Songsong Masa Depan, President World Hindu Parisad Minta Umat Intropeksi Diri

Ket foto : Pembukaan “World Hindu Wisdom Meet (WHWM) 2018 yang mengusung tema “Hindu For Better Life’ atau Hindu untuk Kehidupan yang Lebih Baik”.


Denpasar, JARRAKPOS.com – President World Hindu Parisad (WHP) I Made Mangku Pastika meminta umat tidak memperdebatkan masa lalu, namun tidak melakukan intropeksi diri dalam mengubah masa depan.

“Upaya itu, untuk menyiapkan diri dan menyelamatkan keyakinan umat, khususnya kalangan anak muda dari dampak arus globalisasi,” kata Pastika di Denpasar, Sabtu (23/6).

Hal itu disampaikan ketika membuka “World Hindu Wisdom Meet (WHWM) 2018 yang mengusung tema “Hindu For Better Life’ atau Hindu untuk Kehidupan yang Lebih Baik”.

Ia meminta agar jangan terus menoleh ke belakang karena berpotensi tidak menemukan masa depan. “Sekali-kali boleh untuk belajar, tapi harus siap melangkah ke depan dan siap menghadapi perubahan yang terjadi setiap saat,” ujarnya.

Dengan demikian, kegiatan tersebut mampu merumuskan langkah-langkah strategis dalam mewujudkan Hindu yang lebih baik. Dengan menghasilkan maha karya yang dapat diwariskan yang mudah diterima kalangan anak muda bersifat universal.

“Apa yangah harus dilakukan Hindu sehingga mudah dipahami, dapat menjawab kebutuhan masa kini dan mampu diimplementasikan secara sederhana,” ungkapnya.

Bukan berarti menghilangkan yang sudah ada, tetap pada nilai-nilai yang terkandung di dalamnnya. Selain itu, jumlah penganut Hindu di dunia semakin menurun, menempati posisi empat setelah Kristen, Islam dan Komunis.

Hindu hanya memiliki 15 persen dari 8 Miliyar penduduk dunia, sedangkan Indonesia sebanyak 1,69 persen sesuai data yang ada. Bermula dari itulah, pihaknya menggunakan tema “Hindu For Better Life” dalam mewujudkan
“Vision: Happiness”.

Melalui “Mission: Dharma, Artha, Kama, Moksa” yang dilakukan dengan penuh kesadaan (Consciousness) di tengah. Sedangkan stratgegi yang disiapkan dari interen (Tri Kaya Parisudha) dan ekternal (Tri Hita Karana).

Maka Action/Program yang dirancang yakni Panca Yajnya, Carur Ashram, Catur Yoga. Implementasi: Yoga, Vegetarian, Meditation, Asrham dan Dana Punia.

Ia juga Gubernur Bali menegaskan mengajak umat agar hidup dalam yoga maupun vegetarian. “Saya sendiri sudah mencoba sekali-kali vegeterian dan akan terus dilatih, semoga itu bisa dilakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sementara itu, Ida Pedanda Gede Putra Kekeran menambahkan, umat agar berani merubah tradisi maupun awig-awig yang menghambat jalan Hindu yang lebih.

Ia menuturkan, pihaknya sedang melakukan pembahasan pembaharuan bergama Hindu yang lebih bai bersama lembaga formal (pemerintah) dan lembaga desa pakraman, Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Gianyar. “Pembahasan ini menghasilakan satu suara keputusan bersama, agar Hindu tetap relevan dengan kekian,” ujarnya.

Upaya itu sebagai langkah perubahan Hindu dalam era global dan teknologi informasi. Sejatinya yang ada di dunia adalah perubahan. “Kita tidak boleh takut menghadapi perubahan, asalkan memupuk diri dengan pengetahuan,” tutupnya.

Dalam WHWM 2018 ini menghadirkan para tokoh Hindu dari luar negeri dan dari dalam negeri sebagai upaya untuk menggali dan memberikan pemahaman yang benar terkait dengan ajaran Hindu Dharma yang dilandasi oleh pustaka suci Veda dan kearifan-kearifan local Hindu yang dimiliki oleh umat Hindu di seluruh dunia untuk pengembangan SDM Hindu.

Adapun narasumber WHWM 2018 ini berasal dari dalam dan luar negeri antara lain : Swami Paramatmananda Saraswati (India) yang membahas topic : “Understanding to Hindu Teaching for Better Life”; Prof. Subash Chandra Das (India), dengan topic :”Global Hindu Networking for Better Life” ; Ajay Singh (India), dengan topic : “ International Advocacy for Hindu Case”; Dr. Chandra Saragan  (Malaysia), dengan topic : “Silambam : Revining the Ancient Hindu Martial Art” (Malaysia, Silambam Hindu Martial Art); Swami Anand Krishna (Anand Ashram, Indonesia), dengan topic : “ Tri Hita Karana : Indigenous Balinese Hindu Wisdom System for Modern Time”; Ida Pedanda Gede Made Putra Kekeran (Indonesia), dengan topic : “Spiritual Tourism for Better Life” ; Ngakan Putu Putra, SH., MA, (Indonesia), dengan topic : “ Bhagawad Gita as Practical Guidence” ; I Gede Sudibya, Denham topic : “Implementation the Spirit of Hindu Economic”. Peserta WHWM 2018 ini juga berasal dalam dan luar negeri dan berbagai  lembaga dan kalangan seperti: PHDI Pusat dan Daerah, Dewan Persatuan Pasraman Indonesia, Perwakilan dari Kementerian Agama RI, LSM dan organisasi Hindu di Indonesia, Perguruan Tinggi Hindu di Indonesia, tokoh Masyarakat Hindu di Indonesia, peserta dari beberapa negara, perorangan maupun organisasi dan perwakilan para mahasiswa Hindu di Indonesia.

Pada kesempatan itu hadir pula Dirjen Bimas Hindu Kementrian Agama RI Prof I Ketut Widnya, Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya. aya/ama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here