EKONOMI

Munas VIII Kadin Pindah dari Bali Sangat Tidak Berlogika

Denpasar, JARRAKPOS.com – Polemik Munas VIII Kadin masih terus bergulir akibat adanya pergeseran dan mundurnya Munas, hal tersebut terlihat dari panitia penyelenggara Munas pun masih bersikukuh untuk melakukan Munas di Bali, sebab banyak aspek pertimbangan kalau Munas VIII Kadin layak di Bali. Dibuktikan dengan adanya event nasional dan internasional Bali sudah terbiasa melakukannya, ditambah lagi Nusadua tempat yang akan diselenggarakan Munas sudah menjadi zona hijau, dibandingkan kesiapan Munas di Kendari.

Baca juga:  Global IFP Alumni Meeting 2021 Dari Isolasi ke Kolaborasi untuk Keluar dari Kondisi Sulit Pandemi

Panitia Penyelenggara Munas, Kausar mengatakan, sejatinya Bali sudah terbiasa menggarap event besar dan selalu berjalan sukses, aman dan nyaman sebab secara tidak langsung masyarakat Bali masyarakat Bali terlibat disana. “Kalau Munas VIII Kadin di Kendari kami tidak yakin akan keamanan dan kenyamanan disana, sebab kami melihat ada berapa even nasional berakhir dengan ricuh,” jelasnya.

Lanjutnya Kausar menjelaskan, secara infrastruktur Bali sangat siap sekali dibandingkan dengan Kendari yang masih sulit akan transportasi dan cuaca disana pun cukup panas. “Karena Kadin isinya para pengusaha dan bukan organisasi politik, untuk itulah kami masih berniat untuk menyelenggarakan Munas di Bali agar nyaman, damai dan tentram,” harapnya.

Baca juga:  Hub Mudahkan Industri kreatif Dapatkan Fasilitas dari Pemerintah

Ditambahkan Kausar, pihaknya malah tidak mengetahui ada pendapat pemerintah yang mengatakan bahwa Bali tidak aman akibat covid-19 yang menjadi alasan penundaan Munas Kadin, tetapi ketika Kadin Indonesia meninjau UMKM Bali beberapa waktu lalu kenyataannya zona hijau sudah banyak di Bali, bahkan di Bali sendiri saat ini sedang melakukan promosi pariwisata untuk membangkitkan ekonomi. “Saya yakin semua perwakilan Kadin ingin menggelar acara Munas VIII di Bali,” tegasnya seraya menambahkan dengan dipindahkannya Munas Kadin ke Kendari tidak masuk logika tetapi kalau Munas pindah ke Provinsi Jatim, Sumut dan Kepri jelas sangat masuk akal, apalagi sampai ditunda dengan alasan covid-19, tetapi memilih tempat di Kendari apa pertimbanganya sampai kesana? tra/JP

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button