Kuatkan Tekad Maju DPD RI, Sekjen Laskar Bali Melukad di Pecampuhan Sala

Foto : Calon Anggota DPD RI, Ketut Putra Ismaya melukad di Pura Taman Pecampuhan Desa Pakraman Sala, Desa Abuan, Susut-Bangli, Minggu (6/5/2018).

[socialpoll id=”2499781″]


Bangli, JARRAKPOS.com – Menguatkan tekad secara mental dan spiritual ngayah nindihin gumi Bali untuk menuju kursi DPD RI, Ketut Putra Ismaya melukad di Pura Taman Pecampuhan Desa Pakraman Sala, Desa Abuan, Susut-Bangli, Minggu (6/5/2018). Datang selaku pribadi yang didampingi Agung Agni Adhyaksa Dhyatmika dari Jroan Kwanji, Abianbase-Gianyar, Sekjen Laskar Bali ini menguatkan keteguhan diri akan mengabdikan diri sepenuh hati untuk alam dan krama Bali, sesuai petunjuk Bhatara-Bhatari sesuhunan. Rombongan yang mengusung tagline KERIS (Ketut Putra Ismaya/Kesatuan Republik Indinesia) ini disambut langsung pemangku pura setempat dan Bendesa Desa Pakraman Sala, I Ketut Kayana.

Calon Anggota DPD RI Ketut Putra Ismaya didampingi Agung Agni Adhyaksa Dhyatmika (kanan) bersama Bendesa Desa Pakraman Sala, I Ketut Kayana (kedua dari kanan).

Ketut Kayana selaku salah satu pengemong pura menyampaikan apresiasi atas kehadiran I Ketut Putra Ismaya Jaya karena telah memilih Taman Pecampuhan Desa Pakraman Sala untuk melakukan ritual pengelukatan atau peleburan dasa mala atau pembersihan segala aspek negatif dalam diri secara sekala maupun niskala. Usai menghaturkan piuning sebagai bakta Ida Bhatata, Ismaya dituntun para pengayah pura untuk melakukan pengelukanan sesuai urutan di 13 titik yang diawali mesiram di pecampuhan yang merupakan pertemuan Sungai Madangan dengan Sungai Apuan. Dilanjutkan menuju air terjun atau pesiraman dedari dan air terjun pesiraman tan hana. Selanjutnya secara berurutan melukat di pancoran tirta bolakan dan tirta taman dan diakhiri pengelukatan di tirta utama yang terdiri dari 3 tirta bumbungan, satu buah tirta pandan dan tirta tulak wali serta 2 buah tirta utama yang bersumber dari kelebutan di tengan Gua Naga Raja yang diakhiri persembahyangan bersama.

Calon Anggota DPD RI Ketut Putra Ismaya saat bersama para Penekun Spiritual se-Bali.

Pura Taman Pecampuhan Sala merupakan salah satu pura yang tergolong tua di Kabupaten Bangli, umat dari berbagai penjuru Bali mulai pedak tangkil untuk melakukan pengelukatan dengan jumlah besar sejak tahun 2015 dan mengawali penataan pura di kawasan utama dan madya mandala. Selanjutnya di tahun 2017 areal pengelukatan mulai ditata dan pemedek yang berdatangan kian hari kian meningkat utamanya di hari raya terlebih pada tegak piodalan atau wali di Pura Taman Pecampuhan Desa Pakraman Sala yang jatuh pada purnama kapat dan kedasa. Memberikan suasana penyambutan bagi umat yang pedak tangkil, prajuru pura terus melakukan penataan serta melengkapi fasilitas kawasan pengelukatan agar memberikan kenyamanan saat melakukan ritual. Program Pura Taman Pecampuhan Sala dalam menyambut dan melayani umat yang datang juga dinilai bagaikan gayung bersambut dengan kehadiran Ketut Putra Ismaya sebagai salah satu bakal calon DPD RI asal Bali yang memiliki perhatian penuh pada alam Bali dan Umat Hindu. “Orang yang punya konsep dan mampu merealisasikan konsepnya hingga mampu mengeksekusi dalam menjaga alam Bali itu yang kita harapkan. Tiang wantah presida ngerestitiang mogi-mogi napi keapti sida kedagingan, dumogi Bhatara-Bhatari diriki ledang nagingin pengapti utawi pengarsa ring soang-soang krama sane mepinunas,” ujar Bendesa Desa Pakraman Sala, Ketut Kayana.

Prosesi usai pengelukatan di Pecampuhan Sala.

Dalam kesempatan tersebut Ketut Ismaya Putra mengaku datang ke Pura Taman Pecampuhan Desa Pakraman Sala untuk melakukan pembersihan diri sebelum maju ikut ngerajegang gumi Bali sebagai anggota DPD RI. Kedatangannya bersama semeton KERIS untuk memohon tuntunan Bhatara-Bhatari yang berstana di pura setempat agar diberikan kesadaran emosional dan spiritual untuk berjuang dan mampu mengemban tugas sebagai DPD RI bila nanti dilercaya dan mendapatkan dukungan dari masyarakat Bali. Tokoh muda Hindu yang telah menekuni spiritual lebih dari satu dekada ini terpanggil untuk mengabdi dan ngayah nindihin serta melanin Bali karena ingin melestarikan adat dan istiadat serta budaya Bali, ajaran agama Hindu serta menjaga keragaman dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hadir dengan 9 program kerja yang disebut “Dewata Nawa Sanga” Ketut Putra Ismaya juga akan mendorong seluruh potensi yang dimiliki Bali sebagai kekayaan dan kekuatan menjaga alam dan taksu Bali. Membangun pasraman di seluruh kabupaten/ kota se-Bali akan mengawali perjuangannya bila nanti pada Pileg 2019 terpilih menjadi salah satu anggota DPD RI asal Bali.

Para Penekun Spiritual se-Bali dampingi Calon Anggota DPD RI Ketut Putra Ismaya.

“Saya hadir untuk membuktikan diri bahwa benar ingin ngayah dan nindihin gumi Bali, menjaga keutuhan dan dan kebersamaan melalui program Dewata Nawa Sanga salah satunya membuat pasraman di kabupaten/ kota agar generasi muda Hindu kedepan cerdas dari berbagai aspek. Didukung pendidikan spiritual yang modern agar generasi muda benar-benar paham ajaran agama Hindu, membuat salinan Weda serta menciptakan dharma wacana muda dalam upaya mengoptimalakan fungsi pasraman dan pura sebagai tempat ibadah bagi Umat Hindu. Meningkatkan nilai-nilai keragaman berbangsa dan bernegara serta toleransi dalam kehidupan beragama sebagai contoh bagi dunia internasional yang harus ditonjolkan sebagai upaya menjamin agar saudara kita di luar Bali bisa diperlakukan sama,” tegasnya. Seraya menambahkan Krama Bali harus mampu mandiri dan menjaga pariwisata Bali yang berkelanjutan berwawasan budaya dan bernafaskan agama Hindu, apapun potensi yang dibangun dan dikembangkan di Bali akan mampu menjadi potensi karena didukung taksu yang dimiliki alam dan masyarakat Bali. Terlebih berbagai potensi pariwisata spiritual yang memiliki getaran magis yang kuat. eja/ama