Festival Singa Barong V Singapadu, Peserta Tetap Membludak


Singapadu, JARRAKPOS.com – Ajang pelestarian budaya berkesenian di bidang seni pertunjukan tidak perlu diragukan lagi bagi Desa Singapadu. Terbukti Tahun ini, Komunitas Singa Barong menyabet Gelar Juara 1 di Pesta Kesenian Bali (PKB). Terlintas sejarah topeng dan barong ket yang sudah tersohor sejak awal abad ke-18 di Desa Singapadu menjadi tongak event yang diadakan setiap dua tahun oleh Komunitas Singa Barong Banjar Sengguan, Singapadu, Gianyar sangat bersifat positif dalam ajang pelestarian budaya. Sebab semakin banyak tumbuhnya seniman-seniman muda bapang dan mekendang barong Ket yang muncul di tiap dua tahunnya. Uniknya, Perlombaan Bapang Barong Ketet dan Mekedang Barong Ketet kali ini tampak berbeda dari tahun sebelumnya.

1b#Ik-12/7/2019

Para seniman bapang barong dan mekendang barong tampak sangat antusias, dari pendaftaran hingga technical meeting yang diadakan dengan memantapkan aturan-aturan yang berlaku dalam pakem bebarongan. Dalam ajang yang penuh bergensi ini sangat bermanfaat bagi generasi-generasi muda yang akan mewarisi budaya berkesenian khususnya tari barong dan mekendang barong Ket. Event perlombaan Singa Barong Cup V ini, menjadikan ajang mempertemukan seniman seniman muda dari berbagai daerah yang menjadikan satu kesatuan di dalam persamaan pakem barong yang sesungguhnya di antara tampak dalam technical meeting tidak hanya pengundian nomer urut peserta, namun sekaligus workshop yang menghadirkan beberapa narasumber di bidangnya.

Baca juga : Gubernur Koster Jamin Kesehatan Penerima Penghargaan Pengabdi Seni

“Tidak sekedar lomba bapang barong biasa, akan tetapi juga disertakan pembelajaran mengenai pakem bapang barong oleh Prof I Wayan Dibya serta demontrasi Pelayong Jumpai oleh Anak Agung Anom. Tujuannya agar perkembangan zaman seperti saat ini tidak menghilangkan pakem-pakem bapang barong yang sudah dari dahulu pada saat workshop beliau berdua juga memaparkan tentang tata cara Ngunda Bayu, Ngisiang Punggalan, Tetekes, Tetuek, Pedum karang dan baberapa hal mengenai bapang barong,” ujar Ketua Komunitas Singa Barong Wayan Juliantara, ditemui Sabtu (13/7/2019) malam, seraya menyebutkan 43 peserta yang ikut dalam penyisihan pada Minggu, 23 Juni 2019 terus membludak dan ada juga sepuluh peserta terlambat mendaftar.

“Untuk babak penyisisihan aspek penjurian dinilai dari bentuk, kreativitas, penjiwaan, penampilan, hingga memutuskan 20 besar yang layak ke grand final,” imbuh Juliantara yang akrap disapa Malen itu sembari ditambakan, I Made Bayu Surya Wijaya, selaku ketua panitia Festival Singa Barong V menuturkan untuk 20 besar di grand final yang di selenggarakan pada 13-14 Juli 2019 ini, diundi menjadi dua, yakni katagori Paket A berupa baris, condong, goak macok, pelayon jumpai, omang, dan paket B untuk topeng, condong, bapang durga, pelayon jumpai serta omang. Untuk dewan juri di grand final terdiri dari untuk penilaian bapang barong Prof. Dr. I Wayan Dibya, SST.,MA, Cokorda Raka Tisnu, Anak Agung Anom Putra, dan untuk juri mekendang, Ketut Tama dan Pande Gede Eka Mardiana, S.Sn. M.Sn.

Baca juga : Duta Bapang Barong Gianyar Siap Ngertatak di Panggung PKB 2019

“Semoga semua peserta tetap bersemangat meraih nilai yang maksimal dan tidak lupa kami ucapkan kepada panitia dan Sekehe Teruna Yasa Banjar Sengguan, Singapadu menjadikan kegitan ini sebagai ajang festival bergensi di tiap dua tahun sekali. Serta tidak lupa kami aturkan kepada semua pihak yang telah membantu baik seniman maupun masyarakat hingga festival ini terlaksana dengan baik,” katanya. ipo/ama