EKONOMI

Perkuat Ketahanan Pangan, Bali Antisipasi Kekeringan


Denpasar, JARRAKPOS.com – Mengevaluasi capaian luas tanam padi, jagung dan kedele (Pajale) enam bulan terakhir (Januari-Juni 2019) dan mengkoordinasikan langkah-langkah antisipasi musim kemarau (Juli-November 2019). Sekaligus menentukan langkah-langkah percepatanan dan perluasan tanam Pajele bulan Juli-Desember 2019. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali bersama Penjab Program Upaya Khusus (Upsus) swasembada pangan melaksanaka Rakor Pangan dan Antisipasi Kekeringan, Kamis (11/7/2019). Dalam kesempatan tersebut hadir pula Pengawal Upsus Bali Letkol Inf. Frandi Siboro (Kasiter Korem 164/ Wira Satya) dan Penjab Upsus Bali Dr. Kresno.

12b#Ik-1/4/2019

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si., mengatakan sesuai visi misi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, salah satu prioritas yang diterapkan adalah terpenuhinya kebutuhan pangan bagi krama Bali. Program Upsus untuk Pajale sejak tahun 2016 dijelaskan juga mendapatkan pendampingan tentara Nasional Indonesia (TNI) sehingga mampu meningkatkan produksi secara nasional termasuk di Bali.

Baca juga : Wisnuardhana Tekankan Peningkatan Kualitas Operator Alsintan

Dijelaskan, hasil evaluasi produksi Pajale Provinsi Bali enam bulan terakahir (Januari-Juni 2019), luas tanam padi tercapai 74.293 hektar meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 72.235 hektar. Luas tanam jagung tercapai 5.249 hektar mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni seluas 2.798 hektar. Sementar untuk luas tanam kedele tercapai 1.081 hektar mengalami penurunan di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 1.334 hektar.

3b#Ik-14/6/2019

Wisnuardhana menjelaskan bantuan yang di keluarkan mendukung peningkatan luas tanam dan produksi Pajale 2019 berupa bantuan benih padi lahan kering 200 hektar, benih jagung 6.000 hektar, benih kedele 407 hektar, benih padi inhibrida 7.717 hektar dan benih padi hibrida 2677 hektar. Adapun bantuan unit Pengolahan Pupuk Organik (OPPO) sebanyak 15 unit, power treser 60 unit, traktor roda dua 60 unit serta cultivator 29 unit. Bantuan pengembangan irigasi berupa rehab jaringan irigasi 3.300 hekar, embung 11 unit dan pompa air 9 unit.

Baca juga : Mahasiswa Magang Pertanian Unmas Evaluasi Program Unggulan Sipadu

Upaya-upaya yang perlu dilakukan ke depan untuk peningkatan produktivitas dengan pendamping dan penerapan teknologi rekomendasi. Memastikan sarana produksi (pupuk dan benih) sehingga tersedia dalam jumlah dan waktu kebutuhan. Optimalkan pemanfaatan bantuan-bantuan yang telah disalurkan. Kordinasi pengaturan irigasi dengan PU dan Balai wilayah Sungai. “Untuk wilayah-wilayah yang diperdiksi rawan kekeringan perlu dilakukan penyesuaian pola tanam. Ganti pertanaman padi dengan pala wija yang relatif tahan kering. Perluas asuransin usaha tani padi (AUTP) dengan melaksanakan sistim gilir giring pemanfaat irigasi,” harapnya. eja/ama

Berita Terkait

Beri Komentar

Close