NASIONAL

Bali Rentan Wabah Korona, Supadma Desak Pemerintah Lakukan Mitigasi Bencana



Denpasar, JARRAKPOS.com – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat Dapil Bali, I Putu Supadma Rudana meminta pemerintah pusat memberikan perhatian serius terutama daerah-daerah yang rawan terjangkit virus Corona termasuk Bali sebagai daerah pariwisata. Hal ini menyusul kondisi di Indonesia tak luput dari ancaman wabah virus Corona, terutama Bali yang menjadi daerah pariwisata sangat rentan dengan wabah virus Corona dari Wuhan, China tersebut. Untuk itu belum.lama ini, Wasekjen DPP Partai Demokrat tersebut, mendesak pemerintah melakukan mitigasi bencana menghadapi Virus Corona ini untuk mengurangi dampak risikonya. “Harus ada mitigasi bencana menghadapi Virus Corona ini. Sebab wabah Virus Corona ini bisa menjadi ancaman kapan dan dimana saja. Tidak hanya mengancam nyawa tetapi juga mengancam perekonomian nasional,” tegas Supadma mewakili Fraksi Partai Demokrat saat Sidang Paripurna III DPR RI di Jakarta.

1bl-ik#8/2/2020

Politisi asal Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar ini mengatakan, jika pemerintah tidak merancang mitigasi bencana, maka dalam jangka waktu panjang isu dan wabah Virus Corona akan sangat berbahaya. Karena itu, Fraksi Demokrat, kata Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen ini, mendesak pemerintah ambil langkah mengkalkulasi dampak ekonominya dan mencarikan solusinya. “Kerugian ekonomi ini jangan sampai lama, karena itu kami harap pemerintah ambil langkah. Hal ini penting supaya ekonomi kita terjaga, termasuk kami di Bali yang kena dampaknya,” jelas Supadma, seraya melanjutkan, Provinsi Bali menjadi salah satu daerah yang kena dampak serius dari Virus Corona ini. Bukan hanya ancaman nyawa, tapi juga dampak ekonominya. “Dari sisi ekonomi ini paling kena dampak karena pariwisata Bali terancam,” ujar Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia ini.

Baca juga: Didukung Tiga Kearifan Lokal, Supadma Rudana : Bali ‘Beri Inspirasi’ Dunia Implementasi SDGs

Supadma juga menjelaskan, pariwisata Bali yang selama ini mengandalkan wisatawan dari China menjadikan sangat riskan dengan adanya wabah Virus Corona ini. Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan pelaku pariwisata di Bali supaya masalah wabah Virus Corona ini dijadikan momentum untuk mulai menggarap pasar turis di luar China. Menurutnya, Bali masih bisa menggarap pasar turis dari Australia, Eropa, India, Jepang dan Malaysia. “Kalau pola penggarapan market turis hanya andalkan satu negara sama saja dengan menaruh telur dalam satu keranjang. Ketika ada bencana seperti Virus Corona yang mana mewabah di China maka pariwisata Bali yang selama ini mengandalkan China langsung drop. Maka strateginya membuka kembali market yang baru selain China,” tandas Anggota DPR RI dua periode ini. tim/ama/ksm

Berita Terkait

Close