DAERAH

Digester Portable Biogas Inovasi SIPADU Jadi Energi Murah Bagi Petani


Denpasar, JARRAKPOS.com – Inovasi terus dikembangkan oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, untuk menjadikan Bali menjadi Green Province. Salah satunya melakukan pengembangan dari pemanfaatan energi biogas sebagai energi alternatif. Tantangan pengembangan biogas selama ini karena mudahnya mendapatkannya, dan masih adanya subsidi terhadap energi fosil. Kondisi tersebut membuat masyarakat masih cenderung menggunakan energi fosil, sehingga peran serta pemerintah dari tingkat desa hingga provinsi diperlukan dalam pengembangan energi biogas.

12b#Ik-1/4/2019

Peran yang diharapkan mulai dalam bentuk sosialisasi, pendanaan hingga regulasi, utamanya regulasi terkait pengolahan limbah. Sehingga menurut Kepala UPTD Pertanian Terpadu, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Dr. I Wayan Sunada, SP. M.Agb mengatakan, biogas adalah salah satu energi alternatif yang saat ini banyak dikembangkan di Indonesia khususnya di Bali melalui Sistem Pertanian Terpadu (SIPADU) yang memanfaatkan limbah ternak untuk bahan baku biogas sehingga bisa menghasilkan energi untuk pengganti bahan bakar fosil antara lain utuk menghidupkan genset berbahan bakar biogas.

Baca juga : Bali Terima Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Lewat Sipadu

Sebenarnya program biogas Sipadu yang dikembangkan dapat menjadi program ketahanan energi dan penyediaan energi murah di tingkat petani. Teknologi biogas merupakan salah satu teknologi tepat guna untuk mengolah limbah peternakan yang diharapkan dapat membantu mengatasi masalah lingkungan. “Pemanfaatan limbah ternak menjadi biogas juga menjadi upaya mengurangi efek pemanasan global sebagai dampak dari emisi gas metan, dengan harapan, teknologi biogas kedepan juga diharapkan mampu menyediakan energi yang murah dan ramah lingkungan bagi keluarga petani secara swadaya,” katanya di Denpasar, Selasa (13/8/2019).

3b#Ik-14/6/2019

Lebih lanjut Sunada mengatakan, pengembangan biogas yang dihasilkan unit penerima program Sistem Pertanian Terpadu (Sipadu) dari Pemerintah Provinsi Bali, masuk dalam nominasi penerima Penghargaan Energi Prabawa di tahun 2016 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dalam perkembangannya, Prof. Dr. Tjokorda Gde Tirta Nindia, S.T., M.T bersama Tim PPDM (Program Pengembangan Desa Mitra) Universitas Udayana telah menghasilkan digester portable Biogas dan genset fleksibel yang sudah dilakukan uji coba dan serah terima bantuan di Sipadu 569, Kelompok Ternak Sato Amerta Utama, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Minggu (11/8/2019).

Baca juga : Dampingi Sipadu, Penyuluh Pertanian Wajib Lulus Uji Kompetensi

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu PJ Perbekel Desa Baluk beserta jajarannya, Kepala Seksi Bina Usaha Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, Koordinator PPL Kecamatan Negara, Anggota Kelompok Sipadu Kelompok Ternak Sato Amerta Utama (569), Kelompok Wanita Tani (KWT) Pitik Jaya, pendamping Sipadu Kabupaten Jembrana, serta mahasiswa KKN UNUD. Keunggulan digester portable ini dapat digunakan untuk menampung 400 liter limbah kotoran ternak dengan dapat diisi kotoran ternak sebanyak 10 liter per harinya. Digester portable ini juga sudah dilengkapi dengan hand mixer untuk mengaduk kotoran yang masuk ke dalam digester.

Ik-1/3/2019

“Desulfurizer untuk membersihkan kandungan gas H2S karena menyebabkan kerusakan korosi pada komponen mesin atau kompor biogas, serta floating untuk penampung gas. Digester portable ini juga sangat mudah untuk dipindah-pindah sesuai keinginan,” ucap Sunada. Hasil temuan Prof. Dr. Tjokorda Gde Tirta Nindia, S.T., M.T, Ketua riset Fakultas Teknik Mesin Udayana tersebut juga bisa disambungkan langsung dengan genset berkapasitas 6 ribu Watt, karena sudah merupakan gas murni dan zero emisi. Keunggulan genset fleksible ini dapat dihidupkan dengan dua cara yaitu memanfaatkan gas dari biogas maupun dengan bahan bakar bensin. Dengan adanya bag penampung biogas yang berukuran 1m2 ini, dapat menghidupkan genset selama 20-25 menit. tra/ama

Berita Terkait

1 thought on “Digester Portable Biogas Inovasi SIPADU Jadi Energi Murah Bagi Petani”

Beri Komentar

Close