Tim Khusus Koster-Ace Siapkan Program 100 Hari Kerja Rancang Kemandirian Pangan

Ket foto : Tim Khusus Penyusun Program Gubernur Periode 2018-2023 bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali merancang kemandirian pangan di Bali.


Denpasar, JARRAKPOS.com – Salah satu program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih, Dr.Ir. Wayan Koster dan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) merancang kemandirian pangan Bali untuk mendongkrak kesejahteraan petani dan masyarakat. Janji program tersebut tertuang dalam Nangun Sad Kerthi Loka Bali yang sedang digodok oleh Tim Khusus Gubernur dengan melibatkan instansi terkait di Pemprov Bali.

“Untuk mencapai kemandirian pangan di Bali kami sedang menyiapkan program dan berkoordinasi untuk segera merampungkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemanfaatan Hasil Panen Pertanian oleh pihak hotel dan restoran dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali,” kata Penanggungjawab Sekeha Kinarya Bali Semesta Tim Khusus Penyusun Program Gubernur Periode 2018-2023, Dr.Ing IB Kesawa Narayana di Denpasar, Senin (6/8/2018).

Ia mengatakan, mewujudkan ketahanan pangan khususnya bidang beras akan membangun sinergi yang lebih intensif terhadap pariwisata Bali. Kebutuhan pasar pariwisata agar sebesar-besarnya menggunakan hasil pertanian lokal sehingga petani lebih sejahtera. Disamping itu, program itu mampu memicu generasi muda bisa menggeluti dunia pertanian. Menurutnya, pembangunan pertanian secara luas akan meningkatkan kemampuan (skil) yang akan diseritifikasi. “Apabila petani sudah memiliki sertifikasi akan mendapat Kredit Usaha Rakyat (KUR),” ujarnya.

Untuk membangun akses kapital, umpamanya dilakukan melalui membangun kerjasama dengan lembaga keuangan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Mengingat pertanian akan menjadi perhatian khusus, sehingga dapat mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan nasional. Begitu juga akses pemasaran (market) perlu dibangun untuk memberikan kepastian kepada petani bahwa hasil panennya pasti laku. “Ditambah dengan inovasi pertanian modern dengan sentuhan teknologi dan internet yang memudahkan budidaya, kontrol, pengolahan dan pemasaran,” katanya.

Selain itu, Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) Bali Mandara tetap dilanjutkan dengan penyempurnaan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Bali. Terkait hal itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana sudah menyiapkan program 100 hari kerja Gubernur Bali Terpilih. “Dalam waktu 100 hari kerja, kami akan segera membantu merampungkan Peraturan Gubernur (Pergub) sebelum terbit Perda tentang Pemanfaatan Hasil Panen Pertanian oleh Pihak Hotel dan Restoran,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya menyiapkan program pupuk organik murah dengan Rp150 per kilogram. Sedangkan program dalam jangka satu hingga dua tahun akan membangun pabrik pakan ternak untuk pengembangan sapi dengan lahan 2.000 Hektare di Gerogak, Buleleng. Untuk memutus mata rantai pemasaran beras yang begitu panjang akan membangun pabrik beras modern di Tabanan, termasuk membuat penggilingan lahan mini. Termasuk pemenuhan kebutuhan gula akan membangun pabrik gula di Gerogak dengan cacatan lahan kebun tebu minimal seluas 4.000 hektare.

“Kami juga akan membangun Organic Trade Center (OTC) yang melayani segala bentuk pelayanan pertanian,” ungkapnya seraya menyebut hasil gas dari Simantri akan digunakan untuk menghidupkan mesin genset sebagai penggerak cold storage hasil pertanian. “Kebutuhan itu dipenuhi sebagai syarat import hasil pertanian. Pertama akan dibangun di Wisata Gunung Salak, Tabanan,” tandasnya. eja/ama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here