POLITIK

Hanya Resmi Kantongi Rekomendasi Gerindra dan NasDem, Diatmika-Muntra Tak Menyesal


Badung, JARRAKPOS.com – Pasangan calon (Paslon) I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan I Wayan Muntra (Diatmika-Muntra) secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) Rekomendasi dari DPP Partai Gerindra secara simbolis di Warung Mina, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Rabu (2/9/2020). Bertepatan hari baik Purnama Ketiga ini, Ketua DPC Partai Gerindra Badung, I Wayan Disel Astawa menyerahkan rekomendasi Diatmika-Muntra disaksikan beberapa pengurus Koalisi Rakyat Badung Bangkit (KRBB) serta sejumlah pengurus Gerindra Badung dan Relawan Diatmika-Muntra. Setelah menerima rekomendasi tersebut, Paslon “Notaris” ini hanya resmi mengantongi rekomendasi Gerindra dan NasDem yang jauh lebih dulu diserahkan.

1bl#bn-29/8/2020

Pada kesempatan itu, Agung Diatmika menyempatkan membaca curahan hatinya. “Terima kasih sebanyak-banyaknya atas kepedulian dan bantuan rekan-rekan dan semua pihak. Ada relawan, tokoh masyarakat, para pemuka agama, kalangan milenial, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebut satu per satu atas dorongan moralnya untuk mengarungi tahapan Pilkada Badung. Tanpa dorongan itu, niscaya saya tidak akan memiliki cukup keberanian terjun ke politik praktis yang penuh tantangan dan misteri seperti Pilkada Badung ini,” ungkap Agung Diatmika sebagai pembuka sebelum pernyataan sikapnya disaksikan Wayan Muntra terkait dinamika politik yang terjadi saat ini.

Ia pun menceritakan sedikit bagaimana proses sampai berada di titik ini. Awalnya saat dilamar menjadi bakal calon Bupati Badung oleh Koalisi Rakyat Badung Bangkit, pada Juli 2020 lalu, harus merenung cukup lama sebelum menyatakan kesanggupan untuk diusulkan oleh KRBB. Sebab, selain tidak punya pengalaman berpolitik praktis, juga perlu merenungkan apakah kehadirannya akan membawa manfaat bagi orang banyak. Selama ini dalam menjalani profesi maupun aktivitas sosial, Agung Diatmika selalu berusaha di jalan yang lurus. “Saya selalu berjalan seiring dan sepenanggungan dengan kawan yang bersama-sama berjuang. Bahkan kepada pihak yang berseberangan pun selalu, saya selalu menjalin hubungan baik dimana perbedaan demi perbedaan adalah sesuatu yang indah untuk diharmoniskan,” tandasnya.

Baca juga:  Sanjaya Gotong Royong Bantu Korban Terdampak Bencana
1bl#bn-28/8/2020

Karena itu dalam proses politik, ia pun berusaha mencari kawan yang mau dan ikhlas mengulurkan tangan dalam perjuangan yang jelas butuh pengorbanan, sekurang-kurangnya pengorbanan waktu. Satu hal yang disyukuri, sampai kini mendapat banyak kenalan baru. Selain memberi hatinya, mereka juga menitipkan aspirasi agar berani melakukan perubahan menuju ke titik lebih baik lagi daripada situasi yang sudah baik saat ini di Kabupaten Badung. “Hal itu semua kian menguatkan tekad saya bahwa saya sudah berada di jalan yang benar untuk mengabdi secara lebih luas untuk masyarakat Badung. Proses dan mekanisme untuk diusung sebagai bakal calon kepala daerah Badung sudah saya jalankan bersama Pak Wayan Muntra. Mulai dari tahapan di koalisi hingga masing-masing internal partai. Partai Nasdem bahkan sudah menyelesaikan rangkaian proses itu dengan adanya rekomendasi dari DPP partai,” jelasnya.

Namun, hasil akhirnya ternyata tidak memihak Diatmika-Muntra bisa mulus mendaftar sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Badung, karena Partai Golkar sebagai pihak yang sebelumnya paling bersemangat mengajukan Diatmika-Muntra sebagai pasangan calon, ketika menjelang kompetisi dimulai justru berbalik badan. Untuk diketahui, persoalan terbesar bukanlah karena tidak jadi mengikuti pilkada. “Bukan itu sama sekali. Namun, kami merenungkan, mengapa kami sampai gagal memperjuangkan banyaknya aspirasi masyarakat Badung yang dititipkan ke kami. Kami sadar masyarakat yang mendatangi dan kami datangi pasti kecewa saat ini disitu pula letak kekecewaan terbesar kami sebagai pihak yang diamanahkan menghadirkan perubahan,” paparnya, seraya mengakui jika ada yang bertanya apakah menyesal sekarang? “Munafik bila saya menjawab tidak. Tetapi, bagi saya tak kurang banyak hal positif yang saya peroleh dari perjalanan sejak sebulan terakhir ini. Pergaulan yang lebih luas, bertemu orang baru, dan masih banyak lagi,” sebutnya.

1bl#ik#13/8/2020

Satu keberuntungan terbesar adalah sampai dengan detik akhir rekomendasi Golkar dikeluarkan, dikatakan para pendukung masih setia bersama Diatmika-Muntra. Isu Golkar akan meninggalkan Diatmika-Muntra tidak menggoyahkan semangat mereka untuk terus berjuang dan menolak menyerah. “Merekalah pihak-pihak yang kebaikannya tidak mungkin bisa saya balas,” katanya sekaligus menerima banyak hikmah dari semua ini. “Kata seorang teman saya, pada saat kita sukses maka teman kita tahu siapa kita. Namun, saat kita susah, kita tahu siapa teman kita. Untuk diketahui dan dicatat, langkah saya untuk berbuat dan mengabdi di masyarakat sama sekali tidak terhenti karena kenyataan saat ini. Sebab, saya tanpa berpolitik pun tetap menjadi bagian dari masyarakat. Saya dilirik oleh partai karena keberadaan saya di tengah masyarakat. Saya adalah milik masyarakat. Saya sejujurnya tidak suka keadaan ini, tapi saya wajib berjiwa besar untuk menerima. Sikap ini merupakan tindakan yang merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai warga Badung, dan saya mohon kepada semua pihak yang mendorong dan bersimpati kepada kami agar turut berjiwa besar,” imbuhnya.

Baca juga:  Made Urip Guyur Bantuan Pertanian Rp1,322 Miliar di Kabupaten Bangli

Kepada Partai Nasdem yang sudah memberi rekomendasi, Diatmika juga menghaturkan terima kasih tak terhingga. Meski hanya orang baru di kancah politik, kader Partai Nasdem sedikit pun tak ada ragu memberi amanah untuk berkompetisi di pilkada. “Kepada sahabat di Gerindra Badung, saya mengucapkan ribuan terima kasih atas dorongan moral yang tidak lelah dipompakan, bahkan setelah saya terbukti tidak ada kesempatan menjadi calon kepala daerah. Kami justru berutang budi kepada Nasdem dan Gerindra, karena belum mampu menunaikan komitmen kami untuk menghadirkan perubahan di Badung. Kekuasaan bukanlah tujuan bagi kami, kekuasaan adalah alat untuk menggapai tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Badung, yang berkeadilan sosial,” tambahnya dan tidak lupa mengucapkan terimasih khusus kepada relawan dan semua pihak yang tidak kenal lelah mendorong dan menuntunnya. “Rasanya hanya Tuhan yang mampu membalas kebaikan dan ketulusan hati rekan-rekan semua. Saya percaya, persahabatan dan persaudaraan pada hari ini tidak akan putus meski kita tidak lagi dalam satu bahtera bernama pilkada. Pedang yang tajam lahir dari besi yang ditempa panasnya api, bukan dari sejuknya hawa pegunungan,” tutupnya.

Baca juga:  Ketua Demokrat Bali Minta Hapus Pasal Rugikan Pekerja
1bl#ik-8/8/2020

Di sisi lain, Wayan Muntra mengakui merasakan hal yang sama, tapi tidak mau larut lebih dalam lagi dari yang terjadi sebelumnya. “Saya punya prinsip, hari esok masa depan yang hari terbaik buat saya,” ujar mantan Ketua DPD Partai Golkar Badung itu. Apalagi saat ini sudah membuktikan Partai Gerindra dan NasDem bukan partai kecil, tapi partai besar yang mempunyai harapan untuk membesarkan badung. “Daripada bilang diri kita besar, tapi pikirannya kecil. Inilah yang berbahaya. Jadi Gerindra dan NasDem itu bukan partai kecil dan saya bangga bersama senior I Gusti Ngurah Agung Diatmika untuk berharap membangun Badung lebih baik,” tandasnya. Bahkan dirinya merasa tidak menyesal setelah berkali-kali dihianati oleh elit partainya sendiri. “Pak Ngurah Diatmika menyapaikan menyesal? Saya tidak menyesal. Tapi apakah saya kecewa? Saya kecewa, karena saya ini masih duduk di Bakumham Golkar Bali. Induk partai saya sudah memproses dari bawah, hingga terbentuk KRBB sampai tiga partai bergabung dan atas inisiator Golkar sudah mengajukan ke DPP masing-masing partai. Tapi ternyata yang lolos rekomendasinya hanya Gerindra dan NasDem. Ada apa di tingkat elit partai? Saya tidak tahu. Sampai duduk di sini saya masih bertanya,” sesalnya.

Jagalnya lagi menurut Wayan Muntra pertimbangan DPP Partai Golkar menjatuhkan rekomendasi ke pihak lawan karena berdasarkan hasil survei. Jika pertimbangan berdasarkan survei atau Golkar selalu ingin bersama penguasa, Wayan Muntra pertanyaan kenapa Denpasar, Jembrana, Bangli dan Tabanan tidak bersama partai pengusa? “Jika berdasarkan survei apakah survei calon Golkar di Denpasar, Tabanan, Bangli dan Jembrana lebih tinggi dari pasangan lawan? Tapi saya ini sudah taat mekanisme dan sudah berproses dari bawah. Karena itu, saya merasa bangga bersama orang-orang dari Sementon Diatmika-Muntra,” pungkasnya. aka/ama/ksm


Close