HUKUM DAN KRIMINAL

Ketua HMI Cilegon Meminta Temuan Dari BPK Soal Pembangunan Gedung Edhi Praja Yang Menelan APBD Sebanyak Puluhan Miliard Ditindaklanjuti Kejari Cilegon

CILEGON, Jarrakpos.com-Adanya temuan dari BPK soal pembangunan Gedung Edhi praja yang menelan APBD sebanyak puluhan miliar, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon, Syahrido Alexander mengingatkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon, untuk segera menindaklnjuti penyidikan, apalagi adanya laporan dari sejumlah elemen masyarakat.

Menurut Syahrido, Kejari Cilegon harusnya segara melakukan penyidikan dan bisa segera menetapkan siapa tersangkanya. Hal tersebut karena diduga ada kerugian keuangan negara yang tidak sedikit jumlahnya.

Baca juga:  Polisi Kejar Peretas Akun Twitter Satlantas Polresta Banyumas

“Saya mengingatkan kepada Kejari Kota Cilegon untuk mengusut tuntas secepatnya. Bukan hanya mengakibatkan kerugian negara, tetapi juga gedung ini berada ditengah-tengah pemerintahan Kota Cilegon. Ini kan bisa menjadi simbolis bahwa korupsi berada ditengah-tengah pemerintah, kan tidak bagus,” bebernya, Rabu (6/10/2021).

Lebih lanjut, Syahrido juga menduga adanya dugaan spesifikasi pekerjaan mega proyek tersebut yang tidak sesuai spesifikasi. Sehingga dengan adanya temuan BPK terssbut harus segera tindak lanjut dari pihak aparat penegak hukum.

Baca juga:  Kasus Asusila di Puskesmas OKI Kembali Dilaporkan ke Inspektorat

“Pengungkapan dugaan kasus ini harus menjadi perhatian khusus Kejari. Untuk temuan BPK ini harusnya ada tindak lanjut dari penegak hukum. Apalagi ada Lapdu masyarakat yang menyoroti soal Gedung Edi Praja ini. Kapan Kejari mau naik ke peningkatan sidiknya?” jelasnya, tegas

Rido pun menyampaikan bahwa ada beberapa pihak yang patut dicurigai mulai dari dugaan mantan Walikota Cilegon yang menjabat saat itu ikut bertanggung jawab di dalam pembangunan Gedung Setda, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon dan PT .Total Cakra Alam selaku pihak ketiga pelaksana proyek tersebut.

Baca juga:  47 Adegan Rekontruksi, Memperjelas Peran Tersangka Dukun Pengganda Uang

“Bahwa Kejari selayaknya mencurigai oknum-oknum yang berpotensi menjadi tersangka secara menyeluruh, mulai dari walikota saat itu yang bertanggung jawab di dalam pembangunan, Dinas PUTR sampai PT Total Cakra Alam yang mendapatkan proyek tersebut,” tendasnya. (EKA)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button