan seperti ini? kenapa tiba-tiba pak ketua KONI Badung yang sudah 90 persen mendapatkan dukungan dari semua cabang olahraga kok tiba-tiba disuruh mengundurkan diri,” ungkapnya.

Munculnya kandidat baru yang didukung pihak pemerintah, seketika membuay ketua lama harus mengundurkan diri dinilai membuat demokrasi di tubuh KONI Badung mundur. Sebelumnya dari 39 Cabor hampir 90 persen menginginkan Putu Raka untuk dicalonkan kembali sebagai ketua karena baru menjabat satu oeriode dan dinilai tekah mampun meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Badung. “Tanggal 14 Desember kita sudah menyatakan dukungan dan kini malah digiring Sekum yang juga sebagai Kadispenda Badung mengarahkan supaya pak Putu Raka ini mundur, pertimbangannya karena pemerintah menghendaki satu calon yakni Pak Made Naryana, bagaimana nanti kalau prestasinya menurun dan para ketua Cabor belum mengenal tipe karakter pak Naryana apa bisa diajak kerjasama untuk meningkatkan prestasi atau tidak?,” imbuhnya.

Sumber ini juga berani mempertanyakan kinerja Made Naryana saat menjabat Ketua Koni Bali, sembari mengkonfirmasi Made Nariana dan Ketua KONI Badung Putu Raka, kenapa mundur dicalonkan kembali sebagai Ketua KONI Badung. Namun sayang hanya Putu Raka yang memberi keterangan dalam percakapan telepon yang berlangsung beberapa menit yang malah hanya mengapresiasi dukungan para Ketua Cabor yang berkeinginan kembali mencalonkan dirinya.”Ya nanti masyarakat yang menilai. Saya salut kepada temen-temen Cabor yang awalnya mendukung saya, tapi saya tetap memilih mundur. Saya tidak bersedia lagi dicalonkan saya mengikuti semua kebijakan bapak bupati, ” tegas Puru Raka singkat saat dikonfirmasi. kar/tak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *