PARIWISATA

Hadapi Wabah Corona, Wishnutama: Perlu Kebijakan Komprehensif


Denpasar, JARRAKPOS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Wishnutama Kusubandio mengatakan, perlu kebijakan yang komprehensif dalam menghadapi wabah virus corona, sehingga jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia bisa menjadi meningkat. Ini dikatakan Menparekraf dalam seminar bertajuk Kebijakan Pemerintah Dalam Menghadapi Imbas Virus Corona khususnya di Bali yang diselenggarakan di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Bali di Denpasar Kamis (13/2/2020).

6bl-ik#10/2/2020

Pihaknya bekerjasama dengan Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri BUMN dan lainnya sehingga kebijakan yang dilakukan dalam menghadapi wabah virus corona lebih, sehingga jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia dan Bali khususnya bisa bertambah banyak. Sementara itu Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Atha Ardana Sukawati (Cok.Ace) mengatakan, virus corona berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali yang tahun lalu jumlahnya 1.185.529 orang (18,2) terbanyak ke dua setelah Australia.

Baca juga: Bali Genjot Potensi Kunjungan Wisatawan Luar Tiongkok

“Sebanyak 22.000 orang wisatawan membatalkan kunjungannya ke Bali,” ucap Cok Ace sambil menambahkan, untuk mengisi kekosongan ini harus mengembangkan potensi wisata baru yang telah dimiliki selama ini yang belum tergarap secara maksimal. “Bali tidak hanya menjadi tempat berlibur, tetapi sebagai tempat bekerja dan penyelenggaraan acara besar serta resmi,” terangnya lagi.

1bl-ik#5/2/2020

Menghadapi wabah virus corona Wagub Cok Ace melalui Menparekraf merekomendasikan beberapa langkah setrategis yang dapat dilakukan agar Bali segera pulih dari kekosongan wisatawan Tiongkok. Ketua Gabungan Industri Patiwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan, seminar bertujuan untuk mengetahui langkah setrategis pemerintah dalam menyikapi imbas virus corona.

Baca juga: Cok Ace Gagas Kalaborasi Sukses Bangun Pariwisata Bali Berkualitas dan Berkelanjutan

Sejak birus corona berjangkit lebih dari 40.000 pemesanan hotel telah dibatalkan, sehingga turis Tiongkok mengalami penurunan yang signifikan. “Mulai bulan depan Bali kehilangan pendapatan Rp 1 Triliun lebih per bulan,” kata Agung Partha Adnyana sembari berharap, pemerintah dan stakeholder pariwisata segera mengambil langkah setrategis agar kegiatan pariwisata di Bali tetap berputar. aya/ama

Berita Terkait

Close