DAERAH

PDIP Bali Target Sapu Bersih Pilkada Serentak 2020


Denpasar, JARRAKPOS.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster sampaikan strategi partai untuk memenangkan (Sapu Bersih) Pemilu serentak enam daerah di Bali tahun 2020 pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I PDI Perjuangan Provinsi Bali yang berlangsung di Ruang Rama Sinta Grand Inna Bali Beach, Sanur, Sabtu (14/3/2020). Telah melakukan dua kali survey untuk mengusung pasangan calon dalam Pilkada, diharapkan rekomendasi turun akhir bulan Maret. “Kita harus memenangkan Pilkada di enam kabupaten/kota. Untuk itu seluruh jajaran partai harus solid, saya minta semuanya harus solid bergerak tidak boleh ada yang neko-neko. Sanggup bekerja keras den bergotong-royong,” ujar Wayan Koster.

1lb-ik#12/3/2020

Dijelaskannya DPD PDIP Provinsi Bali tinggal menunggu rekomendasi pasangan calon di enam kabupaten/kota yakni Badung, Tabanan, Jembrana, Karangasem, Bangli dan Kota Denpasar. Diharapkan paling lambat akhir Maret 2020 rekomendasi sudah turun. Mengingat telah dilakukan dua kali survey termasuk di Kabupaten Badung. Hasilnya akan menjadi bagian dari rekomendasi pelaksanaan Rakerda. “Supaya akhir Maret rekomendasinya turun, agar cukup waktu untuk bekerja memenangkan pasangan calon yang kita akan tarung di Pilkada tersebut. Sudah melakukan survey sebanyak dua kali untuk pasangan calon ini,” terangnya seraya mengakui kondisi politik saat ini lebih kondusif dibandingkan saat ia maju di Pilkada Bali.

Baca juga:  Siapapun Lawannya, Suryananda: Giri-Asa Tetap Menang 2 Periode

Hasil survey Paslon kader-kader untuk Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli dan Kota Denpasar posisinya sangat kuat. Sedangkan di Karangasen harus bertarung dengan persaingan ketat. Untuk itu khusus Pilkada di Karangasen nanti PDI Perjuangan ditegaskan akan turun all out. Menurunkan Struktur partai multi nasional serta kader partai PDI Perjuangan di kabupaten lainnya untuk memenangkan Pilkada di kabupaten Karangasem. “Buleleng, Gianyar, Klungung nanti akan dikerahkan semua untuk memenangkan di Kabupaten Karangasem. Termasuk Pak Wagub juga, pak Ketua DPR, Pak Adi Wiryatama untuk bekerja keras di Kabupaten Karangasem. Harus kita rebut, harus, harus, harus harus. De be kalah, harus menang tiang,” serunya.

Baca juga:  Pemkab Badung Raih Penghargaan BPS Pusat
1bl-ik#8/3/2020

Sukses memimpin PDI Perjuangan di Bali, Wayan Koster juga sangat berharap dengan target kemenangan di enam kabupaten/kota diharapkan pelaksanaan Pola Pembangunan Semesta Berencana di Bali bisa dilaksanakan secara penuh. Kendati sebelumnya Karangasem dan Klungkung belum siap karena eksekutif beradal dari partai lain. “Karangasem kalau kita rebut akan menjadi kekuatan, sebagai pejuang di dalam melaksanakan Pola Pembangunan Semesta Berencana di Provinsi Bali,” tandas Wayan Koster.

Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPP PDI Perjuangan, Sukur Nababan yang hadir dalam kesempatan tersebut sangat mengapresiasi pelaksanaan Rakerda I PDI Perjuangan Provinsi Bali diperluas hingga diikuti oleh Pimpinan Anak Cabang se-Provinsi Bali. Ia juga membaca peluang besar memenangkan enam Pilkada serentak di Bali tahun 2020 sangat tinggi. Tidak terkecuali di Kabupaten Karangasem, selama kekompakan dan ketokohan kader bisa ditunjukkan untuk meraih kemenangan. “Bali ada enam Pilkada dengan peluang kita menang di lima kabupaten/kota dan satu berat, tetapi saya percaya Bali DNA-nya itu PDI Perjuangan. Maka sebenarnya yang dibutuhkan adalah kekompakan kader dan ketokohan kader,” ujar Nababan.

Baca juga:  Kuatkan Sistem Pengamanan Lingkungan, Gubernur Koster Ciptakan Sipandu Beradat
6bl-ik#9/3/2020

Diingatkan para kader tidak memposisikan diri pada zona nyaman yang hanya akan menimbulkan kesombongan, sehingga malah menjadi tidak siap karena telah menganggap lawan lemah. Secara nasional ia berharap di akhir Maret seluruh Rakerda untuk konsolidasi partai, konsolidasi pemikiran, konsolidasi gerakan dan konsolidasi ideologi harus sudah tuntas untuk menghadapi Pilkada serentak 2020. “Kongres di Bali adalah kongres dipercepat, setelah selesai proses Pileg maka menghadapi proses pemilihan eksekutif 2020. Maka akan terjadi konsolidasi yang kuat, saat partai lain baru melakukan konsolidasi kita sudah selesai dan tinggal bergerak memenangkan pertarungan selanjutnya sebagai jembatan menuju kemenangan mutlak di 2024,” tandasnya. eja/ama


Close