EKONOMI

Bank BPD Bali Jadi Percontohan Penggunaan QRIS


Denpasar, JARRAKPOS.com – Bank BPD Bali mendukung program pemerintah dalam mengimplementasikan transaksi non tunai. Salah satu implementasi yang dilakukan dengan mendukung penggunaan QRIS, system pembayaran berbasis QR code. Bank BPD Bali pun menjadi percontohan penggunaan transaksi QRIS. Demo penggunaan QRIS dilakukan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) implementasi dan evaluasi transaksi non tunai elektronifikasi pemerintah daerah seluruh Indonesia pada Kamis (7/11/2019).

1Th/Ik-5/9/2019

Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Bali Wayan Koster. Gubernur bersama – sama dengan Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara, Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho, Kepala Grup Sistem Pembayaran Ritel dan Pengelolaan Uang Rupiah Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Dr. Pungky Purnomo Wibowo, Direktur Utama (Dirut) Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, dan Perwakilan Kemendagri membuka acara dengan pemukulan kentongan.

Baca juga : Kinerja Meroket, Bank BPD Bali Lampaui Realisasi Target Kredit 103 Persen

Acara yang bertemakan Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Melalui Transaksi Non Tunai itu juga sekaligus menjadi ajang demo penggunaan QRIS yang dilakukan Gubernur Bali didampingi Kepala BI KPw Bali untuk pembayaran punia di Pura Agung Jagatnatha. Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan, rencananya pada Januari 2020 dengan dukungan dari Bank Indonesia, Bank BPD Bali akan me-launching secara resmi QRIS BPD Bali. “Karena hari ini transaksi pertama. Walaupun hari ini piloting, tapi kita sudah sukses,” ujarnya.

6Bn#Ik-18/10/2019

Ke depannya, dana punia atau sumbangan untuk pura dan tempat ibadah lain akan dilakukan lewat QRIS. “Kalau di pura tinggal klik, dana punianya langsung masuk. Lebih akuntable, pemangku tidak usah menghitung uang lagi, uangnya sudah langsung masuk ke rekening. Kan rekeningnya sudah di Bank BPD Bali,” jelasnya. Meskipun fee yang didapatkan Bank BPD Bali  dari pembayaran melalui QRIS lebih murah, Sudharma yakin akan semakin banyak nasabah yang memanfaatkan layanan tersebut. Selain itu, database nasabah juga bisa diperoleh.

Baca juga : Bank BPD Bali Launching E-Retribusi Sampah Pertama di Kota Denpasar

Saat piloting dan transaksi perdana menggunakan QRIS, sudah ada 25 merchant Bank BPD Bali yang terdaftar. Sambil menunggu ijin dari BI keluar, ia akan terus meningkatkan jumlah merchant dan SDM untuk membantu layanan QRIS. Dari sisi infrastruktur, Bank BPD Bali pun mengaku sudah siap. Terbukti dari transaksi perdana yang dilakukan pada acara Rakornas, berhasil dengan sukses. Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan, Pemprov Bali berterimakasih pada Bank Indonesia dan Bank BPD Bali yang telah mendukung dan memfasilitasi guna memastikan implementasi transaksi pada pengelolaan keuangan daerah dapat berjalan dengan lancar.

3b#Ik-14/6/2019

Ia berharap budaya untuk melakukan penerapan teknologi, termasuk dalam transaksi keuangan ini memang menjadi kebutuhan mendesak. “Kami sangat membutuhkan ini, karena salah satu potensi pendapatan kami di Bali, yang menjadi potensi pendapatan kabupaten/kota adalah pajak hotel dan restaurant,” ujarnya. Salah satu upaya untuk mengoptimalisasi pendapatan khususnya dari Pajak Hotel dan Restautan, yaitu dengan penerapan teknologi transaksi pembayaran secara non tunai. “Kami mendukung penuh dan kami siap untuk menjalankannya di Provinsi Bali bersama – sama dengan Bank Indonesia dan Bank BPD Bali,” imbuhnya. eja/ama

Berita Terkait

Close