Jelang Lebaran, Polres Badung Tingkatkan Pelayanan

Ket foto :  Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, S.I.K (pegang tongkat komando) saat menhecek kesiapan Posko Lebaran 2018 di Terminal Mengwi, Kamis (7/6/2018).


Badung JARRAKPOS.com – 184 personil Polres Badung sukseskan operasi ketupat agung 2018. Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri juga didukung pembangunan posko keamanan dan posko pelayanan untuk arus mudik. Pemetaan jalur rawan kecelakaan juga akan menjadi perhatian khusus untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Mengingat banyak masyarakat yang mudik menggunakan kendaraan roda dua.

Pos pelayanan lebaran 2018 dibangun di Terminal Mengwi sementara pos pengamanan dibangun di depan Puspem Badung. Masing-masing pos akan didukung 25 personil yang dibagi dalam beberapa ship. Untuk pos pelayanan di Terminal Mengwi merupakan pos terpadu yang juga melibatkan TNI, pemerintah daerah Kabupaten Badung, Damkar, Dinas Perhubungan dan tim kesehatan. “Untuk operasi ketupat agung 2018 dalam rangka menyanbut hari lebaran ini kami Polres Badung sesuai arahan pimpinan kami melibatkan personil 184 orang. Kami telah mendirikan 2 pos di jalur utama,” jelas Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, S.I.K, Sabtu (9/6/2018).

Menekan tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas Polres Badung juga telah mensosialisasikan jalur alternatif kepada para pengendara karena sepanjang arus mudik akan semakin padat saat puncak arus mudik dan arus balik. Selain terkonsentrai pada aktifitas arus mudik Polres Badung juga tetap mensiagakan personilnya di tempat-tempat pariwisata dan pusat keramaian seperti di kawasan Petitenget, Pura Taman Ayun dan Sangeh hingga di seputaran pantai di wilayah Canggu. Upaya ini juga terkait antisipasi adanya lonjakan wisatawan yang datang berkunjung. “Untuk jalur utama dua pos, dan di tempat wisata kita juga mendirikan pos seperti di Pantai Petitenget dan di Taman Ayun,” jelasnya.

Khusus untuk Posko Mudik Lebaran 2018 dengan adanya kerjasama dari berbagai instansi tidak saja sebagai bentuk antisipasi tindakan dan pencegahan di bidang keamanan saja namun juga dari sisi pelayanan. Bila ada pemudik yang sakit langsung bisa ditangani tim kesehatan dan bagi pemudik yang lelah juga disiapkan tempat istirahat. “Kita harus cek kesiapan agar bisa melaksanakan tugas dengan baik,” tegasnya. eja/ama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here