NASIONAL

Menko Luhut Pandjaitan: “Jumlah Kasus Covid-19 Sudah Menurun, Wisata di Bali Segera Dibuka”

Jakarta, JARRAKPOS.com – Ada kabar gembira buat para pelaku pariwisata Bali. Pasalnya, pemerintah pusat berencana dalam waktu dekat akan segera membuka pariwisata Bali.

Nah, kabar gembira ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat rapat koordinasi untuk membahas pemulihan pariwisata Bali.

Dikutip dari Galamedianews melansir dari laman Maritim, Luhut mengungkapkan bahwa rencana pemulihan pariwisata di Bali didasarkan atas perkembangan kasus Covid-19.

Dia melihat kasus Covid-19 di Pulau Dewata sudah semakin menurun dalam beberapa minggu terakhir.

“Jumlah kasus Covid-19 di Bali dalam beberapa minggu terakhir ini telah menunjukkan penurunan,” tutur Luhut, 25 Februari 2021, dikutip media ini Galamedianews.

Menurut Luhut, dengan dibukanya pariwisata Bali maka memungkinkan kegiatan perekonomian di Bali bisa kembali dilanjutkan dengan penerapan kebijakan terukur.

Baca juga:  Mahkamah Konstitusi (MK) Tidak Mencabut PP 99 Tahun 2012 Yang Melarang Remisi Ke Koruptor.

“Penurunan tersebut terjadi karena diberlakukannya kebijakan pendekatan terukur dengan memperhitungkan dua faktor krusial,” ujar Menko Marves.

Dua faktor tersebut yakni memungkinkan kegiatan ekonomi untuk dilanjutkan, dan menegakkan penerapan protokol kesehatan di Provinsi Bali.

“Implementasi protokol kesehatan di seluruh Bali, termasuk di tingkat desa,” ucap purnawirawan bintang empat di pundak itu.

Luhut mengungkapkan bahwa tidak menutup kemungkinan pariwisata di seluruh Bali akan segera kembali dibuka.

Akan tetapi, pemerintah daerah dan Satgas serta aparat keamanan perlu melakukan sosialisasi soal regulasi tata cara pariwisata di Bali, terutama turis bagi asing.

Saat ini peraturan protokol kesehatan yang sudah berjalan di Bali yaitu Penalty for Health Protocol.

Baca juga:  Mahfud MD : Gugatan Yusril Tak Ada Gunanya, Walaupun Dia Menang Tidak Akan Menjatuhkan Demokrat

“Aturan tersebut dengan tahapan awal sosialisasi dan publikasi mengenai praktek protokol kesehatan, pemantauan, pelanggaran, dan peringatan pertama,” ungkap Luhut.

Pelanggaran tahap akhir dari aturan tersebut bisa dikenai penalti administratif hingga deportasi bagi turis asing ke negara asal.

Kemudian, Luhut menjelaskan bahwa pemerintah sedang menjalankan program vaksinasi tahap dua.

Dalam vaksinasi tahap kedua ini, pelaku pariwisata masuk ke dalam kelompok petugas publik yang turut divaksin.

Luhut menerangkan rencana vaksinasi terhadap sekira 13.000 pekerja rumah sakit di Bali dan diharapkan bisa menumbuhkan kepercayaan bagi para wisatawan.

“Pemerintah Indonesia terus meningkatkan fasilitas terkait Covid-19 di seluruh Bali, termasuk persiapan untuk KTT G-20 mendatang di Bali,” katanya.

Baca juga:  KUMHAM Jabar Adakan Kualifikasi Perlombaan Menembak Untuk MENKUMHAM CUP Melalui KANWIL CUP

Selain akan diselenggarakannya KTT G-20, Indonesia akan mengundang Kedutaan Besar Asing untuk melakukan kunjungan lapangan di Bali.

“Untuk menyaksikan secara langsung langkah-langkah pengendalian Covid-19 yang diterapkan untuk menyaring dan melindungi wisatawan asing,” tutur Menko Marves.

Kedutaan Besar dari berbagai negara diminta untuk melakukan konfirmasi atas warga negaranya masing-masing yang tinggal di Bali agar mematuhi protokol kesehatan.

Dalam rapat virtual ini, turut hadir Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Kemudian Gubernur Bali I Wayan Koster serta beberapa perwakilan dari Kedutaan Besar yang menyatakan setuju atas kebijakan yang berlaku di Indonesia. frs/jmg/*

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button