Cara Cok Ace Lipatgandakan Pendapatan Bali dari Sektor Pariwisata

Ket foto : Calon Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (kanan).


Denpasar, JARRAKPOS.com – Totalitas calon Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) untuk sektor pariwisata tak bisa diragukan lagi. Sudah puluhan tahun ia bergelut di industri pariwisata. Terakhir, Cok Ace rela mengubur mimpinya meraih gelar profesor untuk menata pembangunan pariwisata Bali. Di hadapan perwakilan pelaku wisata Cok Ace terpanggil mengabdi untuk Bali.

Alasannya, sebagai penyumbang kontribusi terbesar untuk negara, namun imbal balik yang diterima tak sebanding dengan yang diberikan. “Kita sepakat jika pariwisata itu lokomotif ekonomi Bali. 70 persen PDRB Bali itu dari sektor pariwisata. Ratusan triliun dihasilkan oleh pariwisata, tapi yang berputar di Bali itu hanya Rp60 triliun. Sisanya ke mana? Berangkat dari hal itu saya tanggalkan mimpi saya jadi profesor untuk menyelamatkan Bali,” kata Cok Ace di Gedung Bali Tourism Board, Sabtu 2 Juni 2018.

Pada acara yang mengambil tema ‘Bali Now!: Tourism, the Next Five Years’ itu Cok Ace memaparkan mimpinya meningkatkan dan mengembangkan pariwisata Bali. Ia juga menjabarkan caranya melipatgandakan pendapatan dari sektor ekonomi. Saat ini, ia melanjutkan, PAD (Pendapatan Asli Daerah) Provinsi Bali sebesar Rp3,2 triliun. Sementara PAD Kabupaten Badung sebanyak Rp5,5 triliun. Ketimpangan terlihat jelas di kabupaten di luar Badung. Sebut saja misalnya Kabupaten Jembrana yang PAD-nya hanya Rp119 miliar. “Bagaimana kita mau mengajak mereka membangun pariwisata, infrastruktur dengan pendapatan sebesar itu. Tidak bisa dengan kondisi itu,” jabar dia.

Jauh sebelum ia memutuskan menjadi calon Wakil Gubernur Bali berpasangan dengan Wayan Koster, Cok Ace pernah membuat skema untuk memperbaiki pariwisata Bali. Tapi hal itu tak bisa berjalan karena pendapatan kabupaten kita yang minim. “Jangan diajak bicara mengembangkan destinasi, mereka malah masih berfikir istilahnya sekarang akan makan apa. Itu kondisi yang terjadi,” papar dia.

Ia melihat ada jalan untuk membenahi sistem yang kita bangun ini. “Ini ada jalan untuk kita mengembangkan pariwisata. Memang pariwisata itu harus dikelola secara one island, one management and one planning. Dan, hanya beliau (Wayan Koster) yang bisa menjalankan itu. Ke depan kita buat pertemuan rutin tiga bulanan dengan seluruh stakeholder pariwisata,” janji Cok Ace.

Datu hal yang akan diupayakan Cok Ace untuk meningkatkan pemasukan dan pengembangan sektor pariwisata adalah sinergi Kabupaten Badung dengan daerah lainnya. Saat ini, lama tinggal turis di Bali yang mayoritas menginap di Kabupaten Badung selama tiga hari. “Tiga hari saja mereka menginap di Badung bisa memberikan kotribusi sebanyak Rp5,5 triliun (PAD Badung). Kalau enam hari turis itu menginap maka pendapatannya sebanyak Rp11 triliun. Berarti kuncinya, kita harus buat agar turis itu betah makin lama tinggal di Bali,” urainya.

Pada titik itulah Cok Ace menilai pentingnya pengembangan destinasi wisata di daerah lain di sembilan kabupaten/kota. “Harus ada kekuatan, magnet yang kuat misalnya di Buleleng, Karangasem dan daerah lainnya. Harus ada destinasi yang besar yang membuat mereka menambah hari menginapnya.┬áKalau hanya yang kecil-kecil itu target sasaran antara.┬áMereka jalan-jalan keliling Bali, toh menginapnya tetap di Badung. Maka Badung bisa berkontribusi untuk daerah lain,” papar Cok Ace.

“Maka mari kita perbaiki infrastrukturnya, perbaiki destinasi dan lainnya. Kita buat blue print-nya. Mimpi kita dari dulu itu yakni one island one management akan terwujud melalui kepemimpinan Pak Wayan Koster,” tambah Cok Ace disambut riuh tepuk tangan peserta yang hadir. lit/ama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here