NASIONAL

Berkat Pergub Rancangan Gubernur Koster, 13.042 Wirausaha Muda Baru Tumbuh di Bali

[socialpoll id=”2539079″]


Denpasar, JARRAKPOS.com – Minat generasi muda untuk berwirausaha di Bali semakin tinggi. Bahkan menurut data di Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, pertumbuhannya kini menyentuh di angka 8,38 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dari rasio data nasional yang dirilis Kementrian Koperasi dan UKM RI yang hanya sebesar 3,1 persen. Tercatat di tahun 2018 ada 13.042 wirausaha muda baru lahir di Bali. “Kita sambut baik minat wirausaha Bali semakin tinggi. Tahun lalu 7,05 rasio wirausahanya. Dari sisi jumlah pelaku UMKM tahun lalu 312.960, data terkini Desember 2018 adalah 326.009 orang,” papar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, SE.MM., di Denpasar, Rabu (20/2/2819).

Dijelaskan peningkatan pertumbuhan wirausaha muda yang mencapai empat persen karena Bali merupakan daerah pariwisata sehingga pertumbuhan ekonominya diatas rata-rata nasional. Tentu saja capaian ini tidak terlepas dari kerja keras dan dorongan Dinas Koperasi dan UKM yang terus menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta melalui inkubator bisnis kampus masing-masing. Perkembangan dunia usaha yang banyak didukung kemajuan teknologi membuat wirausaha tidak saja berusaha secara offline namun juga berbisnis secara online. Bidang usaha juga beraneka ragam sesuai kebutuhan dan perkembangan permintaan pasar saat ini. Sektor usaha yang berkembang secara luas seperti di bidang jasa, fashion, kuliner, kerajinan hingga cinderamata.

Baca juga :

Pelayanan Diacungi Jempol, Namun Sayang Toilet RS Mangusada Rusak dan Jorok

13.042 orang wirausaha muda baru di sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang tumbuh satu tahun terakhir ini dipaparkan Gede Indra tumbuh subur di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Dipastikan di tahun 2019 wirausaha muda baru akan terus lahir, bahkan berkat Pergub yang dirancang Gubernur Bali, Wayan Koster akan semakin menggeliatkan dunia usaha. Seperti pada bisnis sandang yang didukung Pergub Nomor 79 tahun 2018 tentang hari penggunaan busana adat Bali sehingga akan berimbas besar untuk menggeliatkan dunia usaha feshion. Begitu juga halnya dengan Pergub tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal Bali sehingga wirausaha muda mampu memamfaatkan peluang yang ada untuk membesarkan unit usahanya. “Pemerintah memberi peluang hendaknya disikapi dan ditangkap oleh pelaku UMKM. Kita termasuk koperasi yang usaha produksi, pemasaran dan sebagainya harus mampu menggarap peluang ini,” harapnya.

Pesatnya pertumbuhan wirausaha muda di Bali juga dijelaskan tidak terlepas dari kinerja Kementrian Koperasi dan UKM. Melalui kebijakan pemberian insentif untuk mendidik wirausaha pemula melalui gerakan kewirausahaan nasional (GKN). Kegiatan ini menyasar kalangan mahasiswa dan pelaku UMKM sehingga mereka mampu menjalankan bisnis dengan baik termasuk didalamnya penguatan akses modal. Bahkan Kementrian Koperasi dan UKM tidak saja hanya memberikan pelatihan dalam bentuk Bintek (Bimbingan Teknis) namun juga ada bantuan dana hibah untuk wirausaha pemula (WP). Program yang sudah berlangsung sekitar lima tahun ini mampu membantu permodalan WP diatas Rp 10 juta. Bahkan program ini juga didukung penuh Pemkab Badung yang memberikan dana hibah hingga Rp 30 juta dengan persyaratan usaha sudah dijalankan 6 hingga 2 tahun. WP memiliki badan usaha baik berbentuk UD (Unit Dagang), CV (Commanditaire Vennootschap) atau pelaku perorangan namun dipastikan memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). eja/ama

Berita Terkait

Beri Komentar

Close