EKONOMI

Stok Pangan Jelang Galungan dan Lebaran di Bali Aman

Foto : Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si.

[socialpoll id=”2499781″]

Denpasar, JARRAKPOS.com – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si memastikan stok pangan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan mendatang dipastikan aman. Terlebih Tim Pengandalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali sudah melaksanakan langkah-langkah antisipasi yang juga didukung Satgas pangan yang langsung mengecek turun ke lapangan.

Bahkan dikatakan, pihak Bulog memastikan stok beras dalam angka aman mencapai 10 ribu ton sampai Hari Raya Lebaran nanti. “Sementara perhitungan kita untuk satu bulan kedepan termasuk dengan hari lebaran terutama kaitannya dengan stok beras, bawang dan cabe melihat kondisi lapangan mencukupi dan tidak ada masalah. Harapan kita harga kebutuhan pokok tidak ada yang naik karena sudah diantisipasi,” papar Wisnu, di Denpasar, Senin (7/5/2018).

Dengan ketersediaan beras, bawang dan cabe termasuk sayur dan buah-buahan dalam rangka mengantisipasi kebutuhan puasa hingga lebaran serta Hari Raya Galungan dan Kuningan terbilang masih aman. TPID Provinsi Bali bahkan menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang puasa yang tinggal dua minggu lagi. Harga yang sempat merangkak naik seperti bawang merah juga sudah dipastikan kembali normal berkat kesiapan dari Disperindag. Kondisi yang sama juga akan dilakukan bila harga beras naik diatas yang ditetapkan pemerintah.

Untuk saat ini di lapangan lonjakan harga masih terjadi hanya pada daging ayam sehingga kordinasi antar instansi utamanya dengan Dinas Peternakan terus dilakukan untuk menjamin terjaganya keseimbangan harga. “Jadi harapan dari Tim Pengandalian Inflasi Daerah harga dan pasokan terjaga sama seperti tahun 2017, dimana harga-harga tidak naik karena sudah diantisipasi. Operasi pasar apabila diperlukan akan dilaksanakan utamanya berkaitan dengan beras apabila harga beras naik diatas yang ditetapkan, tentu Bulog akan turun,” tegasnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali juga menjelaskan saat rapat dengan TPID Provinsi Bali sudah melaporkan bahwa beras sejahtera (Rastra) yang rata-rata disalurkan 2 ribu ton perbulan terus dilaksanakan Bulog didukung antisipasi kesediaan beras di hingga 10 ribu ton di dalam gudang. Bila terjadi gejolak haraga OPD terkait akan langsung diturunkan untuk melaksanakan operasi pasar.

“Kita sudah rapat, bahkan dihadiri oleh staf khusus Kementrian Perdagangan dan sudah cek ke pasar terkait stok. Dan dipastikan tidak ada masalah terkait kesediaan pangan. Mudah-mudahan kedepan tidak ada masalah dengan ketersediaan terutama beras, cabe dan kebutuhan lainnya karena kita hitung sudah dalam kondiai cukup berdasarkan kebutuhan untuk dua minggu sampai satu bulan kedepan. Tentunya keyakinan ini sesuai kondisi dilapangan baik yang sudah panen maupun yang akan panen,” jelasnya. eja/ama

Berita Terkait

Beri Komentar

Close