POLITIK

Partai Hanura Bidik Posisi Strategis, Tunggu Dinamika Pemilihan Walikota Tahun 2020


Denpasar, JARRAKPOS.com – Kehilangan dua kursi di DPRD Kota Denpasar tidak membuat komitmen Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) menurunkan kualitas kadernya untuk mengabdi dan membesarkan partai di masyarakat. Bahkan Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD Kota Denpasar saat ini yakni Ida Bagus Ketut Kiana, SH., sangat yakin tidak mampu membuat fraksi sendiri tidak mengurangi bargaining pilitik yang dimiliki, karena kader yang lolos Pileg 2019 sangat berkualitas dan siap berbicara demi kepentingan masyarakat secara luas. “Kebutuhan kita tidak ambisi sekali untuk merebut posisi di ketua fraksi, karena kita punya mekanisme untuk mengangkat citra partai. Untuk lima tahun ke depan akan membentuk bargaining politik agar mendapatkan posisi strategis di legislatif,” jelas Kiana di Denpasar, Rabu (5/6/2019).

Bn-5/6/2019

Ketua Lembaga Bantuan Hukum DPD Partai Hanura Provinsi Bali ini menjelaskan pada Pileg 2014 Partai Hanura berhasil merebut empat kursi di DPRD Kota Denpasar dan menurun menjadi dua kursi di Pemilu serentak 2019. Karena tidak mampu membentuk fraksi sendiri, maka bermodalkan dua kursi yang diraih, pihaknya tetap yakin akan diperhitungkan partai kuat atau oleh koalisi partai kecil dan dipercaya memegang peran strategis. Kekuatan ini juga menurutnya memiliki korelasi kekuatan politik yang patut diperhitungkan untuk pemilihan walikota saat Pemilukada 2020 di Kota Denpasar. “Terlebih bila dinilai kinerja anggota dewan kurang baik pihaknya siap mengkritisi dari dalam. Sekarang Hanura melihat dinamika politik yang akan terkadi di Kota Denpasar khusus kaitannya di 2020,” tegas Ketua Fraksi Partai Hanura 2014-2019 ini.

Baca juga : Membelot? Demer “Lengserkan” Enam Ketua DPD Golkar se-Bali

Ditegaskannya secara pribadi, saat ini sebagai ketua fraksi sehingga sangat sulit bila kedepan hanya menjadi anggota di koalisi partai kecil. Posisi tawar ini tentu saja akan membuka peluang untuk tetap menjadi ketua fraksi bila ada di koalisi partai yang memperoleh kursi sama-sama kecil hingga ketua komisi atau di kelengkapan dewan. Sehingga bila ini tidak mendapatkan perhatian yang baik dari rekan sesama dewan terpilih untuk periode lima tahun ke depan, maka Hanura akan siap mengkritisi kinerja dewan. Inilah yang ia tegaskan pentingnya wakil rakyat memiliki kualitas untuk menjalankan tugas legislasi, agar mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat. Dicontohkan bila ada pembahasan Perda yang berlarut-larut dan menghambat kegiatan di masyarakat, maka fungsi kritik akan dilakukan agar masyarakat mengetahui dengan cepat bahwa wakil rakyat yang bekerja untuk hal tersebut tidak sesuai harapan.

Bn-3/6/2019

“Nanti kalau kami di luar pagar tidak ada kesempatan untuk duduk di salah satu kelengkapan dewan atau di fraksi kami pasti mainnya di luar pagar. Dan berbicara realitas yang terjadi baik di dalam maupun di luar, dengan cara itu baru kami bisa mengangkat citra partai karena bicara fraksi kami bicara partai. Itu yang akan kita mainkan kalau kami bener-bener tidak mendapat perhatian dari partai lain untuk mengajak kita,” jelasnya yang akan dilakukan dari fungsi dewan. “DPR juga bagian dari pelaksana pemerintahan jadi benar-bener SDM harus ditingkatkan. Tidak bisa lagi ada dalih biaya besar sehingga kurang memperhatikan tugas pokonya, nah ini kita bisa mainkan. Memang resiko ada pasti temen-temen akan kurang senang, dongkel karena kita pun tidak dapat perhatian. Kan perhatian tidak diberikan kita bermain saja realitas yang terjadi,” tegas wakil rakyat yang meraih suara hampir empat kali lipat dari Pileg 2014 ini.

Baca juga : Ambil Ancang-ancang, Koalisi NasDem dan PSI Bentuk Satu Fraksi

Ditanya apakah Partai Hanura di Kota Denpasar akan merapat ke Partai besar dalam hal ini PDI Perjuangan, Kiana menjawab semua potensi ke arah sana sangat terbuka. Melihat masih tersisa waktu yang cukup panjang untuk melakukan komunikasi politik ia justru menegaskan akan memilih partai yang menbuka peluang luas agar bisa menjalankan peran sebagai wakil rakyat secara optimal. Disisi lain Panglingsir Griya Wanasari Sanur ini menegaskan akan berkoalisi dengan partai yang benar-benar bisa mengangkat citra Partai Hanura agar di Pemilu serentak selanjutnya kinerja petugas partainya semakin mendapatkan tempat untuk diterima masyarakat. “Menunggu dinamika, masih panjang waktunya. Karena semua ada kepentingan masing-masing partai. Kita berani untuk menunggu karena tidak ada ambisi merebut, hanya ingin bermain untuk mengarahkan tugas-tugas dan fungsi dewan dengan sesungguhnya,” tandasnya. eja/ama

Berita Terkait

Beri Komentar

Close