EKONOMI

Women Leading Change, Angkat Potensi Pengusaha Perempuan Bali Pimpin Perubahan

[socialpoll id=”2522805″]

Badung, JARRAKPOS.com – Organisasi pemberdayaan perempuan Women Leading Change Indonesia mengajak para bussines woman atau pelaku usaha dari kalangan perempuan, khususnya di Bali untuk berada di garda terdepan memimpin perubahan di berbagai bidang kehidupan, khususnya di dunia bisnis atau enterpereneur. “Perempuan punya kekuatan menjadi memimpin perubahan. Tapi potensi itu perlu terus digali dan diberdayakan,” kata Founder Women Leading Change Indonesia Dr. Ayla Dewi Anggraeni di sela-sela acara Bussines Lunch Preview di The Sandhi Phala Beach Resort & Ma Joly Restaurant, Kuta, Badung, Sabtu (17/11/2018).

Dalam kesempatan ini hadir para pengusaha perempuan dari berbagai sektor industri dari sejumlah negara. Termasuk juga perwakilan organisasi atau asosiasi pemberdayaan perempuan internasional seperti Women Leaders International Network (WLIN). Para pengusaha peremuan dari berbagai latar belakanga bisnis ini sengaja dihadirkan agar bisa saling membangun jaringan bisnis secara internasional dan membuka peluang akses pasar secara global. Termasuk untuk bisa saling berbagi pengetahuan dan keahlian. “Kami juga ingin membuka wawasan bisnis para pengusaha perempuan kita agar berani membangun jejaring secara internasional dan bisa saling menguatkan serta memberdayakan sesama pengusaha perempuan,” tegas Ayla yang juga pengusaha sukses di bidang real estate itu.

Baca juga :

Sekelas Traveloka, BumDes Tibubeneng dan Relawan TIK Bali Rancang Aplikasi Informasi Pariwisata

Baca juga:  Solusisakti Beri Solusi Perkuat Lembaga Keuangan 

Lahirnya Women Leading Change Indonesia juga ingin mendorong pemberdayaan perempuan agar punya kemandirian finansial dan menjadi agen pemimpin perubahan dimulai dari keluarganya. “Tumbuh kembang seorang anak sangat dipengaruhi oleh peran dan kondisi ibunya. Jadi ketika perempuan Indonesia punya kemampuan menggiring keluarganya dan punya kemandirian finansial, maka ia berperan besar dalam kesuksekan anak-anaknya,” terang Ayla yang juga owner Nayla Jimbaran Boutique Villa ini.

Untuk itu, Women Leading Change Indonesia mengajak lebih banyak pengusaha perempuan untuk bergabung di organisasi ini dan ikut menjadi agen perubahan serta membantu memberdakan sesama perempuan. “Kami ajak perempuan bangun networking dan bersama-sama belajar membangun serta mengembangkan usaha. Apalagi disini tidak ada pungutan biaya,” jelas Koordinator Women Leading Change Indonesia Chapter Bali Ni Wayan Asri Ardiani Saputri menambahkan.

Ket foto : Koordinator Women Leading Change Indonesia Chapter Bali Ni Wayan Asri Ardiani Saputri.

Owner Azri Living Boutique & Jewerly Design ini mengungkapkan perempuan Bali banyak yang berpotensi menjadi pengusaha sukses dan mandiri secara finansial. Masalahnya kebanyakan perempuan di Bali khususnya belum mampu membangun dan mengetahui akses untuk memajukan bisnis mereka ke jenjang internasional. Beberapa ingin join, tetapi mereka mengatakan belum mampu berbahasa Inggris yang lancar. Tetapi sebenarnya kembali ke diri masing-masing untuk keberanian yang paling terpenting. “Dan mungkin beberapa perempuan Bali punya usaha mandiri tetapi sibuk dengan acara rumah, anak dan adat. Dan sebenarnya bisa diatur dengan mengatur waktu secara baik,”kata pengusaha yang pernah menjadi perawat ini.

Baca juga:  Hendi Gerakkan PNS Pemkot Semarang Untuk Belanja di Pasar Johar

Baca juga :

Gubernur Koster Hapus Praktik “Zero Tour Fee”, Dorong Keselamatan dan Kenyamanan Wisatawan Tiongkok

Sebagai bukti konkret kehadiran Women Leading Change Indonesia pada 5 Desember mendatang digelar acara penghargaan bagi 50 pebisnis perempuan sukses dan menginspirasi dari berbagai negara. Acara yang akan digelar di Le Meridien Jimbaran Hotel Bali juga dirangkai dengan WLIN Indonesia Opening yang rencananya juga akan dihadiri para pejabat dan pembicara dunia lainnya. Pada acara ini para pengusaha perempuan dan pelaku UKM juga berkesempatan membangun jejaring secara internasional. Hingga bisa membuka kesempatan memperluas pemasaran produknya. “Kami ingin menginspirasi perempuan Bali ikut acara ini agar usahanya bisa go internasional. Agar tidak jadi penonton. Banyak orang asing ambil produk di Bali tapi dijual ke luar negeri. Kenapa tidak kita yang mengambil perluang itu,” kata Asri yang juga pernah jadi artis sinetron di salah satu televisi swasta nasional itu.

Salah satu co-fouder Women Leading Change Indonesia Maris Stella S menambahkan organisasi atau klub perempuan ini akan rutin melakukan berbagai kegiatan seperti pemberdayaan pelaku UKM khususnya dari kalangan perempuan. Mereka juga mengusung spirit saling bantu sesama perempuan. “Kami buat klub ini supaya ada pertemuan rutin yang kuat untuk membantu UKM dan wanita lainnya agar maju. Yang kuat jadi bahu bagi wanita lain. Wanita kita pilih karena wanita adalah agen perubahan yang konsisten,” ujar pengusaha yang juga Vice Chairwomen Global Property Bank and Technology Center ini. Misi mulia dan berbagai program Women Leading Change Indonesia ini juga didukung perusahaan multinasional UDS yang bermarkas di Dubai. “Ini inisatif yang patut kita dukung bersama,” kata Dato’ Sri Mir Khan, CEO UDS Malaysia.

Baca juga:  Bangkit Dari keterpurukan, Kini LPD Desa Adat Kapal Beraset Rp10 Miliar

Baca juga :  Cok Ace : Waterboom Gianyar Tak Menunjukan Kemajuan Signifikan

Pihaknya juga berkomitmen membantu pelaku UKM di Indonesia untuk mengembangkan bisnis melalui penyedian layanan softaware berbasis aplikasi mobile untuk mempermudah pengelolaan CRM (Customer Relationship Management). “Kami akan bantu bangun pengusaha UKM di Indonesia khususnya juga Bali dengan aplikasi CRM,” pungkasnya. Dukungan juga disampaikan Abby Lau selaku Founder & Direktur Mul.ti.flo.ra Singapura. Secara umum ia melihat posisi pengusaha perempuan di Indonesia dan Singapura secara umum sama-sama punya daya saing dan potensi untuk berkembang besar. “Tapi kalau di Indonesia bedanya banyak kalangan perempuan yang masih ketinggalan di kampung. Mereka kurang dukungan financial, tidak tahu bagaimana buat hidup lebih baik. Gap ini yang harus diperkecil melalui gerakan Women Leading Change Indonesia ini,” tandasnya. ana/ama

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button