EKONOMI

Produksi Tambang Emas BSI Angkat Kesejahteraan Masyarakat Banyuwangi


[socialpoll id=”2522805″]

Denpasar, JARRAKPROS.com – Berhasil mengangkat sekitar 142.468 once (oz) emas di tahun 2017, PT Bumi Suksesindo (BSI), perusahaan tambang di Tambang Tumpang Pitu, Banyuwang, Jawa Timur terus memberikan dampak positif bagi program pengembangan ekonomi daerah dan nasonal. Berbagai terobosan yang dilakukan BSI melalui penyaluran dana CSR sudah dinikmati masyarakat di berbagai sektor, terlebih program hibah kepemilikan kepada pemerintah daerah telah membuat Pemkab Banyuwangi sebagai salah satu pemegang saham terbesar.

Ik-9/10/2018

Dibawah naungan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), sebagai induk perusahaan PT BSI telah menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) secara aktif dan telah menjangkau puluhan ribu warga khususnya di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwang, Jawa Timur sebagai lokasi Tambang Emas Tujuh Bukit berada. Program CSR fokus pada 4 bidang yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pengembangan UMKM dan pembangunan infrastruktur. Sebagai bagian dari tanggungjawab lingkungan, PT BSI telah menjalankan program rehabilitasi yang mencapai total lahan seluas 21,08 hektar. “Secara finansial, perluasan tambang Banyuwangi juga terus meningkat sejalan dengan proses penambangan dan produksi yang bertambah. Kami memiliki komitmen jangka panjang untuk kemajuan Banyuwangi.” jelas Direktur PT BSI, Boyke Abidin dalam acara gethering di Denpasar, Kamis (18/10/2018).

Baca juga:  Siapkan Masker Gratis, Pelayanan Samsat se-Bali Konsisten Terapkan Protokol Covid-19

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/10/17/tinggal-pilih-suka-suka-hadiah-bank-mantap-tawarkan-tabungan-simantap/

Lebih lanjut dijelaskan Boyke, kepemilikan saham oleh Pemkab Banyuwangi akan memberikan keuntungan yang besar bagi masyarakat Banyuwangi. Bukan hanya nilai saham yang terus meningkat, sebagai pemegang saham Pemkab Banyuwangi ikut mendorong lahirannya berbagai program CSR yang menguntungkan masyarakat. Terlebih PT BSI meraih penghargaan sebagai wajib pajak kontributor terbaik tahun 2017 dari Kantor Pajak DJP Jawa Timur IlI KPP Pratama, Banyuwang, Jawa Timur. PT BSI juga menerima pengahargaan sebagai wajib pajak yang memberikan kontribusi yang besar terhadap penerimaan pajak KPP Pratama Jakarta Setiabudi Satu, Jakarta Selatan. Hal ini menjadi bukti konkret kontribusi PT BSI terhadap ekonomi dan pembangunan nasional.

Baca juga:  Bank BPD Bali Dorong Pemulihan Ekonomi, Bantu Ciptakan Ekosistem Pertanian Modern
Ik.22/9/2018

Yang juga membanggakan yakni tambang emas PT BSI didukung karyawan sebanyak 1.795 orang dimana 99% warga negara indonesia dan 1% ekspatriat. Dari angkatan kerja yang ada 60% berasal dari Kabupaten Banyuwangi, temasuk sekitar 38% dari Kecamatan Pesanggaran lokal yang mayoritas dari 5 desa lingkar tambang. Sepanjang tahun 2017 menjadi tonggak penting bagi PT BSI karena berhasil mencapai produksi perdana emas dan perak dari Tambang Tujuh Bukit di Banyuwang, Jawa Timur, yaitu 142.468 ounce (oz) emas dan 44.598 oz perak. Pada tahun 2018 produksi emas PT BSI ditargetkan meningkat menjadi 155.000 ons (oz) hingga 170.000 oz emas.

Baca juga :

https://jarrakpos.com/2018/10/17/imf-wb-jalankan-12-kesepakatan-soal-fintech-rai-wirajaya-optimis-fintech-jadi-unicorn/

Sampai Semester I untuk tahun 2018, produksi emas sebanyak 83.713 oz dan perak 48.226 oz. Tahun ini target peremukan bijih, penumpukan dan pengolahan emas sebanyak 6,2 juta ton. Target tersebut sejalan dengan ekspansi oksida sebesar dua kali lipat menjadi 8 juta ton per tahun dan akan rampung pada kuartal pertama 2019. Boyke menambahkan, PT BSI berhasil mengelola tambang dan teknologi di Tambang Tujuh Bukit secara efisien menggunakan teknologi heap leach (pelindihan) yang sangat memperhatikan aspek lingkungan. “Melalui pemamfaatan teknologi yang tepat dan kontrol kinerja yang baik, produksi emas di Tambang Tujuh Bukit dipengaruhi juga oleh teknologi penambangan yang mengeunakan model heap leach yane menggunakan sistim SAG (Semi Autogenous Grinding) Mil. PT BSI juga mampu melakukan efisiensi berkat jarak pengangkutan bahan baku yang lebih dekat serta konsumsi listrik yang lebih rendah darimum,” tutup Boyke. eja/ama

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Close