INTI Bali Undang Kandidat, Mantra-Kerta Sampaikan Program Nawacandra

Paslon Mantra-Kerta usia menyampaikan visi dan misi didepan ratusan Anggota INTI Bali di Hongkong Garden, Denpasar, Selasa (11/6/2018).


Denpasar, JARRAKPOS.com – Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Ida Bagus Rai Darma Wijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) menghadiri undangan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali untuk menyampaikan visi dan misi kandidat. Sebagai organisasi kemasyarakatan sosial berwawasan kebangsaan, INTI Bali merasa turut serta menyukseskan perhelatan pesta demokrasi Pilgub Bali 2018. “Kami ingin memberikan pandangan dan edukasi politik mengenai visi-misi Paslon Pilgub dari Mantra-Kerta kepada Anggota INTI Bali,” papar Ketua INTI Bali Sudiarta Indrajaya di Hongkong Garden, Denpasar, Selasa (11/6/2018).

Kandidat yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) diawali pemaparan visi-misi oleh calon gubernur Bali, Ida Bagus Rai Darma Wijaya Mantra yang disajikan melalui Nawacandra sebagai sembilan pokok program kerja bila pasangan Mantra-Kerta dipercaya masyarakat Bali dalam Pilgub Bali tanggal 27 Juni mendatang. Selain memaparkan visi-misinya Rai Mantra juga menverikanan kesuksesannya memimpin Denpasar yang cukup lama dan membuat banyak perubahan menuju smart city dan menggeliatkan ekonomi kerakyatan. Visi-misi Mantra-Kerta juga ditegaskan Sudikerta yang telah memiliki banyak pengalaman di bidang birokrasi. Diakuinya banyak proses pembangunan di Bali yang telah membuat dirinya banyak berbuat dan terlibat sehingga kedepan perlu adanya ide-ide segar dalam mengawal pembangunan Bali, sehingga mampu menghakhiri ketimpangan pembangunan yang terjadi utamanya antara Bali Selatan dan Bali Utara.

Usai acara berlangaung Ketua INTI Bali Sudiarta Indrajaya mengatakan kepada awak media bahwa acara yang berlangsung untuk memberikan kesepatan kepada anggota INTI Bali mendengarkan visi-misi kandidat calon gunernur dan wakil gubernur Bali, dimana untuk pasangan nomer urut satu Koster-Ace telah dilaksanakan sebelumnya pada tanggal 22 Mei 2017. Melalui kesempatan yang sama yang telah diberikan INTI Bali diharapkan mampu menyakinkan calon pemilih melalui program kerja yang telah disampaikan masing-masing Paslon. Diharapkan juga Pilgub Bali bisa berjalam lancar, aman dan damai serta menghasilkan pemimpin yang membawa banyak perubahan bagi pembangunan Bali 5 tahun kedepan. Tidak ada alasan bagi anggota INTI Bali tidak menentukan pilihan karena kandidat Koster-Ace dan Mantra-Kerta telah diberikan kesempatan untuk menyakinkan dirinya layak untuk dipilih.

“Inilah alasannya kenapa kita mengundang kedua pasangan calon, karena di INTI Bali ada beragam dan latar belakang profesi. Mereka mempunyai cara berfikir dan pilihan masing-masing, tentu ada juga yang bingung karena banyak yang tidak paham jadi jangan sampai karena tidak paham dia tidak memilih. Kita tegaskan bagaimana dia (calon pemilih, red) meggunakan hak pilihnya sebagai warga negara. Setelah mendengarkan visi-misi, sekarang tugas INTI Bali sudah selesai selanjutnya terserah masyarakat untuk menentukan siapa yang layak menjadi gubernur dan wakil gubernur Bali mendatang,” jelasnya seraya menambahkan kedua pasang kandidat harus bersaing dengan sportif. “Berani bertarung, berarti berani menang atau kalah. Pilgub Bali harus mampu menunjukkan integritas orang Bali. Bagaimana menyama braya dan kejujuran harus diutamakan,” imbuh pria yang akrap disapa Sin ini.

Setelah mendengar paparan kedua pasangan kandidat, Sin mengakui pemaparan Paslon Mantra-Kerta dan Koster-Ace sudah mampu memberikan pandangan dan jawaban sejumlah pertanyaan dalam benak anggota INTI Bali. Adapun sejumlah pokok-pokok pikiran INTI Bali untuk Paslon Pilgub Bali Tahun 2018-2023 antara lain, Pertama bidang pendidikan, bagaimana membudayakan smpat pilar kebangsaan pada masyarakat Bali. Hal ini perlu dilaksanakan melalui pendidikan dasar, menengah, dan tinggi dalam upaya memperkokoh Pancasila sebagai Ideologi Negara. Mengurangi kesenjangan sosial melalui pendidikan dan mengembangkan pendidikan pariwisata yang berkualitas, untuk mengendalikan mass-tourism. Bidang infrastruktur untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Sedangkan bidang sumber daya manusia (SDM) agar mampu meningkatkan daya saing yang dimiliki dan diberikan kesempatan yang luas berpartisipasi langsung dalam gerak langkah pembangunan Bali. Serta terkait pengembangan di sektor pertanian, lingkungan, masalah perijinan, kesehatan, hukum dan keamanan. eja/ama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here