Sinergikan Perkebunan Tebu, Gubernur Pastika Target Tambah 200 Unit Simantri

Ket foto : Gubernur Pastika saat Penanaman Tebu dan Tatap Muja Gubernur Bali dengan Petani Tebu Rakyat 2018.


Gerogak, JARRAKPOS.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mendorong Perkebunan Tebu bersinergi Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (Simantri) Bali Mandara Bali. “Perkebunan ini cocok pengembangan Simantri Bali Mandara, karena menghasilkan pakan ternak,” kata Gubernur Pastika usai Penanaman Tebu dan Tatap Muja Gubernur Bali dengan Petani Tebu Rakyat 2018 di Sekretariat Koperasi Tebu Agro Tani Mandiri di Desa Penyabangan, Gerogak, Buleleng, Sabtu (7/7).

Gubernur yang didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali IB Wisnuardhana mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan untuk menambah jumlah target 200 unit Simantri. Oleh karena itu, Gerogak disasar sebagai sentra pertenakan sapi Bali disamping Nusa Penida. Simantri Gerogak yang sudah berhasil berkembang sebanyak 27 unit di tahun 2017 dan 7 unit di tahun 2018, sehingga total berjumlah 34 unit. Sementara untuk Kabupaten Buleleng terbangun 150 unit Simantri di tahun 2018.

“Keberadaan tanaman tebu dapat bersinergi dalam pengembangan sapi Simantri, karena limbah tebu cukup berkualitas untuk sapi dan limbah sapi berupa organik yang dibutuhkan pemulukan tebu,” ungkapnya seraya ditambahkan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali IB Wisnuardhana menyatakan, lahan yang telah ditanami tebu seluas 48,5 Ha dan lahan yang sudah dan sedang diolah seluas 303,09 Ha (25,3%). Sisa penanaman seluas lebih kurang 900 Ha ditargetkan pada bukan Juli 400 Ha dan September 500 Ha.

Dikatakan, untuk mendukung pertanian tebu dibangun 14 embung dan 42 sumur bor atau sumur tanah dangkal untuk penuedian itugasi tanama tebu. Kerjasama teknis dan kemitraan pemasaran tebu giling melalui Perjanjian Kemitraan Penggilingan Tebu Rakyat telah dilaksanakan dengan PT PN XI Jawa Timur dan Pabrik Gula Asembagus. “Target pembangunan bor/sumur tanah dangkal sebanyak 400 unit karena diperlukan satu sumur pada setiap 3 Ha pertanaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Simantri Bali Mandara I Wayan Sunada menambahkan, hasil olahan limbah tebu baik berupa daun, batang dan ampas bagus untuk sapi. Untuk itu, kehadiran perkebenunan tebu membawa angin segar dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas Simantri Bali. Penambahan Simantri dapat meningkatkan kesejahateraan petani untuk menghasilkan usaha pertanian tanpa limbah (zero waste) dan 4F (Food, Feed, Fertilizer, dan Fuel). “Bahkan air tebu bisa untuk minum ternak dan bahan pembuatan silase,” ujarnya.

Mengingat program Simantri telah mendapatkan apresiasi dari peneliti Prof Tony Nader Presiden Maharishi Vedic University sebagai Vedic Agriculture System. Selain itu, pihaknya mendorong inovasi teknologi yang diintroduksikan berorientasi untuk menghasilkan produk pertanian organik dengan pendekatan pertanian tekno ekologi. “Apa yang dihasilkan Simantri berupa kotoran dan urine sapi, ekstra tumbuhan dan produk-produk alami yang digubakan menyuburkan tanaman dan hewan, pengendalian hama, bahan makanan,” tandasnya. eja/ama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here