PARIWISATA

GW Sukses Gelar Rare Angon Bakung Sari Kite Festival, Tahun Ini Terbangkan 451 Layang-layang


Kuta, JARRAKPOS.com – Rare Angon Bakung Sari kembali menggelar kite festival di Pantai Kuta, Minggu (14/7/2019) pagi. Lomba layang-layang kedua kalinya ini, berkat motivasi tokoh pariwisata asal Kuta, I Nyoman Graha Wicaksana yang makin dikenal dengan GW, sehingga semakin banyak diikuti peserta. Bahkan ada sekitar 451 layang-layang berbagai ukuran dan jenis yang diterbangkan, sehingga menarik perhatian wisatawan yang sedang berkunjung di destinasi wisata Pantai Kuta. “Pada event kedua kalinya ini kami mengangkat tema ‘Bhineka Tunggal Ika’ untuk menyatukan seluruh rare angon supaya tidak ada perselisihan. Pelaksanaan kali ini lebih meriah dari tahun lalu. Tahun lalu pesertanya 400 dan event kedua ini pesertanya 451,” jelas Ketua Panitia, I Komang Asmara Jaya.

1b#Bn-13/7/2019

Dijelaskannya, pelaksanaan kali ini tidak saja diikuti oleh sekaa rare angon dari kawasan Kuta, namun juga datang dari kawasan Nusa Dua, Pecatu, Sesetan dan beberapa peserta dari Kabupaten Gianyar. Berawal dari keinginan untuk menjadikan destinasi Pantai Kuta lebih kaya aktifitas budaya, kali ini panitia lomba menyediakan lebih banyak hadiah termasuk menyiapkan tropi bagi peserta yang mengirimkan layang-layang terbanyak. Berlangsung sehari penuh, Bakung Sari Kite Festival melombakan delapan kategori yang terbagi dalam dua jenis dari sisi bahan pembuatan layang-layang, dan kategori bahan plastik melombakan bebean, pecukan, janggan, janggan buntut dan bebean big size. Sementara untuk kategori berbahan kain yakni untuk jenis layang-layang bebean, janggan buntut dan cotekan.

Baca juga : Serapan Produk Lokal Bagi Industri Pariwisata di Bali Belum Optimal

Dalam kegiatan tersebut panitia lomba juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berpartisipasi. Secara khusus apresiasi juga disampaikan kepada sponsor utama, GW yang juga Pembina Rare Angon Bakung Sari Kuta. Diharapkan tahun depan makin banyak peserta yang bisa ikut termasuk peserta internasional (wisatawan) agar kawasan Pantai Kuta menjadi destinasi menarik, karena ada budaya melayangan yang dilestarikan setiap tahun. “Tiang sebagai ketua panitia mengucapkan terimakasih kepada peserta yang mengikuti Bakung Sari Kite Festival kedua ini. Dan saya tidak lupa juga mengucapkan terimakasih atas support dari Pak Graha Wicaksana (GW, red) dan juga seponsor lainnya sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik,” ujar pria murah senyum yang pada pelaksanaan sebelumnya dipercaya sebagai komentator lomba.

1b#Ik-12/7/2019

Pada kesempatan tersebut, GW yang sejak pelaksanaan pertama didaulat sebagai Pembina Rare Angon Bakung Sari, Kuta juga menyampaikan apresiasinya. Berawal dari tradisi melayangan di kawasan Jalan Bakung Sari pada zaman dahulu yang merupakan tegalan (ladang kering) bisa tetap dilestarikan pelaksanaannya di Pantai Kuta. Ditengah perkembangan kawasan, salah satu calon wakil rakyat terpilih di Kabupaten Badung pada Pileg 2019 ini berharap, keberadaan Pantai Kuta sebagai salah satu public space tidak saja menjadi tujuan destinasi wisatawan dunia namun juga bisa dioptimalkan dalam pelestarian budaya yang ikut memperkaya atraksi budaya layang-layang. “Kita harapkan pelaksanaan festival layang-layang ini akan terus meningkat baik dari sisi partisipasi peserta maupun kualitas pelaksanaan,” kata Owner Hotel Bakung Sari Kuta itu.

Baca juga : Mestinya Bali Dijatah Menteri Pariwisata, Menangkan Jokowi 92 Persen

Selain itu, kite festival ini juga menjadi salah satu event di Pantai Kuta, karena di daerah-daerah pariwisata di luar negeri kite festival menjadi satu obyek daya tarik wisata yang dikunjungi. “Tentu Harus mengakomodasi layang-layang tradisional dan layang-layang modern yang sudah ada modifikasi,” jelas Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kuta itu, seraya mengungkapkan ide pelaksanaan Bakung Sari Kite Festival datang dari generasi muda yang tergabung dalam Rare Angon Bakung Sari, Kuta untuk melestarikan seni, adat-istiadat dan budaya. Dukungan ini seiring dorongan masyarakat agar dirinya menjadi wakil rakyat di Sempidi setahun lalu. Kini dalam pelaksanaan Bakung Sari Kite Festival kedua kembali muncul harapan agar Kuta memiliki public space baru untuk mengoptimalkan kegiatan olahraga, kepemudaan dan berkesenian dengan terbangunnya ruang terbuka hijau baru (taman kota).

Lm-3/7/2019

Karena telah dipercaya sebagai wakil rakyat yang akan segera dilantik, GW juga mendorong agar pemerintah dalam hal ini Pemkab Badung memfasilitasi aspirasi yang ada. Bahkan diharapkan, aset pemerintah di kawasan Central Parkir Kuta yang ada bisa bisa menjawab harapan masyarakat. “Ini akan kita suarakan, karena ini juga salah satu pelestarian adat-istiadat yang ada di Bali. Dan juga bagaimana kedepannya masyarakat Kuta punya taman kota,” terangnya, lanjut berharap aset pemerintah yang kini dikelola pihak ketiga bisa dioptimalkan setelah masa kontrak habis demi kepentingan masyarakat yang lebih luas. eja/ama

Berita Terkait

Beri Komentar

Close