EKONOMI

IMF-World Bank Diprediksi Picu Pertumbuhan Ekonomi Bali 6,3 Persen

Ket foto : Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana.

[socialpoll id=”2481371″]

Denpasar, JARRAKPOS.com – Ekonomi Bali dievaluasi tumbuh menjadi 5,9 hingga 6,3 persen di tahun 2018. Faktor pendorong optimis pertumbuhan lebih tinggi meskipun mengalami penurunan dari prediksi awal, tentunya didukung adanya berbagai kegiatan rutin di Bali dan event IMF-World Bank pada bulan Oktober mendatang. Tentunya akan membawa dampak ekonomi yang baik. Situasi Pemilu, pembangunan infrastruktur serta geliat pelaku usaha termasuk hari keagamaan hingga dibukanya penerbangan langsung menuju Bali dari beberapa negara penghasil wisatawan menjadi angin segar pendorong pertumbuhan ekononi. Tentunya kondisi ini sangat kuat dipengaruhi perkembangan nilai tukar rupiah dan respon kebijakan.

Karena itulah, meski di triwulan pertama kendati mengalami prediksi penurunan, namun BI tetap optimis lebih tumbuh bila dibandingkan tahun 2017. “Melihat ekonomi Bali beberapa bulan lalu kami masih mengatakan ekonomi akan tumbuh hingga 6,4 persen namun berdasarkan evaluasi kami di triwulan satu dimana ekonomi Bali meskipun tumbuh tapi tidak setinggi yang kita harapkan,” papar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana, di Denpasar, Kamis (7/6/2018).

Perkembangan inflasi Bali pada bulan Mei 2018 tercatat sebesar 3 persen (yoy) lebih rendah dibandingkan triwulan satu sebesar 3,10 persen (yoy) dan juga lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi Bali di triwulan 4 tahun 2017 yang mencapai 3,32 persen. Penurunan inflasi ini terjadi pada komponen administered price dan core inflation, selain itu sebagian kelompok pengeluaran juga mengalami penurunan tekanan inflasi dibanding triwulan sebelumnya. Sementara faktor pendorong deflasi mei 2018 juga didorong Inflasi komponen bergejolak (Volatile Food) karena adanya pasokan beberapa komoditas strategis seperti cabai dan bawang seiring dengan kondiai cuaca yang mendukung. Penurunan harga komoditas beras sejalan dengan peningkatan ketersediaan beras medium kepada pedagang dan distributor diperbanyak di 21 titik dan 5 pasar.

Dalam rangka mengantisipasi lonjakan harga jelang hari raya keagamaan, TPID Provinsi Bali telah menyusun langkah strategis pengendalian inflasi meliputi strategu kebijakan perdagangan, startegi kegiatan pengendalian tarif, strategi kebijakan jalur distribuai dan produksi serta strategi pengendalian komunikasi dan membangun ekpektasi masyarakat. Sementara terkait realisasi penukaran uang kecil di masyarakat terus dilaksanakan sejak tanggal 28 Mei 2018. Kegiatan ini akan terus berlangsung dimana untuk pelaksanaan tanggal 5 hingga 8 Juni 2018 dilaksanakan di Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Terhitung hingga tanggal 6 Juni 2018 masyarakat yang telah menukarkan uangnya sebanyak 3.027 orang dengN nilai Rp12 miliar.

Rata-rata perhari melayani hingga 900 orang,” Tahun laku kita siapkan loket penukaran 3-4 dan sekarang 4-6 loket bekerjadama dengan perbankan dengan kas keliling ditambah di masing-masing bank. Sebaran titik layanan penukaran 184 tahun 2017 ditingkatkan menjadi 197 titik di tahun 2018,” terangnya sembari menambahkan pecahan yang diminati tentunya Rp5 ribu sama seperti tahun-tahun sebelumnya. eja/ama

Berita Terkait

Beri Komentar

Close