HUKUM DAN KRIMINAL

Mengaku Pendeta, Empat Pelaku Tipu Puluhan Juta Rupiah

KOTA MAGELANG – Polres Magelang Kota Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus penipuan dan atau pengelapan pada jumat tanggal 1 Oktober 2021 lalu. Lokasi kejadian di depan Kantor Pos,Jalan A.Yani,Kelurahan Gelangan,Kecamatan Magelang Tengah,Kota Magelang.

Dok.jarrakpos/fri

Demikian keterangan Wakapolres Magelang Kota,Kompol Supriyadi S.H. dalam konferensi pers,Selasa(12/10/2021). Didampingi Kasat Reskrim AKP Kadek Pande A. Wibisono dan Kasi Humas Iptu Suharto,Wakapolres menjelaskan,penipuan dan atau pengelapan ini dilakukan oleh 4(empat) orang pelaku berinisial AM(54) asal Sulawesi Selatan,SD(52) asal Kalimantan Barat,SS(48) asal Jakarta Utara,dan II(51) asal Sulawesi Tengah.

Baca juga:  Gelap Mata, Pria Ini Siram Pacarnya Hingga Tewas
Dok.jarrakpos/fri

Mereka berpura-pura mengaku menjadi sebagai Pendeta yang akan menyumbang gereja dengan meminta tolong menitip tranfer uang ke korban seorang perempuan berinisial MJS(70).

“Keempat pelaku yang berpura-pura sebagai pendeta tersebut memberikan imbalan atau iming-iming kepada korban. Sehingga korban terperdaya dan memberikan ATM beserta Nomor PIN-nya,” terangnya.

Dok.jarrakpos/fri

Oleh pelaku,lanjut Kompol Supriyadi,kartu ATM ditukar dengan kartu ATM yanh tidak berlaku dan uang ATM korban diambil para pelaku. Sehingga korban mengalami kerugian Rp. 38.606.852,00.

Baca juga:  Tiga Orang Pelaku Pencurian Dan Kekerasan Berhasil Di Ungkap Polres Magelang

“Karena merasa ditipu,korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Magelang Kota. Dalam waktu 10 hari setelah kejadian akhirnya keempat pelaku berhasil diamankan didaerah Cipanas,Cimangaten,Kabupaten Garut,Jawa Barat.

Dok.jarrakpos/fri

Dari tangan pelaku,petugas menyita 143 keping ATM dari berbagai BANK,uang tunai Rp.10 juta hasil penipuan dan selembar uang tunai Rp.100 ribu beserta 1bendel potongan kertas warna pink.

Dok.jarrakpos/fri

“Atas perbuatanya,keempat pelaku diancam hukuman maksimal 4 tahun penjara,”jelas Wakapolres.

Sedangkan menurut keterangan salah satu pelaku,yakni AM,dirinya menerangkan kalau aksinya ini dilakukan dengan trik menjanjikan iming-iming dan tidak ada gendam. Sedangkan hasil dari kejahatannya ini dibagi rata oleh empat pelaku.

Baca juga:  Dugaan Pungli dan Penyalahgunaan APBDes Masih Mengambang Warga Panji Anom Pertanyakan
Dok.jarrakpos/fri

“Kami berempat sudah berkawan lama,dan sejak pandemi kami bertemu di Jakarta. Kami melakukan aksi jahat ini juga baru kali ini,”ucap AM.(fri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button