Hasil Survey Dharma-Kerta Dipertanyakan

Pasangan Dharma-Kerta.


DENPASAR, JARRAKPOS – Hasil survey Partai Golkar yang dikoordinasi oleh Ketua Bappilu DPP Partai Golkar Bali-Nusra AA Agung Bagus Adhi Mahendra Putra yang mengunggulkan paket Dharma-Kerta (pasangan IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta) dipertanyakan, sehingga mendapat tantangan dari PDI Perjuangan yang sudah final mengusung Paket KBS-ACE (pasangan Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace) di Pilgub Bali 2018. Hal itu disampaikan langsung Ketua DPP PDI Perjuangan Made Urip yang juga Dewan Pembina Tim Pemenangan KBS-ACE.

Menurut Anggota DPR RI empat periode ini, hasil survey tidak bisa langsung mewakili kemenangan, karena hanya mensurvey sekitar seribu orang responden. Jadi survey tidak bisa dijadikan acuan kemenangan, apalagi biasanya hasil survey lebih cenderung akan memenangkan paket pesanan yang membayar survey. “Survey kan bukan patokan, boleh-boleh aja itu survey menang, tapi tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan. Yang penting soliditas partai dan semua struktur partai itu bekerja. Jika semua solidatas kader bekerja, pasti 50 persen kemenangan itu sudah dikantongi,” papar wakil rakyat asal Tabanan itu.

Selain itu, survey yang menggunggulkan Dharma-Kerta belum bisa menjadi cerminan masyarakat Bali yang terdiri dari 3 juta lebih penduduk. Karena itu dipastikan kerja keras dan soliditas partai akan lebih kuat untuk memenangkan paket KBS-ACE daripada mengekspos keunggulan hasil survey. “Kita kan tinggal melakukan pendekatan dengan masyarakat. Karena itu, hasil survey kan tentatif dan terbatas hanya seribu orang jadi tidak bisa dijadikan patokan kemenangan nanti,” bebernya seraya menyebut PDIP sangat solid memenangkan KBS-ACE.

Hal itu bisa dibaca Made Urip saat mendampingi KBS-ACE melakukan rapat konsolidasi di lapangan dan keliling seluruh Bali. Dikatakan, respon masyarakat juga sangat luar biasa, karena KBS-ACE sudah jelas-jelas memiliki visi dan misi untuk melakukan perubahan di Bali. “Enam eksekutif PDIP di Bali juga sudah bekerja maksimal untuk membangun, sehingga elektaktifitas dan respon masyarakat sangat bagus. Jadi saya jamin tidak akan ada perpecahan di internal, karena PDIP sudah mantap dan solid,” tutupnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPW Partai NasDem AA Gede Ngurah Widiada mengaku sebagai kader partai memiliki prediksi paket Dharma-Kerta akan berpotensi menang, meskipun PDIP telah tersosialisasi dan sudah lebih dulu menetapkan sehingga lebih fokus dan bisa mengusung panglima perangnya. Tapi sayangnya sampai sekarang belum bisa disatukan, siapakah yang akan dipasangkan. “Stoknya pasti itu tinggal bicara nomor satu dan dua. Tapi kenapa Rai Mantra posisinya seperti itu, karena selama ini figur lainnya belum mendapat penuh kepercayaan publik,” sentil Mantan Politisi Partai Golkar ini.

Figur yang umumnya muncul memiliki kavital sosial dan politik seperti diprediksi sebelumnya, Rai Mantra yang tertinggi diantara figur-figur yang dimainkan di KRB. “Ada Demokrat dan Golkar yang memiliki figur yang bagus, tapi suka tidak suka dalam konteks demokrasi liberal ini harus bisa mampu mengalahkan figur partai,” katanya seraya menyebut figur ketua partai memang dari awal bisa ikut, tapi ending pertarungan politik itu menang kalah. “Karena kontestasi politik seperti itu, belum tentu ketua partai itu bisa unggul dan menang,” imbuhnya.

Karena itulah, Rai Mantra tetap harus diposisi Bali satu, karena kekuatan partai di KRB dengan Sudikerta dalam konteks pengalaman dan relasi sosial politik sebagai wakil gubernur yang juga memiliki kapital politik yang tepat disandingkan dengan Rai Mantra. “Menurut saya setelah Rai Mantra ya dia lah (Sudikerta, red). Jadi otomatis bisa jadi wakil, tapi komitmennya sekarang tinggal dari Partai Golkar yang memutuskan itu. Tapi apapun keputusannya sebagai kader Partai NasDem saya mengikuti keputusan DPP Partai NasDem yang menjadi bagian dari KRB dan saya siap menerima perintah ini,” tandasnya.

Namun, pihaknya meminta selaku Loyalis Rai Mantra meminta paket Dharma-Kerta ini harus segera diumumkan agar isunya tidak lama digoreng. “Tapi harus segera diumumkan secepatnya jangan terus digoreng. Nanti nasi digoreng terus, kan jadi nasi goreng. Kalau dibiarkan lama-lama kan bisa basi. Jadi harus segeralah diumumkan, jangan hanya menunggu saja,” harapnya. (Tak/PB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here