INTERNASIONAL

Afghanistan : 30 Orang Tewas, Akibat Sebuah Bom Mobil Meledak di Tengah Kota Logar Timur.

International.Jarrakpos.com.Kabar mengagetkan datang dari Afghanistan yang dikabarkan telah terjadi bom mobil. Dikabarkan bahwa sebuah bom mobil meledak di Afghanistan, Jumat (30/4).

Presiden Ashraf Ghani menduga Taliban merupakan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Seperti yang di lansir dari BBC, menjelaskan bahwa dilaporkan di antara ke-30 orang yang tewas beberapa di antaranya merupakan pelajar.

Pasalnya, sejumlah pelajar dikabarkan tengah tinggal di pesanggrahan yang berada di Pul-e-Alam, Ibu Kota dari Provinsi Logar Timur.

Baca juga:  Dunia di Kejutkan Dengan Khabarnya Miliader, Bill Gates dan Melinda Gates Resmi Bercerai.

Sedangkan puluhan orang lainnya dikabarkan mengalami cedera.

Seumlah gedung pun mengalami kerusakan karena ledakan tersebut termasuk pesanggrahan milik warga sipil.

Dikutip dari BBC, saksi mata menggambarkan bagaimana atap runtuh dan korban terjebak di bawah reruntuhan.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan yang terjadi ketika warga tengah berbuka puasa.

Sementara itu, Kepala Dewan Provinsi Logar, Hasibullah Stanekzai mengungkapkan para pelajar tersebut tengah bersiap untuk ujian masuk universitas.

Sedangkan Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, Tariq Arian mengungkapkan setidaknya ada 90 orang yang cedera.Ia juga mengungkapkan ledakan tersebut membuat area sekitar menjadi rusak, termasuk rumah pribadi dan juga rumah sakit.

Baca juga:  Ketua Milisi Kelompok Bersenjata Terbesar di Kongo Takluk kepada Satgas BGC Kontingen Garuda

“Atap rumah runtuh dan banyak orang terperangkap di bawah reruntuhan. Petugas keamanan saat ini tengah berusaha menyelamatkan semua yang terperangkap,” katanya.

Juru Bicara Gubernur Logar, Didar Lawang mengatakan mobil yang meledak berada di dekat rumah dari mantan kepala dewan provinsi dan tak jauh dari rumah sakit.

Sejak Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden mengungkapkan akan menarik mundur pasukannya dari Afghanistan yang akan diselesaikan pada 11 September mendatang, kekerasan dan kekacauan kian menjadi di sana.

Baca juga:  Hadapi May Day Besok, Polda Sulteng Siaga Penuh

Kedutaan Inggris di Kabul pun mengutuk keras serangan tersebut.“Kekerasan tanpa alasan kepada masyarakat sipil harus dihentikan,” bunyi pernyataan mereka.

 

Dikutip Dari : BBC
Editor : kurnia

Tinggalkan Balasan

Back to top button