Wajah Baru Pelabuhan Benoa Disulap dengan Investasi Rp7,5 Triliun

Ket foto : Desain wajah baru pengembangan Pelabuhan Benoa.


Denpasar, JARRAKPOS.com – Pengembangan cruise, tourism dan ekonomi maritim Pelabuhan Benoa di bawah Pelindo III akan disulap dengan investasi dana sekitar Rp7,5 triliun. Total dana sebanyak itu sebagian disiapkan pihak Pelindo yakni sebesar Rp 1,7 triliun dan Rp 5,8 triliun merupakan investasi asing. Demikian diungkapkan Presiden Direktur Pelindo III Ari Askhara didampingi General Manager Pelabuhan Benoa, Wayan Eka Saputra, Kamis (26/7/2018), di sela-sela kegiatan pengurukan terkait pengembangan Pelabuhan Benoa.

Menurut Ari Ashkara rencananya di kawasan Pelabuhan Benoa akan dikembangkan proyek fisik berupa pengerjaan infrastruktur dasar, terminal, dermaga serta pengerukan yang seluruhnya dianggarkan Rp1,7 triliun. Sedangkan untuk pembangunan di luar itu seperti properti, marina, fish market maupun fasilitas lainnya yakni art centre, convention centre dan lain-lain anggarannya dari investor asing. “Kita kerja sama dengan pihak asing untuk pembangunannya,” tegas Ari Ashkara seraya berharap dari pengembangan tersebut akan ada pendapatan yang lebih signifikan selain dari terminal cruise.

Pasalnya menurut Ari, pemasukan dari terminal cruise belum seberapa. Karena itu dengan pengembangan yang dilakukan saat ini ditarget ada pemasukan yang signifikan baik dari LNG (Liquid Natural Gas), air bersih dan listrik. Melalui pendalaman alur dan kolam juga nantinya diharapkan bisa berlabuh kapal besar yang membawa muatan banyak. “Kalau nanti sekali datang bisa tiga ribu turis, tinggal tiga hari dan menghabiskan 100 dolar per orang tentu akan memberi pemasukan yang besar,” jelasnya. Untuk itu pengembangan yang dilakukan ini diharapkan bisa cepat selesai.

Apalagi izin-izin sudah siap. “Untuk Benoa kita targetkan bisa rampung Maret 2019 mendatang,” ujarnya. Selain Benoa, menurut President Director Pelindo III Ari Askhara, pihaknya juga akan mengembangkan pelabuhan di Lombok. Untuk Lombok dianggarkan Rp 1,3 triliun dan ditarget selesai Oktober 2019. Pengembangan kedua pelabuhan itu diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah maupun masyarakat. “Kita harap yang datang bisa belanja di sini, tidak harus di Jakarta atau Singapura,” jelasnya. eja/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *