PARIWISATA DAN HIBURAN

Ratusan Turis Tiongkok Memilih Bali Gelar Gathering Bisnis


Kuta, JARRAKPOS.com – Ratusan turis atau wisatawan asal Tiongkok memilih berwisata sambil menggelar gathering di Bali yang berlangsung di Hotel Harris Sunset Road, Kuta, Selasa (4/12/2018). Sekitar 120 wisatawan insentif dari perusahaan bernama BK Token ini berada di Bali selama empat malam, lima hari. Gathering dilaksanakan di malam ke-tiga ini berlangsung sangat meriah yang diisi dengan acara motivas bisnis dan makan malam (dinner) yang disiarkan di Bali TV dan dimuat media POS BALI serta JARRAKPOS.com.

Ket foto : Gathering BK Token berlangsung sangat meriah yang diisi dengan acara motivas bisnis dan makan malam (dinner) yang disiarkan di Bali TV dan dimuat media POS BALI serta JARRAKPOS.com.

Tour guide dari Quarta travel, Yoseph setiawan saat mendampingi wisatawan Tiongkok ini membenarkan wisatawan yang dipandunya merupakan wisatawan insentif sebuah perusahaan investasi. Bernama BK Tokon yakni sebuah perusahaan berbasis platform bisnis terkait manajemen dan pembayaran berbasis digital teknoligi (bisnis investasi, red). Yoseph menjelaskan walaupun terjadi penurunan wisatawan tiongkok secara ordinery dan bergroup, namun Bali tetap menjadi salah satu tujuan utama wisatawan dari Negeri Tirai Bambu.

Baca juga:  Salaju Sampan Badunsanak di Kota Padang

Baca juga :

Angkat Potensi Wisata Kuliner dan Seni Bali, Anjangsana Taman Nusa Diberi Masuk Gratis

Dijelaskannya wisatawan Tiongkok terbagi menjadi beberapa macam, dua diantaranya yakni jenis wisatawan biasa dan wisatawan insentif atau tamu perusahaan yang diundang datang ke Bali untuk melaksanakan kegiatan gathering perusahaan. Bonus liburan selama empat malam, lima hari ini dimamfaatkan untuk mengunjungi beberapa tempat dan objek pariwisata, seperti Tanah Lot, Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi) serta beberapa objek lainnya termasuk water sports di kawasan Tanjung Benoa.

Ket foto : Gathering BK Token di Bali yang berlangsung di Hotel Harris Sunset Road, Kuta, Selasa (4/12/2018).

“Rata rata group-group ke Bali empat malam, lima hari. Mereka kebanyakan berlibur dan memakai satu malam untuk gethering atau dinner party,” jelas Yoseph yang telah menjadi tour guide Mandarin selama 27 tahun ini, juga memprediksi perkembangan kunjungan wisatawan tiongkok kedepan akan semakin baik. Penurunan kunjungan yang terjadi diakuinya karena adanya kebijakan dari pemerintah, disamping memang sedang memasuki low seasion. Dari informasi yang ia kumpulkan dari wisatawna Tiongkok, bahwa Bali masih menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di Asia disamping beberapa negara lainnya seperti Thailand dan Malaysia.

Baca juga:  Sugihan Jawa AMD Gelar Pakelem Pemahayu Jagat Untuk Keharmonisan Alam Bali

Baca juga :

d’Gobers Hostel Cocok Buat Backpackers, Mulai Menjamur Hotel Tamu “Kantong Tipis” di Kuta

“Intinya kami dari praktisi pariwisata dan komponen pariwisata masih sangat optimis dan percaya semangat pariwisata Bali akan pulih, kendati dalam dua bulan ini ada penurunan cukup fantastis. Itu lebih kurang 50-60 persen,” ungkapnya, seraya menambahkan kedepan akan banyak wisatawan Tiongkok yang akan datang ke Bali utamanya wisatawan berkelas fun trip termasuk wisatawan perusahaan yang sukses menjalankan bisnis dan mengajak karyawannya liburan insentif. Tentu saja ini tidak terlepas dari upaya pelaku pariwisata dan Pemerintah Provinsi Bali bersama stake holder yang terus melakukan promosi pariwisata Bali sejak 15 tahun laku.

Baca juga:  Ketua Dharma Wanita Pusat BNN RI Berwisata ke Karangasem

Dengan adanya pengaturan wisatawan Tiongkok di Bali kini sudah mulai terlihat wisatawan yang datang krbanyakan ada pada kelas menengah ke atas. Sehingga tour yang dilaksanakan benar-benar berkualitas mengunjungi objek wisata dan pertunjukan seni dan budaya. “Tour beberapa hari ini mampir tidak ada shopping, jadi benar-benar full ke objek wisata dan gethering. Perkembangan tour sekarang sangat berkualitas, wisatawan diajak berlibur, bermain dan mengetahui budaya Bali dan mereka tidak diarahkan ke toko-toko yang tidak memberikan devisa buat pariwisata Bali,” tutup Yoseph. eja/ama

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button