Ingin “Pensiun” Berpolitik, Tokoh Golkar Malah Dorong Sudikerta Maju DPR RI

Ket foto : Ketua DPD Partai Golkar Bali I Ketut Sudikerta (kiri) saat bersama Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta belum lama ini. (Dok)


Denpasar, JARRAKPOS.com – Sehari setelah mengucapkan selamat atas keunggulan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati berdasarkan real count sebesar 1.210.134 suara atau 57, 56 persen, DPD Golkar Se-Bali bermanufer. Apalagi berhembus rencana I Ketut Sudikerta yang akan menyerah dengan “pensiun” berpolitik, sepertinya akan mendapat hadangan. Demikian pula rencana Ketua DPD Golkar Bali itu untuk fokus “berdagang”.

Bahkan, salah satu tokoh Golkar Bali, I Gusti Putu Wijaya yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD Golkar Bali dan jajaran malah mendorong Sudikerta tak lama-lama bersedih merenungi perolehan suara Mantra– Kerta di angka 892.170 suara atau 42,44 persen. Informasi yang berhembus Sabtu (30/6) kemarin, para Pimpinan DPD Golkar se-Bali mendorong Sudikerta mencalonkan diri sebagai calon Anggota DPR RI.

“Kawan-kawan tingkat II (kabupaten, red) dan provinsi mendorong Bapak Ketut Sudikerta maju sebagai calon anggota DPR RI. Pak Sudikerta ini figur yang mumpuni. Simbol partai,” ucap Wijaya dihubungi lewat sambungan telepon seluler kemarin. Imbuhnya, DPP Golkar juga memberikan intruksi agar ketua DPD Golkar se-Indonesia maju ke tingkat pusat. “Harapan kami Beliau (Sudikerta, red) maju ke tingkat pusat. Kami yakin Bapak Ketut Sudikerta akan mampu meraih suara yang signifikan,” tandasnya.

Menariknya, disinggung soal pernyataan Sudikerta bahwa dirinya akan beristirahat berpolitik dan fokus mengurus kader partai Golkar, Wijaya menyebut itu sejatinya bukan kehendak sang ketua DPD. “Kalau Pak Tut sih bukan kehendak Pak Tut. Mungkin Beliau memang memberikan kesempatan kepada kader-kader yang lain. Tapi untuk kondisi ini, kami tingkat II dan provinsi mintalah kepada Pak Tut. Apalagi Pak Tut masih muda. Karir politiknya tentu masih panjang,” terangnya.

Lebih lanjut, Wijaya menyebut tidak ada alasan bagi Sudikerta untuk tidak maju sebagai calon anggota DPR RI. “Ini permintaan kita, baik dari DPD Golkar se-Bali dan provinsi,” terangnya. Ditambahkannya, pertemuan khusus dengan Sudikerta untuk penyampaian aspirasi tersebut telah disampaikan. “Pak Tut menyampaikan harus izin dulu dengan keluarga. Itu wajar. Harus dilakukan. Tentu harus ada kesepakatan dengan keluarga. Tiang pikir Beliau adalah orang yang bijak menyikapi aspirasi ini,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat koran ini bertanya ke mana Sudikerta akan melangkah setelah tidak lagi menjadi Wagub Bali, jawaban justru diberikan Made Mudarta. Ketua DPD Demokrat Bali itu menyatakan Sudikerta akan fokus mengurus ekonomi kerakyatan. “Beliau memberi kesempatan pada kader lain untuk bertarung di level pusat, provinsi atau kabupaten,” jawab Mudarta. Pernyataan Mudarta itu mengisyaratkan jika Sudikerta akan “pensiun” bertarung sebagai kandidat dalam pemilu. Yang terdekat Sudikerta berpeluang maju sebagai Caleg DPR RI dapil Bali pada Pileg 2019. dwi/ama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here