NASIONAL

Pemprov Bali Kunjungi GGF, Siap Tanam 115 Hektar Pisang Mas Kirana di Jembrana


Lampung, JARRAKPOS.com – Asisten Administrasi Umum Pemprov Bali, Wayan Suarjana optimis rencana Pemprov Bali melalui Perusda bekerja sama dengan Great Giant Foods (GGF) Lampung akan sukses mengembangkan perkebunan pisang emas kirana di Pekutatan, Jembrana. Hal ini disampikannya dalam kunjungan press tour Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Bali bersama puluhan awak media, ke perkebunan dan pabrik GGF, yang diterima langsung Operation Manager perusahaan setempat, Wayan Ardana, Rabu (20/11/2019).

1Bn-Ik#18/11/2019

“Meskipun dikatakan lahan pertanian sempit, petani Bali juga nyaris punah, namun saya optimis dengan pengelolaan yang baik dan kerjasama dengan para ahli Bali mampu mengembangkan sektor pertanian lokal,” ungkap Wayan Suarjana didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Oka Sutha Diana.

Baca juga : Bank BPD Bali Segera Lebarkan Sayap di Lampung

Suarjana menambahkan, Pemerintah Provinsi Bali beserta para petani sudah selayaknya belajar banyak, terutama untuk memanfaatkan teknologi dalam siatem produksi dan penanganan hasil pertanian. Dinilai perusahaan GGF layak sebagai contoh yang baik karena telah menghantarkan Lampung sangat sukses dalam pengembangan produk pertanian. Bahkan kini komoditi unggulan yang dihasilkan tidak saja buah nanas dan pisang, namun juga jambu kristal, durian dan buah-buahan lainnya. Kesuksesan ini juga tidak terlepas dari komitmen GGF untuk melibatkan dan mensejahterakan petani setempat.

6Bn#Ik-19/11/2019

“Harapannya kerjasama dengan GGF kedepan mampu memberikan peningkatan pendapatan masyarakat terutama bagi petani, termasuk di pelosok kabupaten-kabupaten kita. Ada pisang mas, mangga, manggis, salak dan lainnya bisa kita kedepankan,” tukas Suarjana.

Baca juga : Press Tour Pemprov Bali Kunjungi Warga Hindu Lampung Tengah

Sementara itu Operation Manager GGF, Wayan Ardana menyebut, pihaknya melihat Bali masih berpotensi besar untuk mengembangkan kualitas dan kuantitas hasil pertaniannya. “Kita rancang Bali untuk jadi satelit farming kita, melalui kerjasama dengan Perusda. Mengembangkan komoditi pisang yang nantinya akan memenuhi kebutuhan Bali, NTB dan sekitarnya,” tutur Ardana lanjut menjelaskan 115 hektar lahan milik Pemprov Bali di Pekutatan, Jembrana menjadi pilot project pengembangan pisang tersebut dan siap ditanami secara penuh pada bulan November hingga Desember tahun ini karena telah memasuki musim penghujan.

1Th/Ik-5/9/2019

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan Provinsi Bali, I Putu Karyana yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, sistem pengelolaan pertanian GGF sepenuhnya akan ditiru. Ditegaskan pula selama ini permasalahan krusial ada pada pemasaran dan tidak adanya jaminan produksi baik dari sisi kualitas maupun kuntitas. Melalui manajemen produksi pisang emas kirana di Pakutatan ini diharapkan mampu menjawab permintaan di masyarakat utaman di sektor pariwisata. Komoditi ini kedepan akan bersanding dengan komoditi buah lainnya seperti mangga, salak, anggur, manggis, jeruk dan buah lokal lainnya.

Baca juga : Regulasi Harus Ditegakan, 400 Hektar Per Tahun Lahan Pertanian Beralih Fungsi

Putu Karyana menambahkan, kedepan komoditi produksi buah ini akan didukung petani di berbagai daerah di Bali sehingga pihaknya juga akan memperkuat sistem pemasaran melalui koperasi. “Kita akan buat koperasi untuk para petani, yang nantinya ketika para petani panen koperasi sebagai penghubung untuk pemasaran,” jelasnya lanjut mengatakan permintaan pisang emas kirana berpotensi ekpor karena program ini dilirik para ekportir Bali. eja/ama

Berita Terkait

Close