HUKUM

Diduga Main Pukul Petugas Bandara, Ketua DPRD Bali Minta Oknum Ajudan Gubernur Maluku Diberi Sanksi Tegas


Denpasar, JARRAKPOS.com – Kasus tindak kekerasan oleh oknum anggota polisi yang juga Ajudan Gubernur Maluku, Cristoforus Yamrewaf diduga memukul seorang petugas yang menjadi Staf PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Pattimura Ambon pada Jumat (18/9/2020) bisa berbuntut panjang. Apalagi korban asal Bali yang bernama I Gede Baratha Adi mengalami pendarahan di bagian hidung. Padahal saat itu, korban hanya menjalankan tugasnya sebagai penanganan dan pencegahan pandemi Covid-19, sehingga menegur ajudan gubernur yang hendak menerobos pintu masuk kedatangan bandara tanpa seizin petugas untuk menjemput Gubernur Murad Ismail.

1bl#ik-11/9/2020

Akibat tindakan ringan oknum aparat hukum tersebut, Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama juga angkat bicara, saat diminta tanggapannya mengaku prihatin dan sangat menyesalkan aksi main pukul oleh oknum anggota kepolisian tersebut. “Sebagai wakil rakyat Bali, saya prihatin membaca berita itu. Masa, hari gini masih ada oknum polisi dan ajudan gubernur yang main pukul rakyat yang seharusnya melindingi rakyatnya? Lebih-lebih yang dipukul sedang menjalankan tugas untuk menerapkan protokol kesehatan,” ungkap mantan Bupati Tabanan dua periode tersebut, saat dihubungi JARRAKPOS.com, Sabtu (19/9/2020) malam.

Baca juga:  Restoran di Pengosekan Ubud Terbakar

Politisi senior PDI Perjuangan ini, menuding oknum polisi tersebut, jelas-jelas sudah merobek-robek nama besar Corp Kepolisian yang sedang dicintai rakyat. Untuk itulah, Gubernur Maluku, diminta agar segera memberi sanksi tegas kepada ajudannya yang main pukul dan juga kepada atasan oknum polisi tersebut agar memproses oknum tersebut sesuai aturan hukum yang berlaku. “Kok jaman ini masih ada oknum polisi mukul rakyat. Mestinya polisi mengayomi rakyat, tapi malah main pukul rakyat. Oknum polisi ini sudah merusak nama baik kepolisian yang namanya baik sekali di mata rakyat. Saya berharap Gubernur Maluku bisa membina ajudannya dan juga Korp Kepolisian bisa memberi sanksi bawahannya, sehingga tidak lagi mencederai nama baiknya,” tegas Adi Wiryatama.

Baca juga:  Kapolres Badung Cek Langsung Ruangan SPKT
1bl#bn-15/9/2020

Seperti diketahui dikutif dari jubi.co.id, seorang staf PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Pattimura Ambon menjadi korban pemukulan ajudan Gubernur Maluku, Cristoforus Yamrewaf. Akibat kejadian itu korban bernama I Gede Baratha Adi mengalami pendarahan di bagian hidung. “Peristiwa terjadi per Jumat (18/9/2020) sekitar pukul 06.30 WIT,” kata Humas Angkasa Pura I Bandara Pattimura Ambon, Aditya Wibisono, Jumat (18/9/2020) malam. Menurut Aditya, pemukulan awlanya saat korban menegur ajudan Gubernur yang hendak menerobos pintu masuk kedatangan Bandara tanpa seizin petugas untuk menjemput Gubernur Murad Ismail. “Sempat terjadi adu mulut antar petugas dan ajudan, namun ajudan tak terima ditegur dan main pukul petugas,” ujar Aditya.

Baca juga:  Diberikan SP 3, Pengusaha Pabrik Tahu di Bitera Minta Toleransi
1bl#ik-13/9/2020

Akibat tindakan pemukulan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian hidung dan mengalami pendarahan. Korban dibawa ke ruang perawatan di Gedung Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Internasional Pattimura Ambon, Maluku. Pengelola Bandara Pattimura Ambon menyayangkan peristiwa yang menimpa seorang petugasnya. Apa lagi secara institusi antara Angkasa Pura I dan Pemprov Maluku selama ini berhubungan baik. Aditya menyebut pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku meminta maaf kepada pimpinan Angkasa Pura terkait peristiwa yang menimpa staf mereka. Sementara itu, oknum anggota polisi yang juga Ajudan Gubernur Maluku, Cristoforus Yamrewaf belum bisa dikonfirmasi sampai berita ini diturunkan. tim/aka/ama


Close