NASIONAL

Ajaib, Pelinggih Pura Gunung Batukaru di Puncak Tetap Aman dari Kebakaran


Tabanan, JARRAKPOS.com – Gunung Batukaru dengan tinggi 2.200 meter dari permukaan laut (mdpl), memiliki Pura Sad Kayangan Pura Luhur Batukaru yang merupakan istananya Dewa Mahedewa, berada di Desa Wongaya Gede, Penebel Tabanan. Gunung Batukaru termasuk gunung yang tidak aktif.

Ks12b#Ik-6/8/2019

Senin malam (12/8/2019) sekitar pukul 21.30 WITA diinfokan terjadi kebakaran di Puncak Gunung Batukaru. Beberapa masyarakat terdekat melihat adanya titik api di puncak, bahkan beberapa masyarakat di Mengwi – Badung melihat langsung adanya api tersebut mengingat Gunung Batukaru nampak jelas di arah barat dari beberapa Desa di Kecamatan Mengwi.

Baca juga : Video Meresahkan, Pura Bias Tugel Saat Galungan Diviralkan Porak-poranda Diterjang Gelombang

Sekitar pukul 23.30 Wita warga masyarakat masih berkumpul ramai saat beberapa pejabat hadir melakukan peninjauan dan berbaur dengan masyarakat diantaranya, Kalaksa BPBD Provinsi Bali, Made Rentin, Wakil Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya, bersama Sekda Tabanan, Asisten II, Wakapolres, Camat Penebel, dan Jero Bendesa Adat, serta dari unsur Relawan (ORARI dan RAPI).

2Mg#Bn-7/8/2019

Data yang berhasil dihimpun di lapangan, terdapat beberapa kelompok sudah mendaki ke Puncak untuk melakukan penanganan atau padaman api, diantaranya 15 orang berangkat dari Jatiluwih, dari Batukaru 5 kelompok sekitar 60 orang, dan dari Pujungan sekitar 24 orang.

Baca juga : Gempa 4,9 SR Tak Ganggu Suasana Galungan

Yoga salah satu relawan yang pertama kali tiba di puncak bersama beberapa rekan lainnya, menuturkan bahwa kebakaran diperkirakan dengan luas sekitar 3 are. Ajaibnya, Pura Luhur Puncak Kedaton aman dan terhindar dari api. Posisi api di sekitar barat daya Bale Semanggen, terdapat 3 Pelinggih serta di Utama Mandala terdapat Pelinggih Bebaturan, semuanya aman jauh dari api.

1Bl#Ik-9/8/2019

Paku mas (tanaman hutan) yang lapuk dan cenderung kering diduga pemicu kebakaran karena sangat riskan terbakar. Krama / Warga masyarakat sebagai relawan yang melakukan penanganan berupaya memadamkan api dengan upaya pemutusan api agar tidak meluas. Sebagian besar api sudah padam tetapi sekam (bara) masih ada di beberapa titik, sehingga kelompok yang bertugas malam ini (subuh) akan bergantian dengan kelompok lain yang akan bertugas besok pagi.

Baca juga : Rayakan Galungan Gempabumi Guncang Bali 

BPBD Provinsi Bali pada Selasa (13/8/2019) pagi akan mengirim beberapa bantuan logistik untuk kebutuhan masyarakat dan petugas pemadam, juga dukungan APD (alat pelindung diri) berupa masker serta peralatan pemadaman api seperti cangkul dan sabit yang dipergunakan untuk memutus semak agar api tidak meluas. Nihil korban jiwa akibat kejadian kebakaran ini. tim/ama

Berita Terkait

Beri Komentar

Close