Sarasehan INLA, Suastini Koster Paparkan Sejak Dini Generasi Z harus Diajarkan Budi Pekerti

[socialpoll id=”2522805″]


Denpasar, JARRAKPOS.com – Membangun generasi penerus bangsa yang berbudi pekerti luhur diharapkan bisa dilakukan dengan maksimal melalui kegiatan seni dan budaya. Hal ini terungkap saat kegiatan serasehan yang dilaksanakan organisasi nirlaba yang bergerak dalam bidang seni, budaya, dan pendidikan The International Nature Loving Association (INLA) bekerjasama dengan RRI Denpasar, Jumat (16/11/2018). Hadir dalam kesempatan tersebut sebagai narasumber Ketua TP-PKK Provinsi Bali Ni Putu Suastini Koster dan Dewan Penasehat DPD INLA Bali Tjong Adhi Sunyata.

Ketua DPD INLA Bali, Hery Sudiarto dalam sambutannya mengatakan, disadari kondisi kehidupan di dunia saat ini telah mengalami berbagai krisis dan kerusakan, baik itu kerusakan alam maupun krisis moral dan perilaku manusia. Perkembangan teknologi dan pertumbuhan populasi manusia yang begitu pesat telah mengorbankan begitu banyak sumber daya alam dengan dampak-dampak kerusakan lingkungan yang tidak dapat dipungkiri . Hery berharap dengan dilaksanakannya sarasehan bisa memberikan pandangan pentingnya membangun generasi penerus bangsa yang berbudi pekerti luhur. “Bersama membangun keluarga yang harmonis dengan alam yaitu keluarga yang bahagia, rukun dan sejahtera. Bersama membangun masyarakat yang harmonis dengan alam yaitu masyarakat yang tenteram, damai dan berkembang maju. Bersama membangun negara yang harmonis dengan alam yaitu negara yang makmur, maju dan jaya,” ungkapnya.

Baca juga : Ny. Putri Suastini Koster Borong Lukisan Perupa Disabilitas

Dewan Penasehat DPD INLA Bali Tjong Adhi Sunyata sebagai narasumber serasehan dihadapan kepala sekolah, guru dan mahasiswa mengatakan, budi pekerti adalah suatu usaha yang sadar dilakukan dalam rangka menanamkan serta menginternalisasikan nilai-nilai moral kedalam sikap dan prilaku peserta didik. Ini penting dilakukan agar siswa atau generasi muda memiliki sikap dan prilaku yang luhur dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Hal yang sama juga ditekankan narasumber lainnya yakni Ketua TP-PKK Provinsi Bali Ni Putu Suastini Koster. Menurutnya membangun generasi penerus bangsa yang berbudi pekerti luhur bisa dioptimalkan dengan kegiatan berkesenian. Melalui oleh cipta, rasa dan karsa dalam berkesenian akan mampu memperkuat karakter generasi muda dari pengaruh buruk di era globalisasi saat ini. “Kita dibilang jaman old sedangkan sekarang zaman now. Z generation ini lebih individu tetapi lebih pintar apalagi urusan teknologi. Kalau kita ngomong dengan zaman dulu tidak dengan cara yang mereka inginkan nah ini bentrok jadinya, ini yang harus singkron,” ungkap istri Gubernur Bali yang akrap disapa Bunda Putri ini.

Bunda Putri juga menekankan pentingnya komunikasi terbangun antara orang tua, siswa dan lingkungan sekolah dalam hal ini guru sebagai pendidik. Anak didik, orang tua dan guru sesekali waktu diharapkan bisa bertemu, agar jalinan kebersamaan antara orang tua dan guru bisa terus terjaga. Begitu pula orang tua murid harus memahami telah menyerahkan tanggung jawab mendidik anak mereka dengan penuh pada guru saat di lingkungan sekolah dan diluar rumah tanggung jawab penuh ada pada orang tua. Disini juga diingatkan peran penting orang tua dan guru dalam pengawasan agar generasi milenial kita tidak terjerumus dalam berbagai kegiatan dan hal negatif. “Kedepan bisa saja pemerintah memfasilitasi orang tua dan guru untuk menciptakan media komunikasi. Di zamam teknologi canggih perlu kerja keras bapak ibu. Gerenarasi z cerdas tapi mereka cukup cuek dengan lingkungan sosial. Tapi anak bisa tetap disentuh dengan kasih sayang. Begitu kita dekat dengan anak didik, dan berdekatan dengan alam maka kita mampu menyiapkan generasi cerdas yang memiliki budi pekerti luhur,” tegas Bunda Putri. eja/ama



Hypnocodesname WA
Kirim