Diduga Banyak SKTM dan Prestasi Palsu, Dinas Pendidikan Dituding Biang Kisruh Penerimaan Siswa SMA/SMK Negeri

Ket foto : Kepala SMKN 3 Denpasar Drs. Anak Agung Bagus Wijaya Putra, M.Pd.


Denpasar, JARRAKPOS.com – Banyak siswa yang gagal lolos sebagai siswa SMA/SMK negeri membuat orang tua siswa atau wali murid protes. Mereka menuding pihak Dinas Pendidikan Provinsi Bali sebagai biang kisruh, karena tidak memberikan rasa keadilan bagi seluruh siswa. Apalagi terbatasnya informasi yang dipahami orang tua atau wali murid terkait sistem zonasi sudah membuat banyak siswa ingin bersekolah yang diharapkan, terlebih dekat dengan rumah peserta didik. Secara menyeluruh PPDB tahun ini juga dituntut untuk dievaluasi instansi terkait agar kisruh yang juga dicurigai akibat adanya siswa yang memamfaatkan jalur prestasi tidak sesuai prosedur (menggunakan piagam penghargaan palsu, red) agar ditelusuri karena jika benar terjadi maka akan dinilai sudah merampas hak calon peserta didik yang semestinya harus diterima. Disisi lain juga ada siswa miskin dengan SKTM yang dimanipulasi termasuk siswa yang memiliki prestasi namun dinilai kurang memenuhi harapan dari pihak sekolah karena bukan merupakan penghargaan dari ajang Pesta Kesenian Bali (PKB), ini juga patut dievaluasi agar tidak terkesan ada calon peserta didik dianaktirikan padahal sudah berprestasi di bidang olahraga.

Disisi lain, malah muncul mekanisme pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri Provinsi Bali tahun pelajaran 2018/2019, menindaklanjuti surat Ketua DPRD Provinsi Bali terkait rekomendasi persoalan penerimaan peserta didik baru dan disposisi Gubernur Bali dinilai tidak berjalan sesuai harapan. Bahkan mekanisme dengan kriteria jalur bina lingkungan lokal dengan prioritas jarak terdekat tempat tinggal dengan sekolah dinilai masyarakat hanya hisapan jempol belaka di beberapa sekolah. “Saya kecewa di SMKN 3 Denpasar dalam Surat Edaran pada keahlian Jasa Boga masih memiliki sisa kuota untuk 2 orang siswa, nyatanya sampai disana malah milik siswa tidak naik kelas, gimana ini Dinas Pendidikan?,” jelas salah satu wali murid yang namanya tidak mau disebutkan ini, Senin (9/7/2018).

Saat dikonfirmasi, Kepala SMK N 3 Denpasar Drs. Anak Agung Bagus Wijaya Putra, M.Pd membenarkan informasi yang menyebutkan sisa kuota siswa baru diambil siswa yang tidak naik kelas khususnya untuk bidang keahlian jasa boga. Pihaknya mengaku data yang ada di Dinas Pendidikan Provinsi Bali terkait daya tampung penerimaan peserta didik baru tidak singkron dengan data di sekolah. Di SMKN 3 Denpasar mekanisme penerimaan siswa didik baru yang meliputi alasan khusus, dari keluarga tidak mampu, mendapatkan penghargaan Pesta Kesenian Bali (PKB) serta adanya jatah kuota untuk siswa asal Papua yang merupakan kerjasama dengan pihak kementrian. “Sistem tidak memasukkan siswa yang tidak naik kelas dan ada siswa yang dari Papua yang merupakan program kementrian. Kebetulan boga ada 2 orang yang tidak naik kelas,” jelasnya.

Hal sama juga terjadi di SMKN 5 Denpasar dimana kuota untuk keahlian jasa boga diumumkan tersisa lagi 3 siswa namun nyatanya wali murid kembali dikecewakan karena kenyataannya tidak lagi menerima siswa baru karena jumlah sudah penuh. Anehnya Kepala Sekolah setempat malah menyatakan memberi kesempatan untuk menerima siswa didik baru pada keahlian Akomodasi Perhotelan dimana pada surat edaran malah sudah dinyatakan penuh. Karena ada desakan dari wali murid akhirnya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali memfasilitasi siswa yang bersangkutan agar bisa diterima di SMK Negeri terdekat dari rumah calon siswa tinggal, namun sayang ketidakpastian mendapatkan sekolah negeri yang diinginkan sesuai minat membuat wali murid terpaksa mendaftarkan anaknya di sekokah swasta. “Saya sudah kecewa, karena kepala sekolah tidak memberi kepastian anak saya bisa diterima,” terang sumber tadi.

Sayangnya sampai berita ini diturunkan belum ada tanggan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Saat dihubungi Kadis Pendidikan Provinsi Bali Tia Kusumawardhani tidak merespon. Pesan Whatsapp yang dikirim hanya dibaca tidak ditanggapi. eja/ama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here