POLITIK

Made Urip Guyur Bantuan Pertanian Rp1,322 Miliar di Kabupaten Bangli


Bangli, JARRAKPOS.com – Usai menyebarkan bantuan penguatan dan ketahanan pangan, berupa program budidaya ikan Lele dengan sistem Bioflok di Jembrana dan Tabanan, Kamis (1/10/2020), kini giliran Kabupaten Bangli diguyur bantuan apirasi di sektor pertanian oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs I Made Urip, M.Si. Bantuan senilai total Rp1,332 miliar ini, diserahkan secara simbolis oleh Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi pertanian dan lingkungan hidup tersebut, secara simbolis di Sekretariat DPC PDIP Bangli, Sabtu (4/10/2020). Penyerahan bantuan bersama Ketua dan Sekretaris serta Bendahara DPC PDIP Bangli I Nyoman Sedana Artha dan I Wayan Diar serta I Ketut Suastika beserta Anggota Fraksi PDIP DPRD Bali dan Bangli, I Nyoman Budi Utama dan I Ketut Mastrem, yang dihadiri para pengurus kelompok tani penerima bantuan se-Kabupaten Bangli.

Ikuti Polling Pilkada Bangli pada Tanggal 9 Desember 2020

Bantuan aspirasi tahun 2020 ini, berupa 7 unit handtraktor roda senilai Rp210 juta, 1 unit handtraktor roda 4 senilai Rp385 juta, 3 unit cultivator senilai Rp33 juta, bantuan 3 kelompok program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) sebesar Rp150 juta, 2 kelompok program UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik) senilai Rp400 juta, program Bioflok total Rp360 juta.

1bl#ik-15/9/2020

Usai menerima bantuan, Kadek Sulastri selaku Pendamping KWT Songan A dan B dan Mekar Sari Jehem mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diperjuangkan Made Urip bersama Sedana Artha dan Wayan Diar sebagai tokoh PDI Perjuangan yang sangat rajin turun membantu petani dan krama subak di Bangli. “Bantuan Pak Urip senilai Rp50 juta di masa pandemi Covid-19 ini, sangat bermanfaat bagi kelompok kami. Dimana dari bantuan ini, kami bisa menyediakan sayuran untuk membantu pendapatan keluarga,” bebernya. Ditambahkan Anggota Kelompok Tani Amera Buana, I Nyoman Sudiarsana, juga mengucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuan Made Urip bersama Sedana Artha dan Wayan Diar selama ini. “Bantuan alat pertanian ini, sangat dirasakan manfaatnya, sehingga ke depan selaku petani bisa lebih maju,” tutupnya. Di sisi lain, Sang Nyoman Sedana Artha yang juga Wakil Bupati Bangli ini, mengakui bantuan sektor pertanian yang difasiltasi Made Urip ini, sebagai sektor yang menjadi andalan ke depan. Sesuai arahan Made Urip, juga berkomitmen membangun sektor pertanian, sehingga tidak ada lagi hasil pertanian yang diproduksi harus dijual ke luar Bangli. Karena itu ke depan, Sedana Artha bersama dukungan Made Urip dengan jaringan kementerian di Komisi IV DPR RI bisa memberi jalan, bagaimana para petani di Bangli bisa mempunyai Pasar Induk Sentra Pertanian sebagai kebanggaan petani di Bangli.

Ikuti Polling Pilkada Karangasem pada Tanggal 9 Desember 2020

“Sangat ironis seperti sayuran dari Songan, Kintamani harus dijual ke Pasar Galiran, Klungkung. Nah, malah pedagang pasar di Bangli, seperti Kayuambua harus membeli sayur di Pasar Galiran, baru bisa dijual lagi ke Pasar Induk di Bangli,” sesalnya. Pada kesempatan itu, Made Urip mengungkapkan, kali ini menyerahkan bantuan untuk para penerima bantuan baik Alsintan, KWT (Kelompok Wanita Tani) penerima Bank Pesona atau KRPL, dan bantuan UPPO yang diberikan berupa sapi dan kandangnya untuk menghasilkan pupuk organik karena kebutuhannya semakin tinggi dan sangat baik memperbaiki hara tanah pertanian. “Sekarang ini kualitas tanah kita terus menurun kualitasnya. Makanya kita bantu dengan pupuk organik,” katanya. Selain itu, juga diberikan bantuan untuk penerima Bioflok dengan total dana hampir Rp200 juta untuk pengembangan budidaya ikan Lele. “Di Jembrana sudah ada hanya 35 hari sudah panen. Kalau di Tabanan sudah menebar benihnya bisa ribuan di 8 kolam sangat besar,” jelasnya, seraya menyebutkan bantuan ini untuk memperkuat ketahanan pangan khususnya yang ada di pedesaan. Apalagi kondisi ekonomi, akibat dampak Covid-19 sangat luar biasa merusak sendi-sendi kehidupan dan perekonomian Bali. Terbukti pertumbuhan ekonomi makin melemah dan hampir minus 15 persen akibat terpukulnya sektor pariwisata.

Baca juga:  Made Urip Turunkan Bantuan Sarana Persampahan di Tabanan
1bl#bn-15/9/2020

“Tingkat hunian hotel, restoran kosong atau nol persen. Karena kita hidup hampir 70 persen di sektor pariwisata. Nah ini memberi dampak luas bagi pekerja pariwisata, sehingga harus kembali ke sektor pertanian. Maka itu sektor pertanian ini, sebetulnya sebagai dewa penyelamat bagi kita di Bali,” tandas anggota dewan di Senayan yang dijuluki Wakil Rakyat Sejuta Traktor ini, sekaligus berharap bantuan ini bisa memperkuat kembali sektor pertanian. Karena jika hanya mengandalkan APBD saja, tidak akan mungkin menggarap sektor pertanian dengan baik. Maka itu, harus dicari penguatan modal, program pertanian dan akses yang lain lewat APBN. Apalagi pendapatan daerah saat ini, juga berkurang dan semua target tidak tercapai. “Untuk itu mari kita tekuni sektor pertanian ini, termasuk sub sektor perkebunan, seperti Kopi dan Jeruk Kintamani harus diperkuat itu. Karena kita di desa masih bisa menjaga ketahanan pangan kita. Bayangkan jika yang hidup di kota dan hidup dari sektor pariwisata, jika punya hutang atau cicilan, akan betul-betul akan terdampak di masa pandemi ini. Tapi kalau di pedesaan kan tidak akan terasa pandemi ini, karena kebutuhan untuk makan bisa terpenuhi,” beber politisi senior asal Desa Tua, Marga, Tabanan tersebut.

Ikuti Polling Pilkada Badung pada Tanggal 9 Desember 2020

Maka itu, seluruh petani dan krama subak diajak menekuni sektor pertanian dengan serius, terutama para kelompok peneriman bantuan agar digunakan dengan baik, seperti Alsintan, UPPO, KLPL maupun Bioflok agar bisa bermanfaat dan dipertanggungjawabkan. “Saya merasa bangga jika yang mendapat bantuan ada kemajuan, dan tingkat produksinya semakin baik, sehingga saya juga semakin semangat nanti membantu kelompok yang lain. Saya akan selalu membantu petani di seluruh Bangli, apalagi masih banyak bantuan yang bisa diakses, termasuk bantuan di lingkungan hidup dan perikanan sebagai sektor primer yang harus dipertahankan sebagai hajat hidup kita selama ini,” pungkas Made Urip. ama/jmg


Close