Aksi Bule Naiki Padmasana Pura Gelap Besakih Mesti Diusut Tuntas

Foto : Aksi Bule saat diatas Padmasana Pura Gelap Besakih.


Amlapura, JARRAKPOS.com – Ulah tak wajar seorang wisatawan yang melakukan syuting video dan foto di atas Padmasana (tempat suci) di Pura Gelap, Besakih baru-baru ini dikecam.berbagai pihak. Sayangnya sampai sekarang aparat berwajib belum berhasil mengusut tuntas kasus pelecehan agama tersebut.

Bule bernama Bernat itu sudah membuat gempar dan menyebar di media sosial. Video itu tersebar secara meluas dan menimbulkan kontroversi di kalangan umat Hindu di Bali. Kasus ini menyebar setelah screenshoot video itu tersebar di berbagai akun instagram.

Screenshot video tersebut diposting beberapa akun di media sosial Instagram (IG) dan akhirnya diketahui secara luas. Dalam video tersebut, tampak dua orang wisatawan mancanegara sedang berada di Pura Gelap Besakih. Seorang wisman yang mengenakan selendang merah kuning kemudian naik ke Palinggih

Padmasana.Bule brewokan itu dengan gagahnya kemudian duduk di atas rong padmasana bak seorang raja. Aksi nekat tersebut diduga direkam oleh temannya. Belum diketahui pasti waktu pengambilan video tersebut. Namun video ini baru beredar luas pada Rabu (18/4/2018) di media sosial.

Menanggapi kasus itu, Wakil Gubernur Bali non aktif, I Ketut Sudikerta usai melakukan persembahyangan di Pura Besakih bersama warga, Jumat (20/4/2018), bersama Tim Mantra-Kerta langsung mengadakan rapat dengan seluruh unsur manajemen operasional, Bendesa Adat Besakih, para pecalang, serta seluruh unsur lainnya..

Salah satu persoalan yang dirapatkan adalah soal kasus video viral di medsos tentang seorang bule yang melakukan aksi naik di atas Padmasana. Bahkan kasus ini dibahas dengan sangat serius. Di hadapan ratusan peserta yang hadir, Sudikerta meminta agar aparat keamanan untuk mengusut tuntas kasus video viral tersebut karena telah melecehkan umat Hindu di Bali.

“Saya minta keamanan di Pura Besakih harus ditingkatkan, demi menjaga kesucian pura terutama Pura Besakih seperti ini,” ujarnya. Ia meminta aparat keamanan untuk memperketat pengamanan serta memantau kondisi keamanan pura terbesar di Bali itu agar umat non Hindu yang sedang berkunjung ke Pura Besakih tetap menghormati kesucian tempat ibadah umat setempat.

Selain itu, Sudikerta meminta agar segera dikoordinasikan dengan bendesa setempat untuk melakukan upacara menyucikan kembali Pura karena aksi bule itu telah menyebabkan leteh atau tercemar di pura besar di Bali itu. aka/ama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here