PARIWISATA DAN HIBURAN

Berkat Pergub 99 Tahun 2018, Kopi Dalgi Tantang Penikmat Kopi

Denpasar, JARRAKPOS.com – Adanya Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2018, Tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, membuat para UMKM lokal semakin percaya diri. Pasalnya, Pergub tersebut membuat UMKM di Bali bisa lebih berkualitas dan bisa masuk ke pasar nasional bahkan internasional.

Hal tersebut dikatakan oleh UKM Kopi Dalgi IBM Kresnadana, berkaitan dengan Pergub 99 Tahun 2018, pihaknya berkerjasama dengan pengggilingan kopi di Tabanan yang berusia 30 tahun dimana dirinya mempersiapkan kemasan menarik dengan kualitas premium, tetapi dengan harga yang sudah tentu sesuai dengan seluruh lapisan kantong masyarakat Bali yaitu Rp25 ribu. Bahkan pihaknya pun siap memasarkan kopi dalam bentuk kemasan biji yang sudah di roasting dan kopi berbentuk pecah kasar.

Baca juga:  Patung Bung Karno Ke-4 Di Semarang Diresmikan Megawati, Hendi Ucapkan Terima Kasih

“Kopi Dalgi untuk bisa masuk ke restoran maupun hotel ketika pandemi berakhir, saya sudah menyiapkan dalam bentuk kasar dan halus yang bisa langsung di seduh secara manual,” ungkapnya Sabtu (7/8).

Kresnadana menjelaskan, Kopi Dalgi sendiri memiliki cita rasa yang khas sebab kopi Dalgi sendiri berasal dari kaki gunung Batukaru yang diolah tanpa ada campuran. Artinya, kopi Dalgi sendiri pure 100 persen kopi murni yang dikemas 200gr, dan siap bersaing di dunia industri. Bahkan dalam segi pemasaran ditengah pandemi, pihaknya saat ini mengandalkan merketing online. “Kopi Dalgi sendiri citarasanya boleh ditantang dengan yang lainya, bahkan ketika kopi Dalgi di seduh tidak ada ampas kopi yang mengambang, kopi Dalgi sendiri bisa di minum secara dingin maupun panas,” paparnya.

Baca juga:  Pemprov Jateng Terus Bangkitkan Wisata Aman Dari Virus

Kresnadana melanjutkan, dengan adanya Pergub Pergub 99 Tahun 2018 pihaknya sangat berterimakasih sekali terhadap Gubernur Bali, Wayan Koster. Pasalnya Pergub tersebut mempengaruhi kemandirian pangan dan kemandirian ekonomi yang merupakan perwujudan ekonomi gotong royong sesuai Visi Misi Gubernur Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Terimakasih Pak Koster, adanya Pergub 99 Tahun 2018 bikin saya percaya diri dalam berusaha,” tuturnya. dx

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button