NASIONAL

Pentolan Ormas Berulah di Bali

Ancam Tembak Kepala Bos Sky Garden


Badung, JARRAKPOS.com – Direktur PT ESC Urban Food Station alias Sky Garden, H. Suwarno dikabarkan menerima ancaman teror. Salah satu bos Sky Garden itu, menerima ancaman tembak di kepala lantaran. Uniknya ancaman itu gara-gara tidak mau menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), saat sang purnawirawan Polri ini dalam brankas lantai II Night Club yang beralamat di Jalan Raya Legian No.61, Kecamatan Kuta, Badung, Kamis (8/8/2019) sekitar pukul 17.30 WITA.

1Bl#Ik-9/8/2019

“Saya dipaksa menyerahkan KTP. Karena tidak mau, salah seorang preman suruhan pelaku berkata kalau tidak diserahkan muka kamu saya lubangi. Karena ketakutan, maka saya disuruh ngirim foto KTP saya ke Pamela,” katanya seraya menyebut, selain diancam, ia juga menyaksikan uang senilai Rp180 juta berpindah dari brankas ke tas kresek warna putih. “Saya menderita kerugian senilai Rp180 juta dan berharap segera diproses sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya saat diperiksa di Mapolsek Kuta, Jumat (9/8/2019).

Baca juga : Diduga Terima Suap Rp2 Miliar, KPK Tetapkan Nyoman Dhamantra Sebagai Tersangka

Anehnya selaku direktur, Suwarno dituduh mencuri oleh pihak Pamela Wilaras dan Anne. Keduanya datang ke Sky Garden bersama sekitar 20 orang anggota dan pentolan Ormas yang dipimpin Markus. Dari pengakuannya, pelaku malah menyuruh seorang kasir membuka brankas dan mengambil uangnya. Kepada penyidik, korban menyebut uang senilai Rp 180 juta tersebut diserahkan Pamela dan Anne kepada oknum bernama Titian Wilaras.

2Mg#Bn-7/8/2019

“Intinya, pelaku mengambil uang dengan memaksa supervisor kasir membuka brankas. Kejadiannya, Jumat (9/8) sekitar pukul 03.30,” ungkap salah satu sumber di kepolisian sembari menyebut laporan korban bernomor LP-B/198/VIII/2019/Bali/Resta DPS/Sek Kuta diterima AIPDA I Ketut Mardhana. Ia juga menyebutkan gerombolan Ormas juga menganiaya dua orang staf Sky Garden.

Baca juga : Sejumlah Mahasiswi Nyambi Jadi Pemuas Nafsu Seks

“Semalam Titian Wilaras dan pentolan premannya yang bernama Markus sudah diamankan di Polsek Kuta dengan laporan perampasan dan pencurian uang sejumlah 180 juta dengan pemberatan serta dua laporan penganiayaan yang dilaporkan oleh dua orang karyawan Sky Garden atas mama Sadewo dan Steave,” beber sumber itu. Di sisi lain, Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa membenarkan adanya laporan bernomor LP-B/198/VIII/2019/Bali/Resta DPS/Sek Kuta.

Ks12b#Ik-6/8/2019

“Masih lidik dan dilakukan pengembangan. polisi telah terjun ke TKP) dan membuka rekaman CCTV. Mohon bersabar,” tegasnya. tim/ija/ama

Berita Terkait

Beri Komentar

Close