PARIWISATA

Tumbuh 35 Persen, Bali Gaet Pasar Turis Vietnam

Ditunjang Dua Penerbangan Langsung



Denpasar, JARRAKPOS.com – Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali mencatat terjadi peningkatan kunjungan wisatawan asal Vietnam ke Bali sepanjang tahun 2019. Pertumbuhannya bahkan terjadi hingga 35 persen dan akan dipastikan terus meningkat, karena saat ini sudah ada dua buah maskapai yang melakukan penerbangan langsung dari Vietnam ke Bali dan sebaliknya. “Sekarang ada penerbangan Vietjet Air sama Vietnam Airlines setiap hari. Tadinya lima kali seminggu, sekarang sudah setiap hari ada dan ini bagus buat Bali. Market Vietnam tumbuhnya sanggat stabil, paling tinggi di Asia Tenggara,” jelas Ketua GIPI Bali, I.B. Agung Partha Adnyana, saat dihubungi di Denpasar, Sabtu (7/12/2019).

6bl-ik#4/12/2019

Dijelaskan, untuk menggaet pasar Vietnam, agar tetap tumbuh baik GIPI Bali bersama asosiasi pariwisata lainnya termasuk dengan seluruh stake holder pariwisata telah melakukan berbagai komunikasi termasuk dengan Kedutaan Indonesia di Vietnam. Diketahui saat ini ekonomi Vietnam sedang tumbuh sangat baik karena banyak investor asal Cina memindahkan kegiatan usahanya ke negara tersebut. Vietnam saat ini memiliki penduduk sekitar 90 juta jiwa dan masyarakat yang berada di level ekonomi menengah ke atas sekitar 40%, sehingga sangat potensial menjadi negara penghasil wisatawan. “Mereka baru berkembang lima tahun kemarin langsung dia suka Bali. Dia suka pantai, menghargai culture dan pura, mirip kayak domestik (wisatawan lokal, red) mereka juga suka belanja seperti batik,” ujarnya.

Baca juga:  Januari-Februari 2019 Naik 8%, Bandara Ngurah Rai Tembus 3,6 Juta Penumpang

Baca juga : Gubernur Koster Ingin Kembangkan Industri Jam di Bali

Pria yang akrab disapa Gus Agung ini menegaskan tidak ingin pasar Vietnam hancur seperti wisatawan Cina sebelumnya, sehingga perlu dilakukan penataan market dan kerjasama dengan maskapai sehingga tidak terjadi wisatawan model insentif. Mengingat model kunjungan hampir sama dengan wisatawan Cina melalui group series. Saat dihubungi terpisah via telpon, Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa juga menyampaikan hal yang sama. Kondisi perang dagang antara Cina dan Amerika sangat menguntungkan Vietnam. Bahkan kemajuan ekonomi di negara tersebut membuat warganya berwisata ke luar negeri hingga delapan juta jiwa per tahun. “Ini bisa digarap untuk bisa mempromosikan Bali di sana melalui upaya-upaya promosi. Seperti yang dilakukan duta besar Vietnam datang ke Bali,” ungkapnya.

Baca juga:  Gubernur Bali dan Inggris Jajaki Kerjasama Industri Kreatif
1bl-bn#7/12/2019

Putu Astawa menambahkan, menjadikan Bali sebagai destinasi bagi wisatawan Vietnam telah didukung penuh kedutaan Indonesia untuk Vietnam. Bahkan dalam setahun dilaksanakan dua kali kegiatan promosi pariwisata. Ke depan diharapkan lebih banyak pelaku pariwisata Bali langsung melakukan kontak bisnis. Pria murah senyum yang juga menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali ini, menambahkan bersama Kadin Bali pihaknya juga melakukan kegiatan promosi dagang dan banyak produk serta kerajinan lokal Bali sangat diminati. Tercatat hingga akhir bulan September 2019 kedatangan wisatawan Vietnam sebanyak 28.695 jiwa dengan rata-rata length of stay 4 malam.

Baca juga:  Menginap di Rumah Kos, Turis Asing Bisa Dipidana

Baca juga : Pemprov Bali Gelar Kompetisi Bunga Internasional Berhadiah Rp1 Milyar

Turis Vietnam kini lebih banyak menginap di hotel bintang 3 atau 4 dengan spending cost rata-rata USD 350-400 termasuk tiket, akomodasi, makan, transportasi hingga destinasi tiket. Wisatawan Vietnam diketahui mendapatkan banyak informasi pariwisata Bali dari youtuber dan instagram. eja/ama

Berita Terkait

Close