EKONOMI

Jelang Maret 2022 Penerbangan Australia ke Bali, Pemimpin Bali Harus Berinovasi Kebijakan Ekonomi

Denpasar, JARRAKPOS.com – Akan adanya penerbangan Australia ke Bali pada Maret 2022, merupakan sebuah angin segar untuk geliat perekonomian Bali. Maka dari itu, Pemerhati sosial dan Politik, Putu Suasta menegaskan untuk kembali membangkitkan perekonomian Bali perlu ada relaksasi pajak, yang tidak ditagih pada awal tahun, begitu juga dengan perbankan harus memberikan kesempatan lebih besar lagi kepada UMKM di Bali.

Tidak hanya itu saja Putu Suasta mengatakan, tata kelola pemimpin Bali harus membuat moratorium pembangunan hotel untuk menstabilkan ekonomi. “Pemimpin Bali harus lebih kreatif dalam membuat kebijakan-kebijakan ekonomi menjelang dibukanya penerbangan Australia ke Bali. Sebab, Bali hanya bergantung pada pariwisata saja, kalau tidak ada kebijakan mendukung pariwisata Bali bisa bangkrut, dan ujung PAD di Bali juga hanya mengandalkan pariwisata saja,” ungkapnya Minggu (5/9/2021) seraya menambahkan

Baca juga:  Tokoh Masyarakat Legian Mohon Kaji Kembali Pemberlakuan Kendaraan Ganjil Genap

Suasta menambahkan, di era pandemi dalam pemulihan ekonomi infrastuktur pertanian di Bali belum memadai. Pasalnya, culture masyarakat Bali bergerak pada jasa bukan pertanian. Hanya saja bisa dilakukan pertanian kebutuhan lokal yang harus digenjot, dan pasar domestik di Jakarta harus bisa masuk ke Bali dengan melonggarkan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) untuk memperlancar mobilisasi.

“Kalau bicara pemulihan, pertanian masih lama dan tidak memungkinkan,” jelas Suasta yang menamatkan pasca sarjananya di Cornell University, Amerika.

Baca juga:  Hanya Dengan Rp2600 Motor Listrik United T1800 Tempuh 60 Km Hemat Plus-Plus

Ditegaskannya, jelang dibukanya pariwisata Bali pada Maret 2022 pemerintah Bali harus membuka pelatihan-pelatihan kembali, dan pemerintah Bali harus bisa memainkan isu Covid-19 tidak perlu dilebih-lebihkan, seperti negara-negara lain yang hanya memprogres kemajuan saja yang efeknya menimbulkan kepercayaan pada wisatawan mancanegara.

“Kalau Bali di buka dan touris tidak ada karena takut ke Bali, kan sama aja bohong,” ucap Putu Suasta. tra/JP

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button