Meskipun Bencana Pembayaran Pajak di UPT Samsat Karangasem Makin Meningkat

Ket foto : Mobil Samling (Samsat Keliling) yang bisa langsung berinteraksi wajib pajak. (Ist)


Denpasar, JARRAKPOS.com – Pasca bencana erupsi Gunung Agung pelayanan wajib pajak di Daerah Rawan Bencana (KRB) terutama di wilayah Kabupaten Karangasem berjalan normal. Bahkan, meskipun diguncang gempabumi 7,0 SR di Lombok belum lama ini yang juga terdampak di Bali dan sekitarnya, khususnya Buleleng dan Karangasem tidak menurunkan niat wajib pajak membayar kewajibannya.

“Bencana kemarin tak berpengaruh. Pada umumnya tidak mengganggu aktivitas masyarakat, sebab pada dasarnya masyarakat sudah paham dan lebih berpengalaman. Beda disaat pada waktu erupsi pertamakali dimana masyarakat sangat tegang sekali, dan sekarang sudah tenang disikapi. Hanya tinggal menunggu intruksi saja dari yang berwenang apakah harus mengungsi atau tidak, selama erupsi kecil yang waktu ini terjadi tidak sangat mempengaruhi niat masyarakat untuk membayar pajak,” ungkap Kepala UPT Samsat Karangasem, I Ketut Yasa Suarsana di Denpasar, Minggu (12/8/2018).

Kepala UPT Samsat Karangasem, I Ketut Yasa Suarsana.

Disebutkan, dari sisi rata-rata perharinya pemasukan pajak kendaraan juga lumayan besar pendapatannya yang datang ke Samsat untuk membayar pajak, dibandingkan dari tahun sebelumnya hingga sekarang jauh ada peningkatan tajam. “Kalau indikatornya masyarakat terganggu dengan adanya erupsi pasti adanya penurunan di tahun ini. Tapi pendapatan pajak dari Samsat Karangasem malah meningkat. Mungkin juga karena kita juga sering melakukan door to door sebagai pendekatan kepada masyarakat, perbekel, pemuka masyarakat,” jelas mantan Kasi PKB UPT Samsat Denpasar ini.

Selain itu, disebutkan pula Samsat Karangasem sekarang sudah ada Mobil Samling (Samsat Keliling) yang bisa langsung berinteraksi dengan masyarakat. Ditambah juga mempunyai data masyarakat yang menunggak pajak yang pembayaran pajaknya akan diselesaikan dengan door to door pada saat Samling berjalan. Pihaknya juga mengakui dengan adanya Samling tersebut sangat efektif, disamping terus rutin mengadakan razia gabungan. “Kultur masyarakat Karangasem, apabila sudah ada razia gabungan itu agak khawatir. Walaupun mempunyai SIM, tetapi belum bayar pajak ada rasa ketakutan, sehingga masyarakat merasa lebih nyaman apabila sudah membayar pajaknya,” tandasnya.

Sedangkan untuk e-Samsat saat ini sudah berjalan dan tiap hari sudah ada yang melakukannya. Bahkan sudah rata-rata ada puluhan unit per hari yang membayar pajak melalui e-Samsat. Pihaknya juga mengaku melakukan kolaborasi dengan kepolisian yang didukung Polres karangasem membuat terobosan baru, berupa kegiatan Tedun Banjar yang menyasar desa-desa di seluruh Karangasem yang dilakukan selama 2 kali seminggu. “Jumat dan Sabtu sudah berjalan selama 5 kali. Program Tedun Banjar ini sudah tentu sangat berbeda dengan Samling. Kalau Samling hanya melayani pembayaran pajak saja, sedangkan Tedun Banjar melayani SIM dan pembuatan SKCK yang dibantu oleh Bimas dan Reskrim dari Lalulintas. Kita targetkan seluruh desa akan disasarnya,” tegasnya. aka/ama



Hypnocodesname WA
Kirim